Perbedaan Nabi dan Rasul

Perbedaan Nabi Dan Rasul

Perbedaan Nabi dan Rasul – Nabi dan Rasul sama sama mempunyai arti yaitu seseorang manusia yang diberikan wahyu oleh Allah SWT. Banyak masyarakat luas menganggap bahwa Nabi dan Rasul itu sama.

Padahal sebenarnya ada beberapa yang membedakan antara Nabi dan Rasul. Dibawah ini adalah perbedaan Nabi dan Rasul yang dapat dilihat dari berbagai aspek.

Baca Juga: Perbedaan Bangsa Dan Negara 


Perbedaan Nabi Dan Rasul

Perbedaan Nabi dan Rasul

Memang jika dilihat dari tugasnya Nabi dan Rasul memiliki hampir kesamaan. Maka dari itu banyak orang yang mengira bahwa Nabi dan Rasul sama. Walaupun begitu Nabi dan Rasul tegap memiliki perbedaan. Simak lebih lanjut tentang perbedaan Nabi dan Rasul yang jarang orang ketahui.

1. Dilihat Dari Tugasnya

Perbedaan Nabi dan Rasul yang pertama adalah dapat dilihat dari ketingkatannya. Yang dimaksud dengan tingkatnya disini adalah derajatnya. Memang derajat Rasul lebih tinggi daripada derajatnya Nabi itu sendiri. Itu dikarenakan tugas yang dijalankan oleh Rasul lebih berat daripada Nabi.

Untuk tugas para Rasul yang telah diutus pertama adalah menegakkan kalimat tauhid dalam (QS. Al Anbiya: 25). Yang kedua adalah menyeruarakan untuk menyembah kepada Allah SWT menurut firman (Q.S An Nahl:30). Lalu juga Membawa Rahmat yang terdapat dalam QS. Al Anbiya:107.

Juga Rasul harus memberikan petunjuk kepada umatnya ke jalan yang benar menurut QS. Fathir:24, dan yang terakhir adalah memberi peringatan kepada manusia dan memberikan contoh yang baik pada umatnya. Untuk membuktikan kerasulan dan kebenaran ajaran yang dibawa oleh Rasul. Maka Rasul diberikan mukjizat oleh Allah SWT.

2. Dilihat Dari Segi Utusan

Perbedaan dari Nabi dan Rasul yang selanjutnya adalah dapat dilihat dari siapa Nabi dan Rasul pertama yang diutus oleh Allah SWT. Karena Nabi yang pertama dan Rasul yang pertama berbeda orang.

Jika Nabi pertama adalah Nabi Adam Alaihissalan, adalah nabi pertama yang diutus oleh Allah SWT dan untuk Rasul pertama yang diutus oleh Allah SWT adalah Nabi Nuh Alaihissalam.

Jika Rasul diutus untuk menyampaikan wahyu kepada orang yang kafir, dan sedangkan untuk Nabi diutus untuk menyampaikan wahyu kepada orang yang sudah beriman.

Yang tertuang dalam QS. An-Nisa’ :163.
“Sesungguhnya telah diberikan wahyu, sebagaimana telah diberikan wahyu pada nabi Nuh dan nabi yang lainnya.”

3. Dari Cara Menerima Wahyu

Untuk melihat perbedaan dari Nabi dan Rasul yang selanjutnya adalah dilihat dari cara menerima wahyu dari Allah SWT. Apabila seorang Nabi hanya mendapatkan wahyu dari Allah SWT dengan cara melalui mimpi saja.

Berbeda dengan Rasul yang menerima wahyu melewati Malaikat dan bertemu langsung dengan Malaikat Jibril. Jika Rasul tidak hanya bertemu saja tapi juga berinteraksi dengan Malaikat Jibril.

4. Penyebaran Syariat

Apabila salah satu tugas dari Rasul adalah yang membawa syariat baru untuk disebarkan dan diamalkan. Nah jika salah satu tugas dari Nabi dalam penyebaran syariat nya Adalah dengan mengamalkan dan menguatkan syariat yang sudah ada sebelumnya. Apabila Nabi adalah seseorang yang diutus oleh Allah SWT untuk mengamalkannya.

Jika Nabi hanya diamalkan untuk diri sendiri dan juga terkadang diperintah menyebarkan untuk umatnya. Rasul diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyebarkan ajaran agama yang diterima untuk umatnya.

5. Kitab Suci

Untuk melihat dari perbedaan Nabi dan Rasul yang berikutnya adalah degan kitab suci. Jika Nabi tidak memiliki kitab suci. Maka Rasul kebalikannya dari Nabi jadi tidak usah khawatir.

6. Penyelamatannya

Dilihat dari segi penyelamatannya, Nabi dalam menjalankan tugasnya ada yang terbunuh Oleh kaumnya sendiri. jika Rasul semuanya diselamatkan oleh Allah SWT, jadi percobaan pembunuhan oleh kaumnya sendiri.

Yang ada di dalam Al Qur’an QS. Al Baqarah :41. “Mengapa kalian dahulu membunuh nabi nabi Allah SWT jika benar kalian orang yang beriman?”

7. Dilihat Dari Jumlah Nabi Dan Rasul

Perbedaan dari Nabi dan Rasul juga dapat dilihat dari jumlah yang diutus oleh Allah SWT untuk menjadi Nabi dan Rasul.

Jika Nabi yang diutus untuk menjadi Nabi sebenarnya ada banyak sekali tetapi yang diketahui hanya 25 saja. Apabila Rasul jumlahnya lebih sedikit daripada Nabi. Jumlah nabi yang sebenarnya ada 124 ribu, tetapi yang diketahui hanya 25 saja.

Jika Rasul jumlahnya 313 saja. Yang tertuang dalam riwayat Adam adalah Nabi yang diajak bicara. Antara ia dengan Nuh terdapat 10 abad. Jumlah Rasul adalah 315 orang (H.R Abu Ja’far ar-Rozzaaz dan selainnya, dishahihkan Syaikh al-Albany dalam Silsilah al-Ahaadits as-Shohihah)
Tidak semua Rasul mendapatkan mukjizat Ulul Azmi.

Ulul Azmi adalah mukjizat atau gelar yang diberikan untuk para Rasul yang memiliki kedudukan tinggi atau istimewa karena ketabahan dan kesabaran dalam menyampaikan syariat syariat Islam. Gelar ini telah dijelaskan pada Al Qur’an Surah Al Ahqaf ayat 35 dan surah Asy Syurah ayat 13.

Yang mendapatkan mukjizat tersebut hanya lima Rasul saja. Yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam, Nabi Isa ‘allaihis salaam, Nabi Musa ‘allaihis salaam, Nabi Nuh ‘alaihis salaam, dan Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam. Setiap nabi tersebut mempunyai julukannya masing masing. Sebagian Rasul-rasul itu dikisahkan oleh Allah. SWT dalam Al-Quran dan sebagian yang lain tidak dikisahkan, seperti firman Allah. SWT.

“Dan sesungguhnya telah diperintahkan beberapa orang Rasul, diantaranya ada yang di ceritakan dan diantaranya ada yang tidak diceritakan. Tidak dapat bagi seorang Rasul membawa suatu wahyu selain dengan seizin Allah.”(QS. Al Ghafir: 787)

Baca Juga: Perbedaan Hak Dan Kewajiban


Persamaan Nabi Dan Rasul

Perbedaan Nabi dan Rasul

Selain perbedaan Nabi dan Rasul yang telah disebutkan diatas, juga terdapat beberapa persamaannya. Berikut ini hal-hal persamaan Nabi dengan Rasul:

  • Yang pertama adalah Nabi dan Rasul sama sama utusan Allah SWT yang diberi wahyu. Yang berdasarkan firman Allah dalam QS. AL Hajj:52
  • Yang kedua adalah setiap Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah adalah laki-laki. Karena di Al Qur’an pun dijelaskan bahwa tidak ada nabi dan rasul yang berjenis kelamin perempuan.
  • Saat Nabi dan Rasul lahir ke dunia hingga saat meninggalnya tidak memiliki perbuatan tercela. Dikarenakan Nabi dan Rasul memiliki sifat yang terpelihara dari dosa.
  • Shiddiq atau benar, yang berarti semua aktivitas atau hal yang dilakukan oleh Nabi dan Rasul adalah benar.
  • Amanah atau dapat dipercaya, untuk menyampaikan wahyu yang sudah diterima Nabi dan Rasul dapat dipercaya untuk melakukannya.
  • Fathanah atau cerdas, yang berarti Nabi dan Rasul adalah makhluk yang cerdas dan pintar. Untuk menyampaikan syariat syariat islam.
  • Tabligh atau menyampaikan, yang berarti Nabi dan Rasul telah diutus oleh Allah SWT untuk menyampaikan wahyu kepada umatnya.

Apabila sudah menjadi Rasul pasti pernah menjadi Nabi, tetapi jika menjadi Nabi belum tentu menjadi Rasul. Dari Abi Zar Ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda saat ditanya tentang Jumlah Nabi. “( Jumlah Nabi jika ditotal terdapat seratus dua puluh empat ribu Nabi.” “Lalu ada berapa jumlah Rasul yang ada diantara Nabi tersebut?” Beliau menjawab ” 312 Rasul” (HR At- Turmuzy.)

Perbedaan Nabi dan Rasul

Tinggalkan Balasan