18+ Alat Musik Tradisional Sumatera Barat : Gambar Penjelasan

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat – Sumatera Barat tidak hanya dikenal dengan kulinernya yang lezat, melainkan juga memiliki keragaman budaya yang unik dan khas. Salah satunya yang cukup populer adalah alat musik tradisional Sumatera Barat.

Alat musik tradisional khas Sumatera Barat begitu beraneka ragam jenis. Dan masing-masing jenis tersebut dimainkan dengan cara yang cukup unik dan juga tidak jarang dijumpai di berbagai acara.

Kira-kira bagaimana keunikan dan ragam jenis alat musik tradisional Sumatera Barat? Untuk mengetahui jawabannya, yuk scroll ke bawah dan simak penjelasannya berikut ini.


Alat Musik Tradisional Sumatera Barat

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat
Alat Musik Tradisional Sumatera Barat
Pinterest.com

Sumatera Barat adalah salah satu provinsi yang memiliki nilai kebudayaan dan kesenian yang sangat tinggi. Sedari dahulu, masyarakat Minangkabau sudah banyak dikenal sebagai sastrawan, seniman, musisi handal yang karyanya melegenda dan sudah tidak diragukan lagi keindahannya.

Jika menelisik dari sejarahnya, salah satu yang membuat nama suku Minangkabau dikenal berbagai kalangan adalah melalui alat musik tradisional Sumatera Barat. Alat musik khas tersebut juga mendapat pengaruh dari budaya Melayu.

Meskipun diketahui telah berusia ratusan tahun, namun eksistensinya masih terjaga hingga kini. Bahkan tidak jarang dimainkan di berbagai acara resmi maupun pentas seni hiburan semata.


18 Jenis Alat Musik Tradisional Sumatera Barat

Alat musik tradisional Sumatera Barat memiliki ragam jenis, mulai dari alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul, digesek hingga ditiup.

Selain cara memainkannya yang cukup beragam, jenisnya juga menambah kekayaan khasanah budaya bangsa Indonesia. Setidaknya terdapat 18 jenis alat musik yang berasal dari Sumatera Barat.

Kedelapan belas jenis tersebut meliputi saluang, talempong, sarunai, rabab, bansi, pupuik batang padi, pupuik tanduak, kateuba, adok, aguang, gajeuma, tambua, tansa, dulang, saluang pauh, sampelong, talang anau, dan biola minang.

Delapan belas jenis alat musik tradisional Sumatera Barat tersebut dapat disimak dan diamati gambarnya pada penjelasan berikut ini.

Saluang

Saluang 
Saluang 
orami.co.id

Alat musik tradisional Sumatera Barat yang pertama adalah Saluang. Alat musik jenis ini telah menjadi alat musik ikonik khas Minangkabau. Cara memainkan alat musik khas Sumatera Barat ini yakni ditiup dan dimainkan lubangnya dengan jari-jari tangan untuk menghasilkan nada-nada yang indah.

Alat musik Saluang ini dibuat dari bahan potongan bambu pilihan dengan ukuran diameter 2- 3 cm dan panjang sekitar 70-90 cm. Alat musik tradisional ini memiliki bentuk seperti seruling, hanya saja pada alat musik Saluang ini memiliki bagian pangkal dan ujung yang bolong.

Alat musik Saluang biasa dimainkan dalam acara resmi maupun acara hiburan, mulai dari upacara adat, pentas seni, iring-iringan pengantin dan hiburan masyarakat. Di sisi lain, masyarakat Minang kerap menjadikan Saluang sebagai pelengkap instrumen musik mereka.

Saluang dibedakan menjadi beberapa jenis, dan di beberapa daerah memiliki jenisnya masing-masing. Beberapa diantaranya adalah Saluang Sirompak, Saluang Pauah, dan Saluang Darek.

Talempong

Talempong
Talempong
orami.co.id

Kedua, alat musik tradisional Sumatera Barat selanjutnya adalah Talempong. Cara memainkan alat musik ini cukup sederhana, yakni dengan memukul poros cembung bagian tengah dan mengikuti rima dan irama musik dari instrumen lainnya.

Hampir mayoritas alat musik pengiring tarian adat Sumatera Barat dilengkapi dengan alat musik Talempong sebagai salah satu instrumennya.Beberapa tarian adat Sumatera Selatan tersebut diantaranya adalah Tari Pasambahan, Tari Indang, Tari Piring dan lain-lain.

Alat musik jenis ini memiliki bentuk lingkaran dengan bagian tengahnya sedikit menonjol ke atas. Tonjolan ini yang digunakan sebagai tempat pukulan mendarat. Sederhananya, alat musik jenis ini menyerupai bonang dalam Gamelan Jawa. Bahan material dari alat musik jenis ini adalah kuningan, kayu sampai batu.

Pada umumnya, alat musik Talempong memiliki ukurang sekitar 15 sampai 17,5 cm, bagian bawah dibuat bolong seperti mangkok yang menelungkup, dan diletakkan 2 tali yang membentang membentuk persegi panjang di bagian sisi kanan kirinya.

Serunai

Serunai
Serunai
www.pinhome.id

Serunai merupakan salah satu alat musik tradisional Sumatera Barat. Alat musik tradisional jenis ini cukup terkenal di kalangan masyarakat Sumatera Barat. Beberapa juga menyebutnya sebagai Serunai.

Diceritakan dalam sejarah, alat musik ini berasal dari Lembah Kashmir, dataran India Utara dengan nama Shehnai.

Alat musik Serunai ini hampir menyerupai dengan Saluang, namun bagian ujungnya lebih mengembang semacam terompet. Bagian mengembang tersebut berguna sebagai media untuk memperkeras volume suara yang dikeluarkan.

Serunai merupakan alat musik khas Minangkabau. Alat musik tradisional ini dibuat dari batang padi, kayu, bambu tanduk kerbau dan daun kelapa. Pada bagian lubang pengatur suaranya dibuat dari Kayu Capo atau bambu Talang yang dibuat dengan ukuran sebesar ibu jari tangan dengan jumlah 4 lubang.

Karena jumlah lubangnya hanya sebanyak 4 lubang, hal ini sehingga mudah dalam memainkannya. Alat musik tradisional ini biasa dimainkan dalam acara resmi maupun acara hiburan, diantaranya pesta pernikahan, pengangkatan penghulu, dan lain sebagainya. Cara memainkan alat musik Serunai ini dapat dilakukan perseorangan ataupun beramai-ramai.

Rabab

Rabab
Rabab
www.pinhome.id

Alat musik tradisional Sumatera Barat selanjutnya adalah Rabab. Alat musik jenis ini merupakan sejenis instrumen musik daerah yang cara memainkannya dengan digesek. Secara kasat mata dan cara memainkannya, alat musik Rabab hampir sama dengan biola.

Alat musik Rabab sudah tersebar ke pelosok hampir seluruh Nusantara, namun menurut sejarah diceritakan bahwa alat musik ini awalnya diciptakan di tanah Minang. Diketahui pula bahwa alat musik Rabab memiliki beberapa jenis lainnya, yakni Rabab Darek, Rabab Piaman dan Rabab Pasisie.

Rabab merupakan alat musik yang dimainkan oleh beberapa orang secara bersama-sama. Alat musik ini juga dapat dijumpai pada beberapa perayaan, semacam upacara pernikahan, pentas seni, upacara kebudayaan, dan lain sebagainya.

Bansi

Bansi
Bansi
tambahpinter.com

Alat musik tradisional Sumatera Barat selanjutnya adalah Bansi. Bansi sendiri merupakan alat musik yang cukup melegenda di beberapa wilayah Sumatera Barat.

Bentuk Bansi secara khusus menyerupai alat musik Saluang, namun ukurannya lebih pendek, yakni sekitar 33,5 hingga 36 cm, dengan diameter 2,5 sampai 3 cm dan memiliki 7 lobang sebagai pengatur suara. Batang Bansi terbuat dari Bambu Talang atau Bambu Sariak. Ketujuh lobang tersebut diberi jarak antara lobang sekitar 1.5 cm, dan diameternya 9.9 mm.

Bansi merupakan salah satu alat musik jenis Aerophone yang cara memainkannya dengan cara dan skill khusus, sehingga tak heran jika para pemain alat musik ini membutuhkan pembelajaran dan pelatihan secara khusus terlebih dahulu.

Alat musik Bansi biasa dimainkan pada saat perayaan adat masyarakat Minang, seperti upacara adat Minang, pentas seni, dan beberapa pertunjukan adat Minang lainnya.

Pupuik Batang Padi

Pupuik Batang Padi
Pupuik Batang Padi 
www.pinhome.id

Alat musik tradisional Sumatera Barat selanjutnya adalah Pupuik Batang Padi. Sesuai dengan namanya, alat musik jenis ini terbuat dari batang padi yang sudah tua atau telah berbuku.

Di beberapa daerah Sumatera Barat, Pupuik adalah sebutan untuk alat musik “Peluit”, alat musik tradisional Sumatera Barat yang satu ini awalnya banyak ditemukan di Agam, Sumbar.

Cara membuat dan memainkan Pupuik juga cukup sederhana, hanya perlu memecahkan bagian pangkal batang padi (yang berbulu), hasil pecahan tersebut akan menghasilkan suara ketika ditiup.

Pupuik Tanduak

Pupuik Tanduak
Pupuik Tanduak
www.pinhome.id

Selain Pupuik Batang Padi, di Sumatera Barat juga terdapat alat musik Pupuik Tanduak. Sesuai dengan namanya, alat musik jenis ini terbuat dari tanduk kerbau. Sehingga bentuknya semakin mengembang semacam terompet.

Bentuknya yang semacam terompet ini membuat Pupuik Tanduak dapat menghasilkan bunyi yang keras dan melengking, maka tidak heran jika dapat menjangkau jarak dengan jauh.

Karena jenis bunyi yang dihasilkan, alat musik jenis ini biasa digunakan sebagai mengumumkan pengumuman dan untuk mengumpulkan warga agar berkumpul di suatu tempat. Konon, alat ini juga dijadikan penghimbau ketika telah memasuki waktu sholat atau berbuka puasa.

Cara membuat alat musik tradisional Sumatera Barat ini juga cukup sederhana, yakni hanya memotong ujung tanduk dan dibuat rongga hingga ke bagian ujung. Lalu cara memainkannya dengan ditiup.

Kateuba

Kateuba
Kateuba
www.pinhome.id

Kateuba merupakan salah satu alat musik tradisional Sumatera Barat yang berasal dari Kepulauan Mentawai. Kateuba dikenal juga dengan sebutan Gajeuma.

Alat musik Kateuba tergolong alat musik pukul yang biasa dimainkan ketika perayaan adat, upacara budaya, ritual keagamaan dan lainnya. Di sisi lain, fungsi lain dari Kateuba ini adalah sebagai alat musik pengiring tari adat Sumatera Barat yang disesuaikan dengan jenis acara.

Kateuba merupakan alat musik yang dibuat dari bahan kayu, kulit binatang, hingga rotan. Cara membuatnya juga dibedakan menjadi beberapa langkah. Pertama, pohon aren dilubangi dan satu sisinya dipasangi lembaran kulit biawak atau kulit ular. Kemudian lebaran kulit hewan tersebut diikat dengan rotan. Nah, untuk menghasilkan variasi suara, bisa diatur dengan membuat diameter yang berbeda-beda.

Adok

Adok
Adok
www.pinhome.id

Adok merupakan salah satu alat musik tradisional Sumatera Barat, tepatnya alat musik khas Minangkabau.

Alat musik jenis tergolong kategori alat musik membranophone. Adok sendiri menyerupai gendang dengan bentuk kerucut, dengan diameter 30-50 cm. Di bagian depannya, dibuat dari selaput sehingga dapat menghasilkan bunyi.

Aguang

Aguang
Aguang
www.pinhome.id

Aguang atau juga lebih dikenal dengan sebutan nama “Gong”. Alat musik tradisional Sumatera Barat yang satu ini tergolong alat musik pukul yang cukup populer, tidak hanya di Sumatera Barat, melainkan sampai mencakup Asia Tenggara dan Timur.

Aguang merupakan alat musik yang sangat populer dengan bentuknya menyerupai gong yang berasal dari Madura, Jawa, Melayu, dan beberapa daerah lainnya.

Biasanya, alat musik Aguang dimainkan secara bersamaan dengan alat musik lainnya. Dan berguna mempertegas irama nada.

Gajeuma

Gajeuma
Gajeuma
www.pinhome.id

Gajeuma merupakan salah satu alat musik tradisional Sumatera Barat yang berasal dari Kepulauan Mentawai. Alat musik jenis ini dibuat dari bahan kayu dan Bate (Biawak). Bentuknya khas semacam kentongan, menyerupai gendang dengan diameter yang lebih kecil dan ukuran lebih panjang dibandingkan gendang.

Cara memainkan Gajeuma adalah dengan cara ditabuh dan berperan sebagai pengiring irama dan ritme musik. Untuk membuat variasi ritme, biasanya Gajeuma dibuat dengan jumlah lebih dari satu macam Gajeuma.

Alat musik khas Mentawai ini dianggap sebagai alat musik sakral, terutama dalam praktek acara-acara adat dan ritual. Pembuatannya diawali dengan dipanaskan di api unggun, agar bunyinya semakin nyaring dan indah ketika dimainkan. Gajeuma juga kerap dijadikan instrumen musik pengiring tarian adat di Mentawai.

Tambua

Tambua
Tambua
www.pinhome.id

Selanjutnya ada Tambua, yakni salah satu alat musik tradisional Sumatera Barat yang diketahui berasal dari Agam, Sumatera Barat.

Alat musik jenis ini menyerupai gendang atau gong, dengan ukuran diameter sekitar 45 cm. Alat musik Tambua biasa dimainkan oleh beberapa orang dengan iringan alat musik Talempong, Pupuik Tanduak, Sarunai, serta Pupuik Batang Padi.

Sekelompok instrumen musik tersebut biasa dimainkan ketika kedatangan tamu-tamu terhormat seperti kepala suku, pemerintah, tokoh penting, pemuka agama dan lain sejenisnya. Selain itu, juga kerap dimainkan dalam berbagai acara seperti gotong royong, alek nagari, dalam alek ( pesta ) perkawinan, dan acara lainnya.

Tansa

Tansa
Tansa
www.pinhome.id

Alat musik tradisional Sumatera Barat selanjutnya adalah Tansa. Alat musik ini cukup unik, pasalnya bentuknya menyerupai kuali atau bejana dengan diameter sekitar 14 inch.

Bahan dasar dari alat musik tersebut berupa aluminium dan lapisan kulit tipis di bagian penutup permukaan. Mulanya, lapisan atas tersebut dibuat dari kulit kijang, namun karena hewan tersebut keberadaannya dilindungi akhirnya digantikan dengan mika atau drum head.

Dulang

Dulang Minang
Dulang Minang
www.pinhome.id

Alat musik unik lainnya dikenal dengan sebutan Dulang. Dulang atau disebut juga dengan nama Talam, yang sebenarnya difungsikan sebagai wadah atau tempat makanan yang dibuat dari bahan tembaga.

Namun, juga sering dijadikan sebagai alat musik tradisional Sumatera Barat yang digunakan untuk berdakwah dan mengingat Tuhan. Alat ini sering dimainkan dalam acara seperti pernikahan atau perayaan hari besar Islam.

Saluang Pauh

Saluang Pauh
Saluang Pauh
www.pinhome.id

Alat musik tradisional Sumatera Barat selanjutnya bernama Saluang Pauh, yang juga masih sangat mirip dengan Saluang pada penjelasan sebelumnya.

Alat ini sering dimainkan identik dengan peringatan momen-momen yang membahagiakan, seperti Baralek, Alek Pemuda, Batagak Penghulu, hingga Tahun Baru dan sejenisnya.

Dalam permainannya, diawali dengan pembukaan yang disebut dengan Singgalang, kemudian berlanjut ke bagian inti yang dikenal dengan sebutan Gurindam, sejenis karya sastra pantun, namun hanya terdiri dari dua baris. Gurindam biasa dibuat dengan tema cinta, nasehat, agama, kepemimpinan dan sebagainya.

Sampelong

Sampelong
Sampelong
www.pinhome.id

Alat musik tradisional Sumatera Barat selanjutnya ada Sampelong. Alat musik yang beraliran Aerofon ini dimainkan dengan cara ditiup.

Sampelong telah ada sejak dahulu kala, nada-nada yang dihasilkan adalah nada dari lagu-lagu Budha. Ada seniman asal Sumatera Barat yang mengatakan bahwa Sampelong memiliki nada yang terkesan “China”, namun tetap berada di nada minor.

Talang Anau

Talang Anau
Talang Anau
www.pinhome.id

Alat musik tradisional Sumatera Barat berikutnya bernama Talang Anau. Alat musik tradisional ini dipercaya berasal dari Payakumbuh.

Bentuk dan bunyi yang dihasilkan Talang Anau ini hampir sama dengan alat musik Talempong, hanya saja Talang Anau ini terbuat dari batu dan berukuran besar dan dibuat dengan bentuk persegi panjang.

Meski alat musik Talang Anau sudah jarang dimainkan, namun keberadaannya selalu dilestarikan oleh masyarakat Sumatera Barat.

Biola Minang

Biola Minang
Biola Minang
www.pinhome.id

Alat musik tradisional Sumatera Barat yang terakhir adalah Biola Minang. Alat musik Biola Minang cukup populer dan semacam alat musik biola pada umumnya.

Alat musik jenis ini tidak banyak perbedaan dengan biola pada umumnya, hanya saja pada Biola Minang ini menyesuaikan elemen-elemen yang berhubungan dengan adat dan budaya Sumatera Barat, begitu pula dengan fungsi intinya sebagai pengiring upacara adat Minangkabau.


Penutup

Demikian ulasan mengenai 18 jenis alat musik tradisional Sumatera Barat yang berhasil Romadecade tulis buat kamu. Semoga penjelasan singkat ini mampu menambah pengetahuan dan rasa cinta kita terhadap budaya bangsa kita, bangsa Indonesia.


Alat Musik Tradisional Sumatera Barat
sumber referensi:

https://tambahpinter.com/alat-musik-tradisional-sumatra-barat/
https://www.orami.co.id/magazine/alat-musik-sumatera-barat/
https://www.pinhome.id/blog/18-nama-alat-musik-tradisional-sumatera-barat-cara-memainkannya/

Default image
SHEYLA
"Merengkuh makna, mengurai rasa, menempuh asa dengan rangkaian tulisan bermakna."

Leave a Reply

error: Content is protected !!