Seni Grafis

Seni Grafis

Seni Grafis – Memang ada banyak sekali ragam seni rupa murni, salah satunya yang paling dikenal adalah seni grafis. Seni yang satu ini berhubungan dengan dunia gambar menggambar.

Bagi anda yang hobi menggambar, mempelajari jenis seni murni yang satu ini pastinya sangat menyenangkan. Apalagi saat ini dunia digital mengenal istilah design grafis yang bisa dijadikan bisnis yang terbilang menguntungkan.

Namun sebelum anda berpikir jauh tentang bisnis yang menggunakan teknik seni grafis, ada baiknya anda mengetahui tentang banyak hal mengenai seni yang satu ini. Setidaknya anda harus mengetahui pengertian seni grafis dan jenis-jenisnya.

Berikut ini akan disajikan beberapa informasi penting yang berkaitan dengan desain grafis. Sehingga anda bisa mengetahui banyak hal tentang jenis seni yang satu ini. Semakin paham anda dengan seni ini, semakin mudah anda untuk menerapkannya atau bahkan memanfaatkannya menjadi ladang bisnis.


Pengertian Seni Grafis

Pengertian Seni Grafis

Secara akar katanya, grafis adalah kata yang diambil dari bahasa Inggris yaitu graphic. Arti graphic  ini sendiri adalah membuat sebuah tulisan, gambar ataupun lukisan dengan goresan atau torehan. Sedangkan seni adalah hasil karya yang memiliki nilai estetika keindahan. Jadi, secara bahasa seni grafis adalah hasil karya manusia berupa lukisan gambar.

Sedangkan secara umum, seni grafis ini merupakan seni rupa dua dimensi yang dibuat dengan teknik cetak di atas sebuah media. Dari pengertian ini bisa mengetahui jika sebuah seni grafis hanya sebuah gambar dua dimensi yang untuk dinikmati estetikanya. Seni yang satu ini bertujuan memperindah sebuah media.

Media yang digunakan dalam seni ini juga beragam mulai dari kertas, papan kayu, aluminium dan apapun yang bisa dilukis di atasnya. Seni grafis juga bisa dihasilkan dengan beragam teknik cetak. Teknik cetak ini menggunakan media dan perlengkapan yang beragam.

Baca Juga: Seni Rupa Murni


Jenis Teknik Cetak Seni Grafis

Seni Grafis

Ada 5 jenis teknik cetak seni grafis yang perlu anda ketahui. Kelima teknik itu adalah cetak saring, cetak datar, cetak tinggi, cetak dalam dan cetak foto. Di bawah ini akan dijelaskan jenis-jenis teknik cetak tersebut secara jelas :

1. Teknik Cetak Saring (Silkscreen)

Teknik cetak yang satu ini lebih akrab di telinga dengan nama teknik cetak sablon. Pada teknik ini, anda membutuhkan cetakan yang terbuat dari kasa (screen). Kasa ini bersifat elastis, lentur dan juga halus. Jenis cetakan seni grafis ini cukup sering anda temui.

Beberapa seniman terkenal juga sering menggunakan teknik yang satu ini. Beberapa seniman tersebut antara lain, Robert Indiana, Edward Rusca, Chuck Close dan Joseft Albert. Teknik ini terbilang cukup banyak peminatnya. Hal ini dikarenakan caranya yang cukup mudah.

2. Teknik Cetak Datar (Lithography)

Lithography adalah kata yang berasal dari bahasa Yunani, Lithos artinya batu dan graphien artinya menulis. Jadi lithography adalah seni cetak yang menggunakan media batu.  Dalam hal ini yang digunakan adalah jenis batu khusus yaitu batu kapur.

Batu kapur yang digunakan dalam teknik cetak ini adalah batu kapur yang berbentuk lempengan. Sehingga batu tersebut tampak seperti kertas tebal  berwarna cokelat. Seniman menggunakan batu kapur karena jenis batu ini bisa menghisap tinta.

Seniman yang menggunakan teknik ini harus melukis di atas lempengan batu kapur tersebut. Lempengan ini berbentuk seperti lembaran. Hasil dari lukisan cetakan dengan teknik ini terlihat sangat klasik. Beberapa seniman dunia yang menggunakan teknik ini adalah Pablo Picasso, Emil Nolde dan Joan Miro.

3. Teknik Cetak Tinggi (Woodcut)

Teknik yang satu ini lebih dikenal dengan nama teknik cetak timbul. Dikatakan teknik cetak timbul karena memang hasil karya seni grafis ini terlihat timbul dari medianya. Selain teknik timbul, teknik cetak yang satu ini juga dikenal dengan teknik cungkil. Teknik ini dikatakan teknik cungkil karena memang pembuatannya dengan cara dicungkil.

Media yang digunakan dalam teknik ini juga ada banyak. Media-media tersebut antara lain, metal, triplek, hardboard, papan kayu dan karet. Teknik cetak tinggi yang paling populer adalah teknik cetak yang pernah dibuat oleh orang mesir pada abad ke 14.

Penemu teknik cetak ini adalah Johanes Gutenberg. Ada banyak seniman kelas dunia yang terkenal dengan teknik ini. Seniman-seniman tersebut yaitu Kaboel Suadi, Ando Hirosigge dan H.Holbein.

4. Teknik Cetak Dalam (Intaglio)

Teknik cetak dalam atau yang lebih dikenal dengan intaglio adalah teknik menggores media dengan menggunakan benda tumpul. Pada umumnya media yang digunakan pada teknik ini adalah logam. Sehingga tentunya hasil goresan ini sendiri akan bersifat permanen atau sulit untuk dihilangkan.

Ada 4 jenis teknik cetak dalam yang perlu anda ketahui. Keempat teknik cetak dalam tersebut adalah engraving, etsa, mezzotint dan dry point. Untuk lebih lengkapnya berikut ini penjelasan dari keempat teknik tersebut:

  • Engraving. Pada teknik ini, seniman harus menggunakan alat yang disebut dengan burin. Alat ini berguna untuk mengukir logam. Permukaan logam akan diberi cat, setelah itu, seniman harus mengukir logam tersebut menggunakan burin. Setelah itu permukaan logam akan dibersihkan dari cat dan yang tersisa hanya tinggal cat pada bagian logam yang diukir.
  • Etsa. Teknik ini menggunakan bantuan asam nitrat (HNO3). Cairan asam ini akan ditorehkan ke atas lempengan tembaga. Penggunaan teknik ini seperti mengukir menggunakan zat cair. Hanya saja dalam hal ini yang diukir adalah lempengan tembaga. Pada zaman dahulu teknik ini digunakan untuk mengukir baju perang.
  • Mezzotint. Mezzotint adalah teknik mengerok halus permukaan logam. Teknik ini menggunakan efek gelap terang yang dominan.
  • Drypoint. Teknik drypoint merupakan teknik yang menggunakan benda runcing untuk mengukir media. Benda runcing akan menekan permukaan media sehingga membentuk lukisan.

5.  Teknik Cetak Foto

Teknik seni grafis yang satu ini adalah teknik cetak yang paling sering kita temui. Dalam teknik ini anda bisa menggunakan kamera. Setelah itu gambar pada kamera bisa dicetak menggunakan alat print. Teknik ini juga sering disebut teknik fotografi.

Baca Juga: Seni Kriya


Fungsi Seni Grafis

Fungsi Seni Grafis

Setelah anda mengetahui tentang jenis-jenis teknik seni grafis, sekarang saatnya anda mengetahui fungsi dari ragam seni grafis. Berikut ini ada akan diberikan tiga fungsi seni grafis:

1. Menambah Nilai Keindahan

Seni grafis akan menambah nilai keindahan sebuah media. Bila seni grafis diterapkan pada sebuah baju kaos, maka seni tersebut dapat menambah keindahan baju kaos itu. Sifatnya yang dua dimensi membuat seni ini bisa memperindah banyak media.

2. Menyampaikan Pesan

Jenis seni yang satu ini juga bisa digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan bagi yang melihat. Pesan tersebut disematkan oleh para seniman dalam sebuah torehan seni. Terkadang pesan tersebut bersifat tersirat.

3. Ungkapan Ekspresi Seni

Seniman terkadang membutuhkan suatu cara untuk mengungkapkan ekspresi seni, seni grafis ini mampu menyalurkan ekspresi seni tersebut dengan baik. Apalagi seni ini termasuk kedalam seni yang fleksibel.

Itulah informasi seputar pengertian seni grafis, jenisnya dan juga fungsinya. Saat ini seni grafis adalah sesuatu yang sangat diapresiasi. Bahkan ada banyak orang yang khusus mempelajari seni yang satu ini.

Siapapun bisa menjadi seorang seniman seni grafis. Kuncinya adalah belajar melakukan teknik seni grafis ini. Sehingga bisa tercipta seni grafis yang indah.

Seni Grafis

Seni Rupa

Ayu Utami
7 min read

Aliran Seni Lukis

Ayu Utami
3 min read

Seni Rupa 2 Dimensi

Ayu Utami
3 min read

Tinggalkan Balasan