Contoh Cerita Timun Mas

cerita timun mas

Cerita Timun Mas – Cerita Timun Mas adalah sebuah karangan bebas yang termasuk dalam prosa lama dan merakyat di seluruh penjuru Indonesia. Kisah ini juga termasuk dalam kategori cerita rakyat. Cerita Timun Mas termasuk dalam golongan cerita rakyat karena ada sejak masa lampau dan media penyebarannya dari mulut ke mulut.

Awal penyebaran cerita Timun Mas ialah pulau Jawa, tepatnya di daerah Jawa Tengah. Memang cerita ini memiliki beberapa versi tetapi pada intinya menyampaikan pesan moral yang sama. Salah satu perbedaannya berkaitan dengan nama tokohnya. Ada yang menyebutkan tokoh ibu timun mas ialah Mbok Srini, ada juga yang menyebutnya mbok Rondo.

Terlepas dari semua versi cerita Timun Mas ini, pada intinya mengisahkan sepasang suami istri yang ingin memiliki seorang anak. Keinginan tersebut tidak terkabul sampai sang suami meninggal dan pada akhirnya Mbok Rondo meminta pertolongan pada raksasa. Berikut ini adalah 10 bagian seru cerita Timun Mas yang menjadi daya tarik Pembaca.


1. Tertolong Oleh Raksasa

Cerita Timun Mas

Alkisah hiduplah sepasang suami istri yang tak kunjung mendapatkan seorang anak. Mereka terus berdoa kepada Tuhan agar diberikan seorang anak. Hari demi hari, bulan demi bulan berganti, tahun demi tahun pun cepat berlalu tapi anak tersebut tak juga hadir. Hingga akhirnya sang suami meninggal. Hiduplah Mbok Rondo seorang diri.

Ia masih saja menginginkan kehadiran seorang anak meskipun tanpa kehadiran suaminya. Ia merasa terbebani keinginan yang tak terwujud sang suami sampai suaminya tersebut meninggal. Suatu malam ia bermimpi ada Raksasa bertaring yang mau mengabulkan keinginannya tersebut. Di dalam mimpinya, sang Raksasa memerintahkan Mbok Rondo untuk menghampirinya di tengah hutan.

Sedikit bimbang, akhirnya Mbok Rondo bertekad menemui Raksasa dan memohon agar Raksasa mengabulkan keinginannya. Setibanya di hutan, Mbok Rondo benar-benar menemui Raksasa bertaring dalam mimpinya. Sang Raksasa menyanggupi akan mengabulkan keinginannya dengan satu syarat. Syarat tersebut ialah jika muncul anak perempuan, maka anak tersebut harus menjadi persembahan untuk sang Raksasa.

Baca Juga: Cerita Kancil Dan Buaya


2. Kemunculan Bayi Perempuan Dari Sebuah Timun Mas

Cerita Timun Mas

Syarat yang diberikan oleh Raksasa telah ia sanggupi tanpa berpikir panjang. Hal tersebut dikarenakan baginya hanya Raksasa tersebut yang dapat mengabulkan permintaannya. Sang raksasa memberinya sebuah timun mas yang besar. Sang Raksasa berkata bahwa nantinya akan muncul seorang anak dari timun mas yang ia berikan dalam waktu tujuh hari.

Mbok Rondo menunggu dengan sabar. Ia selalu menyinari timun mas tersebut dengan cahaya obor. Terkadang ia ragu akan kebenaran dari pembicaraan sang Raksasa tetapi karena ini satu-satunya harapan, ia kembali yakin dan percaya. Hari demi hari berganti, tepat sudah tujuh hari sejak raksasa memberikan timun mas tersebut.

Mbok Rondo membuka secara perlahan timun mas pemberian Raksasa dengan hati-hati. Ketika timun mas terbuka, mbok Rondo begitu bahagia juga sedih. Sedih karena timun mas tersebut menghadirkan seorang anak perempuan sehingga harus diserahkan kepada Raksasa. Sesuai dengan asal kemunculannya, bayi tersebut ia beri nama Timun Mas.


3. Kedatangan Pertama Sang Raksasa

Cerita Timun Mas

Mbok Rondo merawat dan membesarkan Timun Mas dengan sepenuh hati layaknya ibu kepada anak yang dikandungnya. Semakin lama Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang cantik juga berbakti kepada Mbok Rondo yang ia kira ibu kandungnya. Usia Timun Mas yang semakin bertambah membuat Mbok Rondo resah.

Mbok Rondo terus menerus memikirkan bagaimana jika Raksasa menagih janjinya. Melihat kesedihan ibunya, Timun Mas selalu bertanya tetapi Mbok Rondo memilih diam agar Timun Mas tak merasa terbebani. Pada suatu malam, sang Raksasa datang di mimpinya dan memberi kabar bahwa ia akan datang mengambil Timun Mas dalam waktu seminggu.

Tujuh hari pun berlalu dengan cepat. Muncul suara menyeramkan dan getaran langkah kaki sang Raksasa. Raksasa datang dan menagih janjinya. Mencari akal, akhirnya Mbok Rondo menghasut Raksasa agar mengambil Timun Mas saat usianya 17 tahun. Raksasa pun terpengaruh mendengar alasan bahwa umur 17 daging Timun Mas pada fase terenak dan empuk dagingnya.


4. Kedatangan Kedua Sang Raksasa

Cerita Timun Mas

Setelah lolos dari kedatangan raksasa, bukan berarti Mbok Rondo bisa hidup tenang. Waktu berlalu dengan cepatnya dan ia pun diliputi perasaan resah dan bingung. Ia terus berpikir dan berpikir bagaimana mencegah Raksasa memakan Timun Mas. Kesedihannya memuncak ketika umur Timun Mas mendekati 17 tahun. Kesedihannya sudah tak dapat dibendung.

Timun Mas tak ingin lagi percaya bahwa ibunya tidak menyimpan apapun. Ia terus mendesak Mbok Rondo agar menceritakan kesedihannya. Akhirnya Mbok Rondo menceritakan semuanya tentang keinginan almarhum suaminya dan bagaimana ia mendapatkan Timun Mas. Timun Mas terkejut dengan cerita tersebut, ia bersikeras tak ingin menjadi santapan Sang Raksasa.

Mbok Rondo semakin berat dan tak tega jika sampai Raksasa mengambil Timun Mas darinya. Sekali lagi ia memikirkan cara untuk mengelabuhi sang Raksasa. Akhirnya tepat pada saat Raksasa tiba, Mbok Rondo memerintahkan Timun Mas untuk berpura-pura sakit. Raksasa terkelabuhi dengan alasan tersebut karena tak ingin menyantap makanan yang tidak sehat.


5. Pertolongan Dari Seorang Pertapa

Cerita Timun Mas

Lolos dari kedatangan raksasa yang kedua bukan berarti Timun Mas telah benar-benar selamat. Mereka harus berpikir bagaimana jika sang Raksasa kembali datang. Mbok Rondo sudah tidak mungkin mengelabuhi Raksasa dengan alasan-alasan seperti yang sebelumnya. Timun Mas terus berkata bahwa ia tak mau disantap oleh sang Raksasa.

Mbok Rondo berpikir dengan sangat keras. Timun Mas pun meyakini pasti ada cara untuk bisa menghentikan Raksasa tersebut hanya saja belum ditemukan solusinya. Akhirnya Mbok Rondo mengingat bahwa suaminya memiliki teman seorang pertapa. Mbok Rondo memutuskan untuk meminta bantuan dari pertapa tersebut. Mereka pun memiliki secercah harapan.

Saat pagi buta Mbok Rondo pergi ke gunung tempat pertapa tersebut bernaung. Saat bertemu, tanpa basa basi Mbok Rondo menceritakan masalah yang ia hadapi. Pertapa memberikan empat bungkusan kepada Mbok Rondo sebagai senjata melawan Raksasa. Empat bungkusan tersebut dapat berubah tetapi sang pertapa tak menjelaskan dengan detail.

Baca Juga: Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Cerpen


6. Kedatangan Ketiga Sang Raksasa

Cerita Timun Mas

Setelah mendapat empat bungkusan dari sang Pertapa, Mbok Rondo langsung turun menuju pemukiman. Timun Mas menyambutnya dengan hangat. Mbok Rondo menjelaskan bahwa ia mendapatkan empat senjata tetapi tidak mengetahui masing-masing fungsinya. Namun, yang terpenting adalah mereka telah menemukan solusi untuk melawan Raksasa tersebut.

Timun Mas semakin yakin bahwa ia dapat mengalahkan sang Raksasa tersebut meskipun kemungkinannya sangat kecil. Sembari menunggu hari kedatangan Raksasa, Mbok Rondo meminta Timun Mas untuk terus melatih fisiknya. Hal tersebut bertujuan agar Timun Mas dapat lari dengan kencang mengingat Raksasa yang memiliki langkah kaki yang panjang.

Seperti biasa, sebelum kedatangannya sang Raksasa memberi pertanda dengan datang di mimpi Mbok Rondo. Dalam mimpinya, sang Raksasa mengatakan bahwa kali ini Raksasa pasti memakan Timun Mas hidup-hidup. Raksasa pun tiba dan meminta Timun Mas sebagai sesembahannya. Mengetahui Timun Mas kabur, ia sangat murka dan mengejar Timun Mas dengan membabi buta.


7. Bungkusan Biji Timun

 

Cerita Timun Mas

Timun Mas lari dengan kencang agar lebih jauh dari Raksasa dan pemukiman penduduk. Ia tak mau ada warga desa yang menjadi korban terutama ibunya. Raksasa terus mengejar Timun Mas sambil bergumam bahwa Timun Mas tak akan bisa lari jauh darinya. Raksasa benar, ia semakin dekat dengan Timun Mas.

Ketika raksasa semakin dekat, Timun Mas mempersiapkan empat bungkusan biji-bijian yang telah diberi oleh pertapa. Timun Mas sempat bingung akan mengeluarkan bungkusan biji yang mana, akhirnya ia mantap melemparkan biji timun ke arah sang Raksasa. Sang Raksasa tertawa geli karena Timun Mas melemparkan biji timun padanya.

Timun Mas sempat ragu dengan biji timun pemberian pertapa. Ia takut bila biji tersebut tidak akan berubah.  Tiba-tiba muncullah ladang timun yang mengelilingi dan meliliti tubuh raksasa. Raksasa terkejut tetapi lilitan tersebut dapat ia lewati. Timun Mas terus berlari kencang untuk menjaga jarak dengan sang Raksasa.


8. Bungkusan Jarum

Cerita Timun Mas

Timun Mas sudah lebih lihai untuk memperkirakan jarak yang pas untuk melempar bungkusan lain. Bungkusan dari pertapa hanya tersisa tiga buah. Sembari terus berlari, ia terus berpikir bungkusan mana yang harus ia lempar karena bungkusan pertama telah habis.

Akhirnya Timun Mas memutuskan untuk melemparkan bungkusan jarum. Timun Mas berlari lebih kencang agar jaraknya dengan Raksasa semakin jauh. Latihan fisik yang diperintahkan ibunya benar-benar bermanfaat. Ia merasa dapat berlari dengan begitu cepat.

Secepat-cepatnya Timun Mas, Raksasa tetap dapat menyusulnya mengingat langkah kakinya yang sangat panjang. Saat sang Raksasa mulai terlihat, ia melemparkan bungkusan jarum ke arah Raksasa. Tiba-tiba muncullah banyak pohon bambu yang ujungnya sangat runcing. Meskipun kaki dan tubuh Raksasa luka-luka tetapi Raksasa masih bisa terus hidup dan mengejar Timun Mas.


9. Bungkusan Garam

Cerita Timun Mas

Kaki dan tubuh yang luka-luka tak membuat Raksasa berputus asa. Ia telah menunggu lama untuk bisa menyantap Timun Mas hidup-hidup. Timun Mas terus berlari meskipun harapannya untuk hidup semakin menipis. Di kejauhan, Mbok Rondo terus berdoa kepada Tuhan agar menyelamatkan Timun Mas dan memohon ampun karena telah bersekutu dengan Raksasa.

Melihat bungkusan yang hanya tersisa dua bungkus, Timun Mas kembali berpikir keras. Dua bungkus tersebut harus benar-benar ia manfaatkan dengan baik. Raksasa semakin mendekat. Timun Mas memanjat pohon yang lebih tinggi dari raksasa lantaran kaki yang semakin lelah untuk berlari jauh.

Tepat saat Raksasa di bawahnya, ia melemparkan bungkusan garam ke arah raksasa. Lemparan garam tak terasa di tubuh Raksasa karena tubuhnya yang terlalu besar. Namun, Raksasa dikejutkan oleh genangan air yang semakin luas. Bungkusan garam berubah menjadi laut yang menenggelamkan Raksasa tetapi pada akhirnya Raksasa tetap dapat lolos.


10. Bungkusan Terasi

Cerita Timun Mas

Timun Mas semakin ketakutan karena bungkusan dari pertapa hanya tersisa satu saja. Ia berlari dan memanjat apapun agar bisa lebih jauh dari sang Raksasa. Timun Mas berdoa kepada Tuhan agar diselamatkan dengan bungkusan yang terakhir. Raksasa semakin senang melihat Timun Mas ketakutan dan lari tertatih-tatih.

Harapan hidup yang semakin kecil, Timun Mas tak henti-hentinya berdoa sambil lari tergopoh-gopoh hingga pada akhirnya ia kehabisan tenaga. Ia melempar bungkusan terakhir yang berisi terasi dengan lemas ke arah Raksasa. Sekejab terasi tersebut berubah menjadi lumpur panas. Raksasa meronta kepanasan karena lumpur panas menenggelamkannya. Tak lama Raksasa pun mati mengenaskan.

Timun Mas sangat bersyukur kepada Tuhan karena telah menyelamatkannya. Ia sempoyongan berjalan ke desa menuju gubuk ibunya. Mbok Rondo menyambutnya penuh haru dan memeluknya erat. Mereka berterimakasih kepada pertapa karena bungkusan darinya telah menyelamatkan Timun Mas. Mereka berdua berjanji tidak akan menyekutukan Tuhan dengan kekuatan apapun.

Itulah 10 bagian seru cerita Timun Mas yang menjadi daya tarik pembaca. Setiap bagian memiliki tingkat keseruan tersendiri terutama dengan kehadiran tokoh Raksasa. Walaupun cerita Timun Mas ini tidak dapat dibuktikan kebenarannya, hendaknya pembaca dapat mengambil pesan moral atau hikmah dalam cerita ini.

Hikmah atau pesan moral yang dapat kita ambil dari cerita Timun Mas ini ialah kepercayaan kepada Tuhan. Setiap orang berhak memiliki keinginan yang tidak boleh ialah saat berusaha menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginan tersebut. Jangan sampai menyekutukan Tuhan dengan Makhluk halus agar keinginan tersebut dapat tercapai.

Cerita Timun Mas

Tinggalkan Balasan