Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen

unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen

Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Cerpen – Banyak sekali cerpen yang menarik untuk dibaca tak lain karena isinya yang bagus atau menakjubkan. Tak heran, jika cerpen menjadi salah satu bacaan sastra yang patut dibaca untuk anak-anak, remaja, bahkan dewasa. Di balik ceritanya yang menarik, terdapat unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen yang membangun setiap cerpen.

Meski begitu, ternyata masih banyak orang atau bahkan pembaca cerpen yang belum mengetahui unsur pembangun tersebut. Hal ini menjadikan banyak pembaca pula kadang kesulitan untuk menganalisis suatu cerpen yang telah dibaca.

Unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen membangun suatu cerita dari sisi yang berbeda. Walaupun begitu, keduanya sama-sama berperan dalam membangun suatu cerpen. Selain itu, unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen masih terbagi ke dalam beberapa unsur yang perlu diketahui. Berikut adalah penjelasan terkait unsur intrinsik dan ekstrinsik yang membangun cerpen.


Unsur Intrinsik Cerpen

Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Cerpen

Unsur intrinsik cerpen merupakan pembangun cerita pendek berupa dari dalam. Sehingga, unsur intrinsik akan mudah ditemukan dari dalam cerpen. Pembangun-pembangun yang menjadi unsur intrinsik tersebut beserta penjelasannya disajikan di bawah ini.

Baca Juga: Cerita Ramayana


1. Tokoh

Tokoh merupakan unsur intrinsik cerpen yang menggerakkan suatu cerita. Dalam suatu cerita, tokoh tidak lain adalah sosok-sosok rekaan pengarang yang berperan dalam berbagai kejadian. Meski berperan menjadi penggerak cerita, tokoh masih dibedakan lagi berdasarkan perannya dalam suatu cerita, berikut penjelasannya.

Tokoh utama

Dalam suatu cerpen, tokoh utama memiliki peran yang besar dalam banyak peristiwa. Kebanyakan pula, para tokoh utama muncul dari awal hingga akhir cerita. Hal ini juga menjadikan posisi tokoh utama sebagai salah satu daya tarik cerita pendek

Tokoh tambahan atau figuran

Berbagai peristiwa dalam suatu cerpen akan terasa lebih seru dan hidup saat didukung oleh figuran. Figuran ini tidak lain merupakan tokoh rekaan yang perannya lebih sedikit dalam cerpen. tak heran, jika tokoh tambahan ini hanya ditemukan pada beberapa peristiwa saja dalam cerpen.


2. Perwatakan

Watak dari setiap tokoh menjadi penting dalam suatu cerpen karena fungsinya untuk menghidupkan tokoh. Dalam suatu cerpen, perwatakan merupakan penggambaran sifat, watak, maupun karakter tokoh. Terdapat tiga jenis perwatakan dalam cerpen yaitu sebagai berikut.

Protagonis

Protagonis merupakan perwatakan tokoh yang baik. Biasanya perwatakan ini ditujukan agar dapat diteladani oleh pembaca. Tak heran, jika kebanyakan protagonis memiliki karakter seperti penyabar, penyayang, pemaaf, dan lain sebagainya.

Antagonis

Berbeda dengan protagonis, kebanyakan antagonis tidak disukai oleh pembaca cerpen. Hal ini dikarenakan antagonis merupakan perwatakan tokoh yang jahat atau tidak baik. Karakter atau sifat yang biasa ditemui dari antagonis diantaranya adalah jahat, pemarah, pendendam, angkuh, licik, dan lain-lain.

Tritagonis

Tritagonis merupakan perwatakan tokoh yang bersifat netral. Kebanyakan tritagonis menduduki posisi sebagai tokoh tambahan, tetapi adapula yang menjadi tokoh utama. Karena sifatnya yang netral, tritagonis kerap kali menjadi penengah antara antagonis dan protagonis.


3. Latar

Latar seringkali disebut sebagai setting dalam cerpen, tidak lain merupakan gambaran mengenai lokasi, waktu, dan juga suasana. Di dalam cerpen, terdapat tiga jenis latar, yaitu tempat, waktu, dan suasana. Berikut penjelasannya.

Latar tempat

Latar tempat atau lokasi merupakan tempat kejadian suatu peristiwa dalam cerpen. Beberapa latar tempat bisa saja berupa tempat-tempat yang mirip dengan dunia nyata, seperti sekolah, pasar, rumah, dan lainnya. Namun, latar tempat pada beberapa cerpen dapat pula berupa tempat-tempat fantasi atau khayalan.

Latar waktu

Latar waktu dalam cerpen merupakan waktu terjadinya suatu peristiwa. Waktu dalam cerpen pun bermacam-macam, seperti zaman dahulu, kemarin, hari ini, siang, pagi, malam, dan bahkan di masa depan. Jenis latar ini juga sangat mempengaruhi alur suatu cerita.

Latar suasana

Latar suasana merupakan suasana yang ada dalam berbagai peristiwa yang ada dalam suatu cerpen. Suasana akan memberikan daya tarik sendiri dan menjadikan cerita lebih hidup. Beberapa latar suasana yang bisa saja muncul pada cerpen seperti menegangkan, menakutkan, galau, mencekam, bahagia, dan lain sebagainya.


4. Sudut Pandang

Sudut pandang atau point of view merupakan cara penulis menempatkan dirinya dalam suatu cerpen. Dari sudut pandang pula, pembaca akan mengetahui arah pandang penulis dalam suatu cerpen. Jenis sudut pandang dalam cerpen ada dua, yaitu sebagai berikut.

Orang Pertama

Sudut pandang orang pertama ditandai dengan penggunaan kata ganti ‘aku’ , ‘saya’, atau ‘kami’. Saat penulis cerpen menggunakan sudut pandang pertama, maka pembaca akan merasa seolah-olah menjadi pemeran utama yang mengalami banyak peristiwa. Dalam cerpen, sudut pandang ini dibedakan menjadi sudut pandang orang pertama sebagai tokoh utama dan sampingan.

Orang Ketiga

Sudut pandang orang ketiga ditandai dengan penggunaan kata ‘ia’, ‘dia’, ‘si dia’ ataupun nama. Untuk jenisnya, sudut pandang ini dibedakan menjadi sudut pandang orang ketiga serba tahu dan orang ketiga sebagai pengamat.


5. Alur

Cerpen sebagai rangkaian cerita selalu memuat alur. Alur tidak lain merupakan struktur cerita yang disusun runtutan kejadian yang dialami oleh tokoh. Setiap  kejadian atau peristiwa dalam suatu alur memiliki hubungan sebab akibat sehingga menjadikannya utuh. Jenis dari alur dalam cerpen, ada tiga yaitu sebagai berikut.

Alur maju

Alur maju dalam cerpen merupakan alur yang meletakkan klimaks pada akhir cerita. Sehingga, rangkaian waktu dan peristiwanya runtut dari masa awal sampai masa akhir.

Alur mundur

Alur mundur merupakan alur yang menceritakan masa lampau menjadi klimaks dari suatu cerpen. Jalan cerita mundur dari alur ini biasanya diawali dengan masa kini ke masa lalu atau lebih dikenal dengan flashback.

Alur campuran

Pada alur campuran, jalannya cerpen akan menjadi perpaduan antara alur maju dan alur mundur. Terkadang cerita berjalan maju, lalu ditampilkan kejadian masa lalu atau flashback yang menjelaskan sebab-sebab peristiwa.


6. Gaya Bahasa

Gaya bahasa merupakan cara penulis menyampaikan gagasan dengan menggunakan media bahasa. Bahasa dari setiap pengarang atau penulis cerpen memiliki perbedaan yang menjadikannya khas dan unik. Meski begitu, terdapat penggolongan dari gaya bahasa, yaitu sebagai berikut.

Gaya bahasa penegasan

Gaya bahasa penegasan adalah kata-kata untuk menyatakan penegasan dalam memperjelas suatu maksud ataupun kesan. Jenis dari gaya bahasa ini diantaranya adalah pleonasme, repetisi, paralelisme, tautologi, klimaks, antiklimaks, dan retorik.

Gaya bahasa perbandingan

Gaya bahasa perbandingan merupakan kata-kata berkias yang menunjukkan perbandingan. Jenisnya terdiri dari asosiasi, metafora, personifikasi, alegori, simbolik, metonimia, sinekdok, dan simile.

Gaya bahasa sindiran

Gaya bahasa sindiran adalah kata-kata atau kalimat berkias yang menyatakan sindiran. Jenis dari gaya bahasa ini adalah ironi, sinisme, dan sarkasme.

Gaya bahasa pertentangan

Gaya bahasa pertentangan merupakan kata-kata berkias yang menunjukkan pertentangan antara maksud dan kata-kata yang dipakai penulis. Macam-macam gaya bahasa pertentangan adalah antitesis, paradoks, hiperbola, dan litotes.


7. Tema

Tema merupakan ide yang dijadikan dasar oleh penulis dalam suatu cerpen. Penulis atau pengarang cerpen sering kali mengangkat tema dari berbagai persoalan kehidupan. Meski begitu, terdapat pula beberapa penulis mengagkat tema tak biasa dari imajinasinya. Oleh sebab itu, untuk memahami tema suatu  cerpen, pembaca harus mendalami ceritanya dengan baik.


8. Amanat

Amanat merupakan pesan yang terdapat dalam suatu cerpen. Setiap penulis berbeda-beda cara menyampaikan amanat dalam suatu cerpen, ada yang tersirat dan juga tersurat. Selain itu, amanat dari suatu cerpen bisa saja lebih dari satu atau banyak. Hal ini seringkali menjadikan amanat yang diperoleh pembaca yang satu berbeda dengan yang lainnya.


Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik cerpen merupakan unsur pembangun cerpen dari luar. Berbeda dengan unsur intrinsik yang dapat ditemui dari dalam cerita, unsur ekstrinsik harus ditelusuri dari luar cerita untuk mengetahuinya. Berikut adalah unsur-unsur ekstrinsik dari cerpen.

Baca Juga: Teks Cerita Sejarah


1. Latar Belakang Penulis

Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Cerpen

Latarbelakang penulis merupakan unsur ekstrinsik cerpen yang sangat berpengaruh. Hal-hal dari latar belakang penulis yang berpengaruh dalam cerpen yakni sebagai berikut.

Riwayat Hidup

Riwayat hidup berupa perjalanan dan segenap pengalaman penulis sangat mempengaruhinya dalam berpikir termasuk menulis cerpen. Banyak penulis yang melakukan perjalanan batin dan perenungan atas segala pengalamannya. Kemudian, menjadikan hal tersebut inspirasi dalam menulis cerpen

Psikologis Penulis

Kondisi psikologis atau kejiwaan seorang penulis sangat berpengaruh terhadap caranya menghidupkan cerita. Bukan hanya itu, berbagai kondisi seperti galau dan resah dari seorang penulis bahkan dapat diangkatnya menjadi suatu cerpen

Aliran Sastra Penulis

Banyaknya aliran sastra, banyak pula penulis dengan ciri khas yang berbeda. Penulis dengan aliran romantisme tentunya berbeda dengan penulis aliran naturalisme. Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika aliran sastra penulis turut membangun suatu cerpen.


2. Kondisi Masyarakat

Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Cerpen

Cerpen sebagai karya sastra tidak bisa lepas dari pengaruh masyarakat. Karena sastra sendiri tidak lain adalah refleksi kehidupan masyarakat. Kondisi masyarakat tempat penulis tinggal atau yang pernah penulis amati akan mempengaruhinya menulis cerpen.

Ideologi

Ideologi masyarakat ataupun ideologi negara dapat mempengaruhi penulis dalam menulis cerpen. Penulis yang berasal dari negara-negara atau masyarakat dengan ideologi berbeda akan memiliki gaya bercerita yang berbeda.

Kondisi Politik Dan Ekonomi

Sistem dan kondisi perekonomian mampu menjadi inspirasi penulis dalam menggambarkan banyak hal dalam cerpennya. Bahkan, kondisi politik juga mempengaruhi penulis dalam membuat tema cerita. Pengaruh kondisi politik dan ekonomi ini dapat dilihat dari era penulisan suatu cerpen.

Kondisi Sosial Budaya

Beragamnya budaya dan sosial masyarakat seringkali menjadi inspirasi atau ide dari seorang penulis cerpen. Sudah banyak contoh cerpen yang mengangkat tema kondisi sosial masyarakat di suatu daerah. Ada pula, cerpen yang menceritakan tradisi, kebiasaan, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur suatu masyarakat.


3. Latar Penciptaan atau Penulisan

Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Cerpen

Latar penciptaan atau penulisan berkaitan dengan tujuan penulis pembuatan suatu cerpen. Penulis cerpen yang menulis dengan tujuan ikut serta dalam lomba tentunya berbeda penulisannya dengan penulis cerpen untuk diterbitkan. Tujuan tersebut sangatlah berpengaruh terutama dalam memotivasi penulis dalam memilih tema dan juga mengembangkan cerita.

Unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen sama-sama memiliki peran dalam membangun suatu cerpen. Karena cerpen bukanlah serta merta tulisan berisi cerita. Melainkan, karya sastra yang ditulis oleh penulis dengan banyak inspirasi kehidupan yang juga diolah dengan imajinasi. Oleh karena itu, tidak heran jika unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen saling berhubungan.

Demikianlah informasi tentang unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen yang perlu diketahui. Kedua unsur cerpen tersebut bukan hanya penting untuk diketahui, tetapi juga dipahami. Karena pemahaman akan unsur-unsur cerpen tersebut akan membantu pembaca untuk membaca dan memahami cerpen lebih mudah.

Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Cerpen

Tinggalkan Balasan