Pakaian Adat Maluku

Pakaian Adat Maluku – Kebudayaan khas Maluku sangat beraneka ragam, mulai dari kesenian tradisional, rumah adat, hingga pakaian adat. Salah satu yang menarik untuk dibahas adalah pakaian adat Maluku.

Pakaian tradisional Maluku dibedakan menjadi beberapa jenis pakaian adat. Lantas, bagaimana komponen pakaian dari tiap-tiap jenis pakaian tradisional tersebut? Dan keunikan apa yang dapat diamati pada pakaian tradisional tersebut?

Untuk menemukan jawaban lengkapnya, dapat disimak pada artikel di bawah ini. Baca dengan seksama dan jangan sampai terlewat satu penjelasan sekalipun ya.


Pakaian Adat Maluku

Pakaian Adat Maluku
Pakaian Adat Maluku
https://www.hipwee .com/

Diceritakan dalam sejarah, bahwa Maluku adalah salah satu provinsi di Indonesia dengan kebudayaan tertua. Kebudayaan masyarakat Maluku tersebut salah satunya berupa pakaian adat Maluku.

Pakaian adat Maluku merupakan produk dari adat istiadat dari kelompok masyarakat yang mendiami tanah Maluku serta menjadi identitas mereka.

Pakaian adat Maluku begitu beraneka ragam dan setiap jenis pakaian tradisional tersebut memiliki ciri khasnya masing-masing. Pakaian bumi seribu pulau ini cenderung menampilkan kesan minimalis dengan desain sederhana dan mudah untuk dikenakan dalam berbagai kegiatan.


Keunikan Pakaian Adat Maluku

Gambar Pakaian Rakyat Biasa Maluku Utara
Gambar Pakaian Rakyat Biasa Maluku Utara
https://www.celebes.co/

Setiap pakaian tradisional yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia memiliki ciri khas dan keunikannya masing-masing. Hal ini berlaku juga pada pakaian adat khas Maluku, dimana setiap jenis pakaian adat khas Maluku dapat diamati keunikannya dari bentuk dan berbagai komponen satu kesatuan pakaian tradisional tersebut.

Salah satu keunikan dari pakaian adat khas Maluku adalah penggunaan warna yang dipilih cenderung warna-warna cerah. Beberapa warna yang dipilih sebagai warna pakaian adat Maluku adalah warna putih, merah, hijau, kuning, dan emas.

Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk lambang semangat menggelora yang dimiliki masyarakat Maluku. Dan semangat tersebut ingin ditunjukkan melalui pakaian adat yang mereka kenakan.


Nama Pakaian Adat Maluku

Bukan hanya memiliki banyak pulau, provinsi Maluku juga memiliki beragam jenis pakaian adat. Setidaknya terdapat 9 jenis pakaian adat yang dimiliki provinsi Maluku.

Kesembilan jenis pakaian adat tersebut meliputi, pakaian adat Cele, pakaian adat nona rok, pakaian adat kebaya dansa, pakaian adat baniang putih, pakaian adat kebaya hitam gereja, pakaian adat manteren lamo, pakaian adat kimun gia, pakaian adat bangsawan, dan pakaian adat koja.

Untuk mengetahui kesembilan jenis pakaian adat Maluku, dapat disimak pada penjelasan berikut ini.

 

No Macam macam Pakaian Adat Maluku
1 Pakaian Adat Cele
2 Pakaian Adat Nona Rok
3 Pakaian Adat Kebaya Dansa
4 Pakaian Adat Baniang Putih
5 Pakaian Adat Kebaya Hitam Gereja
6 Pakaian Adat Manteren Lamo
7 Pakaian Adat Kimun Gia
8 Pakaian Adat Maluku Bangsawan
9 Pakaian Adat Koja

 

Pakaian Adat Cele

Pakaian Adat Maluku Cele Atau Salele
Pakaian Adat Maluku Cele atau Salele
https://tambahpinter .com/

Pakaian adat Maluku yang pertama adalah baju adat Cele atau juga dikenal dengan sebutan baju Salele. Pakaian tradisional ini berupa kain tebal namun tetap nyaman dikenakan. Ciri khas dan keunikan baju adat Maluku ini adalah busana yang berwarna cerah, seperti berwarna merah dengan kombinasi garis berwarna emas atau perak.

Pakaian adat Maluku jenis ini merupakan pakaian adat resmi yang biasa dikenakan pada saat upacara adat, pesta rakyat, maupun upacara adat pernikahan.

Pakaian adat Salele atau baju Sale dibedakan antara untuk pria dan wanita. Adapun perbedaan yang tampak dapat diamati sebagai berikut.

Pria Maluku biasa mengenakan pakaian adat berbentuk jas dengan bagian dalam dilengkapi dengan kemeja. Kemudian untuk bagian bawahannya dikenakan celana panjang yang senada dengan warna baju bagian atasan.

Sebagai alas kaki, para pria Maluku biasa mengenakan sepatu pantofel dengan warna hitam gelap.

Pakaian tradisional Maluku Cele juga diperuntukkan bagi para wanita Maluku. Baju tradisional ini berupa kombinasi kain sarung tenun dengan kombinasi atasan berupa kebaya khas Maluku. Sebagai alas kaki, para wanita Maluku juga mengenakan sepatu pantofel.

Untuk mempercantik penampilan wanita dengan khas Maluku, mereka biasa menambahkan beberapa aksesoris pendukung seperti:

  1. Konde merupakan aksesoris rambut wanita Maluku. Bentuk konde yang dipakai oleh perempuan Maluku hampir mirip dengan sanggul riasan rambut dari daerah lainnya. Umumnya konde yang dikenakan berwarna emas atau Perak. Dalam istilah Maluku, konde tersebut disebut sebagai haspel.
  2. Kak Kuping adalah aksesoris ornamen berbentuk bunga. Jumlah kak kuping yang digunakan untuk hiasan baju Cele sebanyak 4 buah. Kak kuping dipasang dan diserasikan dengan aksesoris konde dan haspel.
  3. Bunga Ron adalah bagian aksesoris konde. Penggunaan bunga ron juga disesuaikan dengan penggunaan konde Maluku. Bahan material bunga ron adalah papaceda atau gambus. Bunga ron dipasangkan secara melingkar di sekeliling bagian konde rambut.
  4. Sisir Konde adalah aksesoris yang digunakan untuk menambah unsur estetika atau keindahan konde. Selain itu, sisir konde juga digunakan agar konde tidak jatuh serta menjaga rambut agar terjaga rapi. Sisir konde dapat dipasangkan dengan cara menjepitnya di tengah konde.
  5. Kain Lenso adalah aksesoris tambahan yang berbentuk sapu tangan. Aksesoris kain ini ditempelkan di bagian bahu dengan bantuan peniti. Diceritakan dalam sejarah bahwa penggunaan kain lenso masih berkaitan dengan unsur pengaruh Belanda.

Pakaian Adat Nona Rok

Pakaian Adat Maluku Nona Rok
Pakaian Adat Maluku Nona Rok
https://tambahpinter .com/

Baju Nona Rok merupakan salah satu pakaian tradisional adat Maluku. Pakaian Nona Rok merupakan tergolong busana kebaya putih dengan bahan material brokat halus. Pakaian khas tersebut biasa dipadupadankan dengan bawahan berupa rok berwarna merah berbahan kain sarung.

Saat mengenakan baju ini biasanya dilengkapi dengan aksesoris sanggul rambut lengkap dengan tusuk kondenya. Serta dihiasi dengan ikat pinggang dengan warna perak atau emas.

Serta, sekilas penampilan pakaian ini terlihat hampir sama dengan pakaian adat Cele. Meskipun begitu, pakaian adat Nona Rok memiliki perbedaan dengan baju Cele wanita. Perbedaannya terdapat pada hiasan kepala yang dikenakan pada kedua jenis pakaian adat khas Maluku tersebut, serta para wanita juga tidak menggunakan kain Salele sebagai bawahannya.

Pakaian Adat Kebaya Dansa

Pakaian Adat Maluku Kebaya Dansa
Pakaian Adat Maluku Kebaya Dansa
https://1001indonesia .net/

Pakaian tradisional Adat Maluku selanjutnya adalah pakaian Kebaya Dansa. Sesuai dengan namanya, busana ini kerap digunakan sebagai pakaian khusus menari atau berdansa.

Selain itu, pakaian jenis ini merupakan kebaya khusus yang biasa digunakan pada saat menghadiri pesta khas Maluku. Pakaian tradisional Maluku ini biasa dikenakan oleh para pria dan wanita Maluku.

Ciri khas dari kebaya tradisional Maluku ini adalah terlihat dari desain kemeja dengan bagian leher berbentuk bulat tanpa dilengkapi kancing. Bahan dasar pakaian adat ini merupakan kain polos dengan motif bunga-bunga kecil.

Baca Juga: Pakaian Adat Aceh

Pakaian Adat Baniang Putih

Pakaian Adat Maluku Baniang Putih
akaian Adat Maluku Baniang Putih
https://id.theasianparent.com/

Pakaian adat dari Maluku berikutnya adalah pakaian adat Baniang Putih. Pakaian tradisional ini tepatnya berasal dari Maluku bagian tengah dan hanya dikenakan oleh para kaum pria Maluku.

Pakaian tradisional Baniang Putih merupakan busana kemeja dengan bagian leher berbentuk bulat dengan dilengkapi aksesoris kancing berwarna putih. Pakaian ini cenderung digunakan sebagai pakaian dalaman jas.

Berdasarkan kegunaannya, baju Baniang putih lebih sering digunakan sebagai pakaian tradisional adat Maluku dalam acara-acara resmi serta acara kebudayaan di provinsi Maluku.

Pakaian Adat Kebaya Hitam Gereja

Pakaian Adat Maluku Kebaya Hitam Gereja
Pakaian Adat Maluku Kebaya Hitam Gereja
https://tambahpinter .com/
https://id.theasianparent.com/

Sebanyak 41 % masyarakat Maluku adalah masyarakat yang menganut agama Kristen. Sehingga dengan keberadaan mereka turut andil dalam perkembangan pakaian adat Maluku. Pengaruh tersebut sehingga menghasilkan pakaian adat Kebaya Hitam Gereja.

Pakaian tradisional ini merupakan busan kebaya yang memiliki lengan panjang dengan warna hitam. Busana kebaya ini dibuat dari bahan brokat. Baju tradisional Kebaya biasa dipadupadankan dengan kain sarung khas Maluku.

Dalam penggunaan kebaya Hitam Gereja khas Maluku, dilengkapi dengan berbagai macam aksesoris tambahan sebagai bentuk upaya memperindah pakaian khas tersebut. Aksesoris yang kerap digunakan berupa kain lenso, celana hitam dan kaos kaki putih.

Untuk tatanan rambut wanita Maluku, biasanya mereka melengkapinya dengan aksesoris sanggul bulat dengan hiasan tusuk konde. Sesuai dengan namanya, busana kebaya ini digunakan pada saat melangsungkan ibadah di Gereja.

Pakaian Adat Manteren Lamo

Pakaian Adat Maluku Manteren Lamo
Pakaian Adat Maluku Manteren Lamo
https://www.orami.co.id/

Pakaian adat Manteren Lamo merupakan pakaian adat khas Maluku yang hanya diperuntukkan khusus bagi para Sultan Maluku. Pakaian adat ini terdiri dari komponen jas tertutup dengan warna merah, serta dilengkapi dengan hiasan bordir dan pernak-pernik berwarna emas pada bagian ujung lengan tangan, bagian leher, dan bagian saku terluar.

Pada pakaian Maluku jenis ini juga dihiasi dengan aksesoris berupa kancing berukuran cukup besar. Kancing khas tersebut dibuat dari bahan perak dan sebanyak sembilan buah. Biasanya pakaian ini dipadupadankan dengan celana panjang berwarna hitam dan kombinasi merah.

Pakaian Adat Kimun Gia

Pakaian Adat Maluku Kimun Gia
Pakaian Adat Maluku Kimun Gia
https://www.orami.co.id/

Pakaian adat Kimun Gia merupakan salah satu kebaya khas Maluku. Sama halnya dengan Manteren Lamo, pakaian ini secara khusus hanya diperuntukkan bagi para perempuan dari keluarga kerajaan atau kerabat perempuan kerajaan Maluku.

Pakaian tradisional adat Maluku jenis kebaya Kimun Gia ini dibuat dari bahan kain satin dengan warna terang. Penggunaan warna terang sebagai lambang dari jiwa muda yang dimiliki masyarakat Maluku.

Ketika sedang mengenakan pakaian tradisional ini, para wanita kerap menambahkan beberapa aksesoris pendukung serta perhiasan yang dibuat dari bahan logam mulia. Perhiasan tersebut berupa kalung, bros, ikat pinggang dan tusuk konde khas Maluku.

Pakaian Adat Maluku Bangsawan

Pakaian Adat Maluku Bangsawan
Pakaian Adat Maluku Bangsawan
https://tambahpinter .com/

Pakaian adat khas Maluku juga dilengkapi dengan pakaian khusus bangsawan. Pakaian tradisional tersebut berupa jubah putih dengan panjang mencapai batas lutut dengan bordiran berwarna emas.

Kemudian, untuk bagian bawahan dikenakan berupa celana panjang putih atau hitam. Para bangsawan juga biasa mengenakan penutup kepala berupa peci dengan warna emas. Dengan didominasi dengan warna emas membuat pakaian ini jadi semakin terlihat berkelas untuk para bangsawan.

Sementara untuk para wanita, pakaian khas ini berupa kebaya putih dengan dipadukan bawahan kain songket berwarna putih atau keemasan. Saat ini, pakaian tradisional adat Maluku ini tetap digunakan sebagai busana para pejabat atau tamu penting yang sedang berkunjung ke Maluku.

Baca Juga: Pakaian Adat

Pakaian Adat Koja

Pakaian Adat Maluku Koja
Pakaian Adat Maluku Koja

Salah satu pakaian adat khas Maluku adalah baju Koja. Baju Koja sendiri merupakan pakaian yang hanya diperuntukkan khusus bagi para muda mudi keluarga kerajaan. Baju ini berasal dari Maluku Utara.

Bentuk busana khas Maluku ini berupa baju yang berbentuk jubah panjang yang panjangnya melebihi lutut dengan warna dominan hijau. Baju adat Maluku tersebut dibuat dengan kombinasi warna cerah, seperti merah muda, biru muda, dan kuning. Warna-warna tersebut merupakan lambang dari semangat jiwa muda.

Saat memakainya, maka akan dipadukan dengan bawahan celana panjang berwarna putih atau hitam, serta aksesoris hiasan kepala bernama toala palulu.

Sementara untuk para wanita, baju koja yang dikenakan berupa busana kebaya sebagai atasan dan kain songket sebagai bawahan. Warna yang dipilih dibuat senada dengan pakaian yang dikenakan pemuda, sehingga tak jauh-jauh dari warna khasnya, yakni kuning atau hijau.

Para remaja wanita biasa mengenakan pakaian koja ini dengan berbagai hiasan aksesoris seperti perhiasan kalung yang disebut taksuma, anting, dan alas kaki yang dinamakan tarupa.

Kemudian pada bagian rambut juga ditata dengan sanggul ke atas dan diberi hiasan mahkota kecil. Remaja wanita Maluku juga kerap menambahkan selendang untuk mempermanis penampilan mereka.


Penutup

Demikian penjelasan mengenai ragam jenis pakaian adat Maluku yang berhasil Romadecade tulis buat kamu. Begitu beraneka ragam pakaian adat yang berasal dari Maluku kan?

Ini hanya salah satu dari sekian banyak kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. Jadi, jangan lupa kunjungi artikel kebudayaan Indonesia lainnya di halaman website Romadecade ya.


Pakaian Adat Maluku
sumber referensi:

https://rimbakita.com/pakaian-adat-maluku/
https://tambahpinter.com/pakaian-adat-maluku/
https://id.theasianparent.com/tari-saman
https://www.orami.co.id/magazine/pakaian-adat-maluku/

Default image
SHEYLA
"Merengkuh makna, mengurai rasa, menempuh asa dengan sastra cinta."

Leave a Reply

error: Content is protected !!