Cara Memulai Bisnis Kuliner

bisnis kuliner

Bisnis Kuliner – Saat ini atau mungkin sudah sedari dulu bisnis kuliner seakan tidak ada matinya. Maklum saja bisnis ini cukup berpeluang untuk menghasilkan keuntungan.

Namun beberapa pengusaha masih ada yang belum tau bagaimana cara memulainya hingga sukses. Berikut ulasan singkat seputar bisnis kuliner dari alasan harus menggelutinya serta cara memulainya

Baca Juga: usaha modal 1 juta


Mengapa Berbisnis Kuliner Layak Dicoba?

Bisnis Kuliner

Ada macam-macam alasan mengapa bisnis kuliner sebaiknya dicoba. Bisnis ini cukup menarik apalagi saat ini sudah banyak pelaku usaha yang mulai sukses menggelutinya. Berikut alasan mengapa bisnis ini sangat direkomendasikan untuk dicoba :

1. Bisnis Yang Tidak Pernah Ada Matinya

Selama orang masih makan dan minum sepertinya bisnis ini tidak akan punah. Baru-baru ini mungkin banyak bisnis bidang lain yang mengalami gulung tikar. Penyebabnya adalah masa trend yang semakin menurun. Hal inilah yang tidak akan pernah terjadi pada bisnis bidang kuliner.

2. Produk Yang Beragam

Tidak perlu bingung mau berjualan kuliner apa. Banyak sekali jenis kuliner yang bisa dibuat. Inspirasi bisa datang dari mana saja, bahkan dari kreasi diri sendiri. Mau yang lebih unik, bisa dicoba dengan menjual makanan luar negeri yang diberikan sedikit inovasi.

3. Kuliner Sangat Mudah Untuk Diinovasi Dan Dikreasikan

Untuk bertahan di persaingan bisnis memang sangat dibutuhkan inovasi. Nah bisnis ini sangat mudah untuk dilakukan inovasi. Sehingga kemungkinan gulung tikar sebenarnya sangat minim.

4. Keuntungan Yang Berlipat

Bisnis ini juga mampu mendatangkan keuntungan yang cukup banyak sehingga menjanjikan. Hal ini dapat terjadi karena untuk menjual kuliner hanya dibutuhkan membeli bahan baku yang harganya kadang tidak seberapa. Harga pun pengusaha bisa menentukan sendiri, asalkan produk yang dijual lezat semahal apapun pasti akan tetap dibeli konsumen.

5. Menjadi Tujuan Wisata Masyarakat

Kini trend berwisata telah berubah haluan. Masyarakat ketika berkunjung ke suatu tempat, tidak lagi hanya mencari tempat rekreasi saja. Namun juga mencari menu kuliner favorite tempat tersebut. Istilah jaman sekarang yaitu wisata kuliner.

6. Lokasi Usaha Tidak Terbatas

Bisnis bidang kuliner saat ini juga tidak melulu harus dijalankan di tempat yang strategis. Mungkin pengecualian bagi yang ingin berjualan dengan target langsung pada konsumen. Jika tidak maka bisnis ini sebenarnya makin mudah dijalankan, terutama dalam hal flexibilitas.

Dengan adanya teknologi media sosial, bisnis ini bahkan bisa dikerjakan di rumah sendiri. Mulai dari pemesanan bahkan pengiriman produk kuliner juga sangat terbantu dengan adanya ojek online.

7. Jumlah Pegawai Yang Sedikit Di Awal Usaha

Tidak perlu banyak karyawan untuk membantu kegiatan usaha saat awal-awal berdiri. Ini akan membuat biaya yang dibutuhkan sebagai modal pasti akan lebih kecil.

Baca Juga: bisnis untuk mahasiswa


Cara Memulai Bisnis Kuliner

Bisnis Kuliner

Usaha kuliner memang banyak diminati bahkan sudah dari dulu. Hal ini karena bentuk bisnis ini tergolong tidak ada matinya dan bisa mendatangkan untung yang lumayan. Ada beberapa cara saat akan memulai bisnis tersebut agar dapat berjalan lancar serta mendapatkan keuntungan yang berlipat. Simak uraian selengkapnya berikut ini

1. Pahami Dulu Konsep Bisnis

Hal pertama yang harus dipikirkan saat akan menggeluti bisnis kuliner yaitu pahami dahulu konsep bisnis yang akan dibuat. Usahakan cari konsep bisnis semenarik mungkin, yang paling original belum pernah ada sebelumnya. Juga yang penting berbeda dengan konsep kuliner kebanyakan. Misalnya konsep yang membuat orang penasaran sehingga ingin mencoba untuk membeli.

Beberapa pengusaha kuliner sudah lebih dulu mencoba menggunakan konsep nama yang unik untuk bisnis mereka. Selain itu ada juga yang menggunakan teknik pengemasan yang menarik dengan dekorasi yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Konsep yang seperti ini sudah terbukti benar adanya.

Hal tersebut karena masyarakat cenderung selalu ingin mencoba hal-hal baru. Jadi begitu ada yang unik, umumnya mereka langsung tertarik untuk coba membelinya. Makanan atau kuliner dengan rasa yang enak saja rasanya tidak cukup untuk menarik konsumen lebih banyak.

2. Perhitungkan Modal Awal

Tidak hanya pengusaha bidang kuliner saja yang membutuhkan modal awal, tapi semua bisnis. Banyak dari mereka yang merasa kurang percaya diri untuk memulai usaha karena hal ini. Padahal masalah modal awal jika diperhitungkan dengan benar dan menggunakan seefisien mungkin, pasti bisa diatasi.

Ambil contoh saja saat ingin membeli perlengkapan dan bahan untuk memulai bisnis ini. Sebaiknya tidak terlalu harus memaksakan untuk membeli semuanya, atau mengambil yang hanya seperlunya saja. Gunakan modal awal dari uang yang sedang dimiliki. Seiring berjalannya bisnis berjalan, sisihkan keuntungan untuk tambahan modal selanjutnya.

Jika benar-benar merasa kurang, modal awal bisa didapatkan dari meminjam pada koperasi. Bisa juga pada lembaga keuangan lain seperti Kredit Usaha Rakyat yang diperuntukkan untuk pelaku UKM.

3. Tentukan Target Pasar

Setelah tahu sumber modal yang akan digunakan dari mana, saatnya menetapkan target pasar yang akan dituju. Sebetulnya target pasar bisnis bidang kuliner ini bisa dikatakan sangat luas. Namun jika dipikirkan dan ditentukan lebih spesifik, akan lebih mudah menentukan tujuan dan langkah selanjutnya.

Misalnya saja ingin membuka bisnis kuliner di dekat kampus. Maka yang cocok untuk dijual mungkin makanan yang harganya terjangkau untuk kantong mahasiswa. Dari segi tempatnya pun harus setidaknya membuat mereka nyaman. Contohnya saja menjual nasi namun dengan konsep café. Buat mereka selalu merasa nyaman dengan menambah beragam fasilitas penunjuang.

Misalnya saja free wifi, tambahkan fasilitas untuk mempermudah mengisi daya gadget mereka dan lain-lain. Pasar yang sudah tertarget seperti ini akan makin mempermudah untuk penjualan kuliner yang sedang dijalankan.

4. Tentukan Lokasi Yang Tepat

Tidak kalah penting yaitu memikirkan masalah lokasi yang strategis. Ini penting dan sebetulnya tidak perlu untuk dibahas lebih jauh. Oleh karena, sudah pasti lokasi yang strategis sangat berpengaruh terhadap konsumen yang kemungkinan akan datang. Lokasi yang strategis ini dapat berarti tempatnya yang sering dilewati banyak orang.

Percuma konsep yang matang, kemasan yang bagus, rasa yang enak jika lokasi berjualan yang minim aktivitas maka akan sia-sia. Bisa juga dicoba dengan bergabung pada sentra-sentra pedagang kuliner lainnya. Misalnya saja food court atau tempat pusat perdagangan makanan lainnya.

5. Pilih Pemasok Bahan Baku Tetap

Dalam menjalankan bisnis kuliner, patut dipikirkan untuk memilih supplier pemasok bahan baku yang terbaik. Seperti yang telah diketahui, bahan dasar yang dipakai akan berpengaruh banyak terhadap kualitas rasa makanan. Supplier akan membantu menyediakan apa saja bahan dasar semua olahan kuliner yang dibuat.

Ada baiknya pilih supplier yang tetap agar konsisten menjaga kualitas. Bekerja sama dengan supplier atau pemasok bahan baku tetap juga memiliki keuntungan tersendiri. Terutama dalam masalah harga, yang pasti akan dibedakan dengan pembeli lain (bisa lebih murah). Selain itu akan mendapat kemudahan jika tiba-tiba perlu bahan yang sekiranya langka didapatkan.

6. Sumber Daya Manusia

Saat menjalankan bisnis kuliner, mungkin di awal-awal merasa tidak terlalu sulit untuk melakukan semua sendiri. Namun jika bisnis sudah mulai berkembang dan banyak pelanggan, mungkin dibutuhkan karyawan. Jika masih tergolong bisnis kecil seorang asisten sudah cukup membantu.

Jika memungkinkan untuk memiliki karyawan, sebaiknya buat aturan atau SOP sendiri saat bekerja. Ini bisa membuat mereka dapat bekerja sesuai tugasnya masing-masing. Adakan pelatihan beberapa kali agar semua karyawan semakin memahami tugasnya dengan baik. Namun jangan lupa untuk selalu memperhatikan kesejateraan mereka, yaitu masalah gaji yang sepadan.

7. Menentukan Jenis Promosi Yang Tepat

Promosi dari mulut ke mulut memang terbukti sangat sederhana, tepat sasaran dan ampuh terutama untuk bisnis kuliner. Namun sebelum proses mulut ke mulut ini berjalan, paling tidak harus ada satu orang yang merasakan bagaimana rasa kuliner yang dibuat. Pastikan juga orang tersebut puas dengan rasa kuliner tersebut.

Maka orang inilah yang mampu menjadi cikal bakal untuk orang lain kemungkinan akan membeli juga. Strategi promosi saat ini sudah banyak yang bisa dilakukan. Mulai dari terjun langsung ke lapangan atau memanfaatkan media sosial. Misalnya saja line, instagram, whats up dan lain-lain.

Cobalah dengan memberikan diskon bagi yang menyebarkan bisnis yang dibuat ke media sosial. Ini bisa menjadi salah satu cara jitu untuk menarik lebih banyak pembeli.

8. Mencari Keunikan Produk Kuliner Dengan Selalu Berinovasi

Dalam berbisnis kuliner yang juga perlu diperhatikan yaitu harus menjaga keunikan produk sehingga dapat bisa bertahan di tengah persaingan. Misalnya dengan menentukan menu andalan yang tidak dijual pada bisnis pesaing. Ini bisa jadi mengurangi persaingan.

Untuk tetap bertahan di semakin maraknya persaingan, pebisnis juga harus sering-sering melakukan inovasi. Baik itu rasa, tampilan, maupun cara penyajian kuliner yang ditawarkan. Yang paling penting harus tetap disesuaikan dengan target pasarnya. Misalnya jika menjual makanan untuk anak sekolah, maka kemasan yang dibuat harus menarik mereka.

Selalu berinovasi seperti ini akan mencegah konsumen merasa bosan dengan produk yang ditawarkan. Maka dari itu, inovasi sangat diperlukan terutama untuk bisnis seperti ini.

9. Memahami Segala Regulasi Hukum Terkait Bisnis Kuliner

Tidak kalah penting untuk mengetahui berbagai jenis peraturan dan regulasi produk kuliner yang berlaku di tempat usaha. Mulai dari undang-undang ketenagakerjaan sampai undang-undang tentang keamanan pangan. Hal ini akan berpengaruh besar terhadap berlangsungnya bisnis kuliner saat beroperasi.

Usahakan untuk mematuhi semua hukum yang berlaku. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan berusaha untuk mendapat lisensi produk kuliner yang akan dijual. Ini juga akan membuat konsumen dan pembeli yakin bila produk yang ditawarkan aman untuk dikonsumsi.

10. Menjaga Sikap Dan Perilaku

Selama menjalani bisnis kuliner memang pengusaha harus selalu menjaga sikap dan perilaku. Keduanya juga terkait dalam menjaga reputasi bisnis. Contohnya perlakuan terhadap pelanggan. Misalnya saja dengan selalu berusaha ramah saat melayani konsumen. Ini jelas akan berpengaruh yaitu pembeli kemungkinan akan datang kembali lain waktu.

Selain itu yang harus diperhatikan juga yaitu menjaga rasa makanan juga kebersihan. Tentu saja semua itu perlu ditetapkan SOP agar dapat berjalan dengan baik.

11. Selalu Optimis Dan Kerja keras

Pengusaha dalam bidang apapun memang harus selalu optimis dan kerja keras. Semua sudah tahu bahwa usaha seperti ini memang banyak pesaing yang menghadang. Namun jika benar-benar punya mental pengusaha, pasti selalu optimis saat menjalankan usaha ini.

Selalu kerja keras juga sangat dibutuhkan, karena memang hasil yang memuaskan tidak hadir dalam 1 malam. Selalu berpikir positif, pasti akan mendapat ide-ide baru lebih kreatif yang menunjang keberhasilan bisnis. Jangan lupa untuk selalu berdoa agar semua berjalan dengan lancar tanpa kendala yang berarti.

Itulah uraian seputar bisnis kuliner, tentang beragam alasan mengapa harus mencobanya. Selain itu ada juga penjelasan bagaimana cara memulainya. Sekarang tidak perlu lagi ragu untuk mulai membuka usaha ini.

Bisnis Kuliner

Tinggalkan Balasan