Contoh Narrative Text

contoh narrative text

Contoh Narrative Text – Narrative text adalah sebuah teks yang menceritakan suatu urutan kejadian berdasarkan kronologis keadaan yang saling berkaitan atau terhubung. Biasanya cerita ini sifatnya imajinatif sehingga memiliki tujuan untuk menghibur pembaca. Contoh narrative text ada banyak macamnya, mulai dari kisah romansa sampai mitos pun ada.

Teks narrative hampir mirip dengan cerita pendek. Karena mengandung unsur yang sama, hampir tidak bisa membedakannya. Hanya saja teks narrative lekat hubungannya dengan dunia imajinatif sehingga isi teks tersebut hampir 80% khayalan.

Berikut ini ada beberapa contoh mengenai narrative text yang dapat dijadikan inspirasi bagi yang ingin membuatnya.


1. Contoh Narrative Text Fabel

Contoh Narrative Text

Narrative Text Fabel

Narrative text fabel adalah teks yang berisi cerita mengenai dunia hewan atau dongeng. Tokoh utamanya dibuat seolah dapat berbicara dan berkomunikasi layaknya manusia sehingga teks ini cocok untuk bacaan anak-anak.

Contoh :

Kancil berlari ke hutan sambil merasa senang karena dapat menipu harimau. Ia masih tergelak mengingat harimau yang menjerit kesakitan akibat lidahnya terjepit bilahan bambu.

Kecerdikan kancil sudah terkenal di seluruh penjuru hutan maka dari itu banyak binatang lainnya yang meminta saran kepada kancil. Namun, kancil tidak berbesar kepala dan menjadi sombong.

Ia masih baik hati dan menolong siapapun. Langkah kaki kecil kancil berhenti ketika melihat seekor tikus yang terjepit di antara lengan-lengan besar singa yang tengah tertidur. Kancil mendekatinya dan baru saja ingin menolong tikus itu namun ditahan.

Tikus itu menunjukkan bahwa sebenarnya singa sedang memeluknya karena singa sedang tertidur. Awalnya kancil tidak percaya namun ketika singa itu terbangun dan langsung memeluk tikus, kancil langsung bernafas lega karena ucapan tikus benar adanya.

Baca Juga: Contoh Teks Tantangan


2. Contoh Narrative Text Mitos

Contoh Narrative Text

Narrative Text Mitos

Narrative text mitos adalah teks yang berisi legenda atau mitos yang dipercayai sebagian orang. beberapa cerita ini dianggap khayalan namun ada beberapa pula yang mempercayai cerita ini benar terjadi.

Contoh :

Alam akhirat mendengar suara bel berbunyi yang menandakan kalau mereka kedatangan satu anggota baru. Setelah sebelumnya menerima bel yang sama sekitar beberapa jam yang lalu.

Seorang bertubuh tinggi khas pengawal menghampiri gerbang pembatas antara alam fana dan alam akhirat. Dahinya mengerut ketika melihat seorang gadis berdiri disana dengan tatapan mata kosong.

Setelah sekian lama ia menghadapi dan mengendalikan nyawa-nyawa baru yang mengamuk tidak terima atau menangis meraung-raung, untuk pertama kalinya ia melihat seseorang yang seperti bersedia mati.

“Namamu?”

Gadis itu masih terdiam. Matanya kosong berwarna hitam kelam. Dia tidak berucap apa-apa meskipun sang penjaga bertanya beberapa kali. Penjaga itu mulai kehabisan kesabaran. Di tarik nya tangan gadis itu hingga ia masuk ke dalam area alam akhirat.

Alam akhirat itu terlihat seperti ruangan luas. Terdapat bangku-bangku untuk para nyawa yang menunggu keputusan. Di kanan dan kirinya terdapat masing-masing 2 ruangan yang berdenting bergantian.

Penjaga itu menarik – atau mungkin lebih tepatnya menyeret gadis itu hingga ke tengah ruangan. Semua mata tertuju pada gadis itu. Sangat kentara jika gadis yang diperkirakan mati di usia 17 tahun itu baru saja mengalami kematiannya.

Khaos 3360, biasanya kami hanya memanggil nyawa yang tidak ingin memberitahu namanya seperti itu. Namun, kali ini lain. Aku sudah mengecek datamu sebelum kamu datang. Namamu Lexia, benar?” tanya penjaga itu.

“Baiklah. Ku anggap jawabannya iya. Kamu meninggal karena…. tertabrak truk besar saat kamu berusaha turun dari mobil pacarmu hanya untuk menyelamatkan seekor kucing.”

Entah kenapa, sesaat setelah meneliti penyebab gadis itu meninggal, sang penjaga melanjutkan kalimatnya seperti berbisik. Ia sungguh miris dengan keadaan sang gadis hingga ia menarik tangan gadis itu lalu membawanya ke dalam pelukan.

“Menangislah. Aku tau kamu menahannya sedari tadi.” bisik penjaga itu.

Seperti mantra, gadis itu kini menangis meraung-raung. Suaranya memilukan hati seperti ada ketidakterimaan dengan keadaan yang menimpanya kini. Gadis itu tidak memberontak namun semua yang mendengar tangisannya.

“Aku….tidak…..mau…..mati.” rapal nya berulang-ulang. Seolah menginginkan mantra atau sihir mana pun agar mengabulkan permintaannya.

Penjaga itu melepas pelukannya. Di tatapnya gadis di hadapannya. Lalu ditariknya tangan sang gadis agar mengikuti langkahnya. Penjaga itu membawanya duduk di sebuah bangku panjang bersama nyawa-nyawa yang lain.

“Disini kami memanggilmu Khaos. Namaku Hermes, terdengar seperti merk ternama di alammu, bukan? Tapi, sebenarnya namaku berarti menyedihkan. Sedangkan penjaga yang tadi bernama Vanth. Kamu bisa menyebutnya itu.” “

Selain itu, datamu sudah ku terima. Kini giliranmu untuk menunggu disini. Namamu sudah dalam antrian. Kamu bisa menemuiku lagi saat sudah mendapatkan keputusan.”

Entah perubahan apa yang terjadi. Gadis itu kini mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk. Menatap Hermes diam seolah ia baru saja bertemu Hermes. Hermes menunggu gadis itu mengatakan sesuatu namun tidak kunjung terjadi.

“Terima kasih karena tidak membiarkanku menangis sendirian.”

“Panggil saja aku Lexia.” ucap gadis itu lagi. Kali ini Hermes terlihat terkejut namun langsung digantikan senyum di bibirnya.

“Baiklah, Lexia.”


3. Contoh Narrative Text Romansa

Contoh Narrative Text

Narrative Text Romansa

Narrative text romansa berisi kisah percintaan yang sarat akan makna kasih sayang. Teks narrative ini cocok untuk bacaan remaja karena kisahnya yang ringan dan menyenangkan.

Contoh :

“Kita di puncak..!!!” teriak yang lain. Sementara aku hanya terduduk di dekat tebing.

Bahagia dan bangga memang aku rasakan karena aku baru pertama kali mencapai puncak setinggi ini. Tapi, hatiku terasa kosong. Westa memang tidak pernah terlihat terlalu dekat denganku tapi jika tidak ada dia, ada yang hilang rasanya.

“Aku sayang kamu,” Aku tertegun. Suara Westa terdengar di telingaku. Ini gak mungkin, Westa tidak ada disini. Entah kekuatan darimana, aku menoleh dan Westa berdiri gagah di hadapanku dengan pakaian khas orang hiking.

“Aku memang enggak bisa seperti cowok di dalem novel yang romantis atau mellow. Aku hanyalah aku. Aku hanya bisa berucap ‘aku sayang kamu’ dengan tulus meski tanpa bunga dan tidak romantis.”

“Yang bisa kujanjikan hanya satu, aku bisa menyayangimu seperti seorang laki-laki menyayangi ibunya.” Westa merentangkan tangannya di hadapanku dan tersenyum tipis.

Senyum yang baru aku tau kalau ia hanya tersenyum untuk orang yang ia sayangi. Aku membalas tersenyum didalam pelukan dan bersandar di dada hangatnya. Satu fakta lagi yang aku tau, wajah Westa bersemu merah di tengah cuaca dingin puncak gunung.

Dan debaran jantung kami saling menyatu di tengah kencangnya suara angin. “Aku anggap jawabannya adalah iya, Yas.” ucap Westa dengan aku didalam pelukannya.

Baca Juga: Contoh Teks Narasi


4. Contoh Narrative Text Persahabatan

Contoh Narrative Text

Narrative Text Persahabatan

Narrative text persahabatan bukanlah hal aneh untuk dibaca. Teks dengan jenis ini sudah banyak memiliki contoh dan tak jarang banyak juga yang menyukainya. Teks tentang persahabatan sarat makna sehingga mampu menarik minat untuk membacanya.

Contoh :

Suara ketukan keras berkali-kali di pintu kamarku membuatku terbangun dan terjatuh dari ranjang secara bersamaan. Pasti ini ulah Lingga lagi. Aku menggeliat lalu berteriak menyuruhnya berhenti.

“Keluar dari kamar dan liat siapa yang ada di pintu depan. Atau gua bakalan tetep gedor pintu kamar lo.” teriaknya dari luar kamar dan syukurnya ketukan itu sudah berhenti.

Dengan hanya memakai kaus abu-abu dan celana pendek biru yang kupakai tidur semalam, aku keluar dan ingin melihat siapa tamu yang berani mengacau pagiku.

“Iyaa.. Ini gua lagi dirumah Alga. Udah deh, gak usah kayak emak gua gitu. Yoo, see you.”

Aku berlari dan menerjang orang yang baru saja selesai menelpon itu sampai akhirnya kami berdua terjatuh.

“Sakit. Kebiasaan banget nerjang nerjang orang kayak badak gitu.” seru orang itu sambil mengenyahkan aku dari atas tubuhnya.

“Aih. Kapan lo nyampe daf ? Gak bilang-bilang pula.” balasku lalu mengajaknya bangun. Kami saling berangkulan melepas rindu sampai tukang sayur yang selalu lewat depan rumahku saat pagi hari menatap kami dengan aneh dari luar pagar.

“Elo masih terima temen nginep kan’ disini?” guraunya sambil memberatkan tas punggungnya di satu bahu.

“Hmm… Gimana ya, tergantung seberapa urgent,” gurauku yang ditanggapinya dengan mata yang mendelik, “gua bercanda kali. Pastilah masih nerima. Elo mau tidur sama gua atau sama kak Lingga?” ledekku.

Daffa itu takut banget sama kak Lingga. Entah karena masalah apa, Daffa selalu menghindari kontak mata dengan kak Lingga. Kalo gak salah, sejak kejadian dimana aku yang ketahuan baru belajar merokok sedang dibentak habis-habisan sama kak Lingga.

Dan saat itu kak Lingga mengikut sertakan nama Daffa yang menjadi pelopor pertama orang yang merokok dari kami berempat.

“Kalo elo nyuruh gua tidur sama kak Lingga, mending gua balik lagi aja deh. Kayaknya Jakarta gak mau nerima gua lagi.” Aku tertawa keras lalu menarik bahu Daffa dan membawanya masuk kedalam kamarku.

“Jadi gimana Jogja? Enak?” tanyaku sambil merebahkan diri di karpet memeluk bantal.

Dava mengendikkan bahu lalu menggeleng, ” ada enak dan gak enaknya. Elo inget kan kalo gua kesana buat nyari ketenangan?” tanya yang kujawab dengan anggukan.

“Well, disana itu…” lanjutnya seraya menunjuk ke arah luar seolah ia sedang menunjuk Jogja, “… Juga banyak daffa daffa yang laen. Jadi, yang awalnya gua pengen hidup di Jogja, ternyata malah kerasa kayak hidup di Jakarta.” keluhnya.

“Jadi elo mau balik selamanya nih?” ujarku gembira sambil bangkit lalu duduk bersila.

Daffa menggeleng, “enggak lah. Kontrakan gua masih nyisa setengah tahun. Gua udah bayar full. Kan sayang.” ujarnya santai.

Aku melemparnya dengan bantal yang dibalas dengan tawa keras darinya.

“Terus, gimana dengan anin-anin yang lo ceritain di grup? Lo diputusin?

Daffa mengangguk, ” iya.”

“Kenapa gak lo larang?”

Daffa mengendikkan bahu lagi, “kalo mau nya Anin putus, masa gua harus maksa dia buat ada di sisi gua. That’s unfair. Toh kayaknya juga dia udah punya masa depan yang cerah. Sedangkan gua, tujuan hidup aja gak punya.”

oh.. Aku mengerti. Daffa sebenarnya juga gak mau putus dari pacarnya, tapi yah apa mau dikata. Daffa juga terlalu rendah diri untuk tetap melanjutkan hubungan.

Aku merangkul Daffa lalu menepuk pundaknya perlahan.

“Eh ngemeng-ngemeng, siapa lagi yang tau elo udah balik?”

“Baru Dhimas sama elo. Gua belum sempet ngasih tau Qiqi.” sahutnya. Tak lama dari itu, tawa kami pecah. Membayangkan Fiqih yang mungkin saja, sebentar lagi akan mencak-mencak di rumahku.

Itulah beberapa macam contoh narrative text yang bisa dijadikan bahan referensi. Masih ada banyak contoh teks dengan ragam tema yang berbeda. Beberapa contoh diatas bisa dijadikan inspirasi jika ingin menulis sebuah teks narrative. Tinggal tambahkan lagi diksi-diksi yang membuat tulisan semakin ciamik dan mudah diterima banyak orang.

Contoh Narrative Text

Tinggalkan Balasan