Pantun Jenaka

Pantun Jenaka

Pantun Jenaka – Pengertian pantun Jenaka adalah pantun yang memiliki tujuan untuk menghibur orang yang mendengar, kadang kala dijadikan sebagai sarana untuk saling menyindir didalam kondisi yang penuh keakraban.

Agar tidak mengundang rasa tersinggung dan bersama dengan pantun Jenaka dapat membuat kondisi akan jadi tambah meneyenangkan.

Pantun jenaka berujuan untuk lucu lucuan dan memiliki tujuan untuk menghibur sang pendengar yang baik. Pantun itu merupakan normalitas yang diucapkan secara lisan ataupun segera melalui candaan yang membawa dampak irang tertawa.

Sangat menarik ketika kami perhatikan pantun yang tertata rapi dan diucapkan bersama dengan nada yang pas ketika orang mengucakan pantun itu. Anda tentu mengenal kata gokil maupun lucu dan banyak sekali yang di istilahkan bersama dengan lelucun


Apa Arti Jenaka?

 Pantun Jenaka

Saat ini orang sangat jarang pakai kata jenaka. Apa sih arti jenaka? Jenaka artinya lucu. Jadi pantun jenaka adalah pantun lucu. Mungkin anak-anak muda saat ini bisa menyebutnya sebagai pantun lucu humor atau gokil.

Jenaka berasal dari bahasa Melayu. Pantun sendiri sebenarnya lebih berkembang terhadap suku Melayu. Oleh karena itu, ketika kami studi pantun, terutama pantun-pantun lama, kami banyak mendapatkan kalimat yang asing.


Pengertian Pantun Jenaka

Pantun Jenaka

Keberadaan sebuah pantun jenaka sebagai karya seni yang kreatif nan menghibur masih senantiasa eksis hingga pas ini. Karena kecuali dipikirkan, siapa yang tidak senang bersama hiburan? Ya, tentu saja barang siapa perlu sebuah hiburan untuk isikan hari-harinya.

Terlebih lagi kecuali jiwa Anda kreatif, menulis sebuah pantun barangkali sanggup dijadikan sebagai fasilitas bagi Anda untuk menuangkan isikan kreativitas otak Anda. Sebenarnya seluruh pantun, baik itu yang bercerita tentang pantun agama, nasihat, jenaka, atau tema lainnya

Dapat berguna untuk pembacanya, tidak cuman kata-kata yang begitu unik terangkai, terhitung terselip nasihat bijak atau ungkapan cerita lucu yang bermakna. Dimana setiap kata-kata pada pantun jenakan sanggup menghibur, orang yang mendengar pantun tersebut

Sekedar Info yang barangkali sanggup berguna bagi Anda, perlu Anda ketahui bahwa pantun dan syair itu sesungguhnya sangatlah berbeda, cuma selama ini kita melihat antara pantun dan syair punya banyak kemiripan. Lalu, apa sajakah perbedaan satu diantara dua karya sastra tersebut?

Ciri-ciri Pantun :

  • Terdiri atas 4 baris.
  • Jumlah kata dalam setiap baris sebanyak 8 hingga 12 suku kata.
  • Baris pertama dan kedua disebut bersama sampiran.
  • Baris ketiga dan terhitung keempat disebut bersama isi.
  • Memiliki pola sajak A-B-A-B.

Ciri-ciri Syair Pentun :

  • Terdiri berasal dari 4 larik dalam setiap baitnya.
  • Setiap bait memberi tambahan makna sebagai sebuah satu kesatuan.
  • Semua baris dalam syair adalah isi, menjadi dalam syair tidak tersedia sampiran.
  • Mempunyai pola A-A-A.
  • Jumlah suku kata dalam tiap baris syair adalah 8 hingga bersama 12 suku kata.
  • Isi syair berbentuk nasihat, petuah, dongeng ataupun cerita.
  • Kumpulan Pantun lucu dan jenaka dan juga humor ini kita dapatkan berasal dari berbagai referensi di internet. Jika Anda pernah membacanya di buku atau majalah tetapi kebanyakan sering lupa dan menghendaki membacanya lagi sebab punya unsur seni yang tinggi dan tentu saja menghibur.

Jenis-jenis Pantun Jenaka

 Pantun Jenaka

Ada banyak macam pantun jenaka. Sehingga kamu bisa memilih salah satu jenis dari pantun tersebut. Berikut ini adalah jenis-jenis pantun jenaka, yang biasa sering digunakan pada umumnya:

  • Pantun Dongeng Binatang
  • Pantun Kelakar
  • Pantun Mengolok-Olok / Ejekan
  • Pantun Sindir Menyindir

Semoga kumpulan pantun lucu humor dan jenaka terbaru di bawah ini sanggup menghibur kita semua. Silahkan Anda mengfungsikan pantun lucu berikut ini untuk diungkapkan kepada teman atau kawan Anda, agar sanggup menciptakan situasi yang menyenangkan dan penuh tawa.


Contoh Pantun Jenaka

Nah, apakah anda dulu punyai pengalaman layaknya bercanda dengan orang-orang disekitar anda? Apa yang anda rasakan kala orang lain tidak bisa menerima pantun jenaka yang anda tulis dengan baik? Mungkin lebih dari satu orang dapat jadi malu. Tapi tidak masalah, gara-gara pengalaman layaknya itu merupakan awal mula tebangunnya dari sistem belajarmu.

Dengan begitu, anda dapat lebih menyadari bahwa di dalam menyusun sebuah pantun lucu, anda harus melaksanakan penelitian yang terkait bersama dengan situasi orang-orang sekitarmu. Selain itu, anda harus membaca pantun jenaka yang lain untuk dijadikan sebagai referensimu. Nah, oleh karena itu cobalah anda baca postingan di bawah ini, beberapa contoh pantun jenaka yang lucu.


Pantun Jenaka Anak

Pantun Jenaka

Harimau telah semakin sombong
Suka menghina yang jelak
Masih kecil telah ompong
Mirip bersama dengan nenek-nenek

Lebar sekali daun talas
Untuk menaikkan daun talam
Makanya jangan suka malas
Sikat gigi pagi dan malam

Kancil cari undur-undur
Mencarinya muter-muter
Ada anak suka tidur
Sambil ngorok sambil ngiler

Prasasti di daun lontar
Ada kecap cap bango
Ada anak sok pintar
Ditanya planga-plongo

Jari sakit dikarenakan luka
Lukanya sangatlah besar
Ini contoh pantun jenaka
Untuk anak sekolah dasar

Selalu menang tidak kalah
Kancil tetap menjadi juara
Pantun jenaka anak sekolah
Untuk kelas empat kelas lima

Sungguh sedap makan ketupat
Kiriman berasal dari kakak ipar
Kami anak kelas empat
Rajin studi dan pintar-pintar

Satu titik dua koma
Anak monyet memanfaatkan gincu
Lihat anak kelas lima
Suka ngebanyol dan melucu

Kain robek kami jahit
Robek dikarenakan perihal kawat
Saya telah 10 bait
Berapa bait yang kamu buat?


Pantun Jenaka Remaja

Pantun Jenaka

Panas-panas kota Jakarta
Akibat pemanasan dunia
Bila mendambakan lulus sarjana
Tidur malam tanpa celana

Awalnya bersua artis tara
Artisnya bersuara merdu
Bila rindu merasa membara
Itulah tanda cinta berpadu

Jambu merah
di dinding
Jangan marah
just kidding

Nasi uduk tetap anget
Beli nye di tepi jalan
Yang kembali duduk manis banget
Boleh ga kite kenalan

Berjalan ke atas rotan
Liat bawah air ya kering
teringat adek di kala makan.
air mata jatuh ke piring.

Mangga muda jangan dibeli,
karena rasanya asam sekali.
Kusangka dia tetap sendiri,.
Ternyata udah memiliki 6 suami

Tanam pete dipinggir kali
petenya lari gak tau diri
Jangan miscall aja kalo berani
Telpon gue kalo memiliki nyali

Butik berisi plaminan
Kotak malang melintang
Cantik tdk jdi jaminan
Ahlak yg di cari orang

Sekolah melacak bebek
Topi kotak di dlm butik
Biarlah berwajah jelek
Tapi ahlak berwajah cantik

Membeli pakaian dihari minggu.
Baju dibeli di dalam pasar,.
Ingin peluk dirimu namun aku tak mampu.
Karena badanmu amat besar


Pantun Jenaka Cinta

Pantun Jenaka

Meminum jamu sambilah berdiri.
Di seduhnya cepat berduduk dibangku.
Bilanya hati kamu masi sendiri.
Berikanlah area untuk diri aku.

Naik keatap memakai lamborjini
lamborjini bekas pakain pita
Cobalah tatap mata aku ini
aKan engkau bisa satu berkas cinta

Pasar Banjar ada dikota
Perginya belanja mempunyai uang saku
Bilanya kau di kejar cinta
Sembunyilah dalam hati aku

Radionya Didalam diPasar Slipi
Rawanya Buaya Pasarnya Cipaku
Tadinya dimalam ku bermimpi
Luna Maya menjadi jodoh aku

Disana gunung di sini gunung.
Tengah – tengahnya pohonnya jati.
Betapa hatiku tengah terbingung
Menunggunya jawaban sijantung hati.

Adanya burung cendrawasih.
memakan duku samppai modar.
percayalah terkasih
kasih dan sayang aku tak dapat pernahnya pudar.

Adanya orang duku dijitak
di jitak bersama dengan orang Botak
selama jantung aku masi berdetak
cinta aku ta dapat terluluh lantak.

Janganlah pernah keselokan
nantinya kotor di tertawakan
janganlah pernah meragukan
berjanji setia yang aku ikrarkan

Kamar kos – kosan berbentuk persegi
di sewakan tukang roti
tak dapat suntuk aku ucapkan selamat pagi
untuk kamu sang pemilik hati

Manchester Citynya dua
Arsenalnya kosong
terlepaskan dari tipu energi cintanya
kini hati aku mulai plong


Pantun Jenaka Lucu

Pantun Jenaka

Burung perkutut
Burung kutilang
Kamu kentut
Nggak bilang bilang

Buah pisang buah tomat
Disimpan di dalam lumbung padi
Pantas tercium bau menyengat
Rupanya kau belum mandi

Memasak ikan di di dalam peti
Paling enak di campur terasi
Gayanya aja kayak selebriti
Tapi dompetnya kagak berisi

Paling seger minum limau
Campur madu malah nikmat
Ayam berani mirip harimau
Itu ayam super nekat

Lebih baik warna kuning
daripada warna ungu
Lebih baik gigi kuning
daripada putih namun palsu

Jalan-jalan ke rawa-rawa
Capek duduk di pohon palm
Geli hati menghambat tawa
Melihat katak kenakan helm

Ke cimanggis membeli kopiah
Kopiah indah kan kau dapati
Begitu banyak gadis yang singgah
Hanya dinda yang memikat hati

Di pinggir kolam makan bubur
Jangan lupa gunakan keripik
Dari semalem aye ga sanggup tidur
Selalu teringat wajah mu yang cantik

Bunga mawar tangkai berduri
Laris manis pedang cendol
Aku tersenyum malu sekali
Ingat dulu puas mengompol

Rumahmu dari kayu
Atapnya dari jerami
Rupamu sungguh ayu
Tapi sayang jarang mandi

Layangan putus nyangkut di paku
Pakunya nempel di jemuran baju
Cinta mu tulus cuma untuk ku
Tapi sayang mama ku ngga setuju

Naek pesawat ke pulau sumbawa
Ada petir gak jadi terbang
Kalau kamu menghendaki tertawa
Tarik bibir ke arah belakang

Dulu delman
Sekarang dokar
Dulu teman
Sekarang pacar

Orang sasak pergi ke Bali
Membawa pelita semuanya
Berbisik pekak dengan tuli
Tertawa si buta melihatnya

Mengambil air di di dalam perigi
Tali timbanya panjang sehasta
Jikalau kucing tak bergigi
Alamat tikus berpesta pora

Ada cacing makan ikan
Udeh kenyang renang ke tangki
Mau tau yang melelahkan
pergi ke Bandung berlangsung kaki

Bunga skuntum boleh di ikat
Bunga dahlia cuma sebatang
Sekali senyum aku terpikat
Senyum kedua dompetku hilang


Pantun Jenaka Pendidikan

Pantun Jenaka

Jika hendak anda melamar
Jangan banyak tulis dihapus
Jika siswa rajin belajar
Sudah pasti pasti lulus

Pergilah ke tepi kali
Jangan lupa bawa guci
Bangkitlah anak pertiwi
Bangunlah negerimu ini

Jika kita pegang kuas
Melukislah pada kertas
Jika anak bangsa cerdas
Bangsa pun berkualitas

Hendaklah melempar jangkar
Kalau ada perahu singgah
Kalau anak bangsa pintar
Negeri ini dapat bangga

Kehutan mencari rusa
Hendaklah mempunyai tali
Wahai anak-anak bangsa
Cepat bangun lekas mandi

Jika anda pergi ke dusun
Jangan lupa bawa beras
Belajarlah dengan tekun
Agar kita naik kelas

Jika pergi ke padang datar
Jangan lupa pulang berlabuh
Jika kita kepingin pintar
Belajarlah nyata-nyata


Pantun Jenaka Sindiran

Pantun Jenaka

Jalan-jalan naik delman
Keliling kota hingga senja
Teman mengaku teman
Kalau tersedia maunya saja

Kunang-kunang berlaksa-laksa
Di selagi hujan badannya basah
Pinjam duwit 1/2 memaksa
Bayar hutangnya benar-benar susah

Pagi hari tanam bawang
Ada ular berkelat kelit
Seringkali minjam uang
Giliran dipinjam benar-benar pelit

Hidup senang karena iman
Nafsu maksiat bakal terkekang
Bagaimana disebut teman
Dia menusuk dari belakang

Raja membangun satu dinasti
Jangan tersedia yang mencelakai
Lain di mulut lain di hati
Berteman cuma melukai

Obat tabib benar-benar manjut
Badan sakit ditutup selimut
Kusangka teman yang jujur
Rupanya musuh didalam selimut

Cari busana pergi ke pekan
Berjalan kaki perlahan-lahan
Berkali-kali sudah dimaafkan
Jangan kembali kembali kesalahan

Dahulu elok si gandaria
Indah bagaikan bunga taman
Daripada kehilangan bahagia
Lebih baik kehilangan teman

Bagus hati jika tabah
ketika membaca surat biru
Jika dinasehati tak terhitung berubah
Baiknya kucari kawan baik baru


Pantun Jenaka Nasehat

Pantun Jenaka

Kalau emas dikata suasa
tentu kuningan seperti tembaga
kalau tidak rela berusaha
meminta mintalah kerjanya

Tidak baik menadah tangan
selalu mengemis dipinggir jalan
apa gara-gara malasnya si insan
tidak malu yang dia kerjakan

Cari kerja sesungguhnya susah
apalagi tidak ada keahlian
tapi banyak termasuk mudah
memang lah malas cari makan

Hidup bukanlah untuk makan
tapi hidup memiliki tujuan
kalau makan sebagai kehidupan
serupalah bersama dengan sang hewan

Carilah harta yg halal
agar anak istri tidak jalal
kalau mengemis membuat mu sial
jangan berbohong lantaran kenal

Tidak malu berwajah buruk
nongkrong diterminal terbungkuk bunguk
jadi pengemis pura pura kikuk
mengharap imbalan dari sopir truk

Menjajah anak dipinggir jalan
sambil memegang kerincingan
tangan menadah minta kasihan
banyak pengemis musiman

Dikejar satpol terbirit birit
lari kelongkang di dalam parit
ditangkap petugas matanya sipit
duduk bersila berlagak wirit


Pantun Jenaka Bertema Kehidupan

Pantun Jenaka

Kejadian yang terjadi pada kehidupan sehari-hari masyarakat kebanyakan dijadikan sebagai bahan inspirasi dalam pembuatan pantun. Tujuannya adalah untuk mendapatkan hiburan dari kondisi sosial yang banyak terjadi pada masyarakat secara umum.

Di sisi lain, hal ini dapat digunakan sebagai cara untuk tidak memandang hidup dari kacamata yang sulit. Justru hidup itu harus dibuat mudah, dan jika perlu ditertawakan.

Charlie Chaplin pernah mengatakan bahwa hidup adalah sebuah tragedi jika dilihat dari dekat, namun merupakan komedi jika dilihat dari jauh. Karenanya untuk tidak menambah beban hidup, ada baiknya menjadikan apa yang sedang terjadi di sekitar kita sebagai bahan untuk membuat pantun jenaka. Berikut adalah beberapa contohnya:

 

Kenapa mau panen kelapa

Padahal belum tumbuh tunas

Kenapa mau beli vespa

Padahal cicilan kompor saja belum lunas

**

Jalan-jalan ke pantai Indrayanti

Jangan lupa membawa sepeda

Tak guna menanti nasib tak pasti

Kalau tak pernah mau berusaha

**

Sehabis manis sepah dibuang

Sehabis gelap terbitlah terang

Habis uang jadilah ngutang

Tak sanggup bayar motor melayang

**

Jual kelapa laku sepuluh

Sisanya akan dikirim ke Padang

Susah nian punya anak sepuluh

Tidur seperti ikan pindang

**

Turun hujan rintik-tintik

Memandang mendung di teras rumah

Harap hati punya pacar cantik

Syaratnya punya rumah dan mobil mewah

**

Berakit-rakit kita ke hulu

Berenang-renang kita ke tepian

Siapa suruh berfoya dulu

Dikejar tagihan bank kemudian

**

Sapi kabur orang sekampung mengejar

Tak tahunya bertemu si tukang jagal

Siapa suruh dulu enggan belajar

Sudah tua sekarang menyesal

**

Gadis kecil berambut kepang

Di lapangan berkejar-kejaran

Jadi orang jangan suka berhutang

Hiduplah saja dengan wajar

**


Pantun Jenaka Bertema Cinta

Pantun Jenaka

Tema cinta sering digunakan sebagai salah satu sumber inspirasi untuk berbagai karya sastra, bahkan untuk dijadikan sebagai pantun jenaka. Tentu saja berbeda dengan tema cinta yang dibuat pada karya sastra lain, dalam pantun jenaka ditekankan mengenai efek kelucuannya. Berikut adalah beberapa contohnya:

 

Jalan-jalan ke Sumedang

Pulangnya mampir pasar malam

Ada abang rajin sembahyang

Mau dong jadikan dia imam

**

Es doger rasanya segar

Buat camilan makan telur asin

Adek manis cepatlah besar

Biar segera abang nikahin

**

Pergi ke Bali bertemu Bayu

Tidak lupa membeli pernak-pernik

Kalau memang kau pandai merayu

Coba sana rayu gadis cantik

**

Pergi ke pasar dengan naik unta

Beli perhiasan dan intan permata

Tak peduli walau dia sudah tua

Yang penting adalah saling cinta

**

Membeli kain berwarna merah

Dari Kediri memakai batik

Eneng digoda janganlah marah

Salah eneng punya wajah cantik

**

Sore-sore makan kue cucur

Memandang hari bergeser senja

Karena cinta hatiku hancur

Siapa yang mau mengobatinya

**

Perahu layar berputar haluan

Melihat pulau ingin bertambat

Pemuda gagah harapkan pasangan

Inginkan gadis tapi janda didapat

**

Kakek berlayar dengan kapal perang

Pulang-pulang membawa lontar

Sudah ingin adek dipinang

Eh si abang tak ada kabar

**

Ke Malioboro beli sandal

Ditempel hiasan dari kulit kerang

Sibuk bekerja mencari modal

Pujaan hati sudah dilamar orang

**


Pantun Jenaka Bertema Situasi

Pantun Jenaka

Pantun jenaka jenis ini biasanya dibuat secara spontan dan disebabkan oleh kekagetan akan suatu situasi. Meski tak jarang juga merupakan hasil pemikiran yang lebih mendalam. Maksud dari pantun yang bertema situasi adalah suatu kejadian yang terjadi dan mengundang tawa atau rasa heran. Berikut adalah contohnya:

 

Jalan-jalan lewat pinggir empang

Di pinggir empang nemu kotak

Hati siapa yang tak jadi bimbang

Minta dikepang padahal dia botak

**

Pergi tamasya ke Sumedang

Melihat kambing makan rumput

Anak-anak tertawa senang

Melihat badut berjoget dangdut

**

Bunga mawar bertangkai duri

Laris manis berdagang cendol

Aku sungguh malu sekali

Tiap ingat dulu suka ngompol

**

Beras ditanak jadilah nasi

Ayam goreng enak baunya

Cukup siapkan piring sebiji

Lebih enak makan bersama

**

Ada kijang berjalan di hutan

Sampailah ia ke kebun kosong

Ada seorang bujang berlarian

Karena dengar anjing menggonggong

**

Karena nila setitik

Rusaklah susu sebelanga

Karena kentut sedetik

Semua harus mencium baunya

**

Hujan gerimis setelah sahur

Awas jatuh tersandung batu

Tak boleh menangis di atas kasur

Nanti kasurnya bisa berkutu

**

Berjualan buah semangka

Tolong beli barang sekilo

Nenek heran kemudian tertawa

Dengar kakek mengajak disko

**

Ayam berkokok tandanya senja

Hewan bertaring menanti mangsa

Kenapa nona bermuram durja

Lebih baik kita menari salsa

**


Pantun Jenaka Sindiran

Pantun Jenaka

Ada banyak cara untuk menyampaikan sindiran, salah satunya adalah dengan menggunakan pantun jenaka. Berbeda dengan bentuk sindiran yang lain, sindiran dalam bentuk pantun jenaka tidak begitu kentara dan sering dianggap lalu sebagai sebuah candaan. Berikut adalah beberapa contohnya:

 

Kalau memang gigi sudah ompong

Segeralah pergi ke dokter gigi

Jangan jadi anak yang sombong

Pasti kan rugi di kemudian hari

**

Buah kesemek buah tomat

Disimpan di dalam lemari

Pantas dari tadi bau menyengat

Ternyata kau belum mandi

**

Malam-malam gelap gulita

Menyalakan pelita diisi minyak

Wajahmu memang cantik jelita

Sayang tertawanya mirip kuntilanak

**

Dari pada di rumah saja menganggur

Lebih baik jualan sate kerang

Rezeki itu sudah ada yang mengatur

Jangan iri melihat suksesnya orang

**

Hati-hati kalau meludah

Jangan sampai kena sepatu orang

Minta maaf itu memang mudah

Tapi tak guna jika masih diulang

**

Nelayan menangkap ikan pari

Sampai di darat sudah dinanti

Kecil-kecil kenapa suka mencuri

Mau jadi apa saat besar nanti

**


Pantun Jenaka Humor

Pantun Jenaka

Pantun jenaka jenis ini dibuat sepenuhnya untuk menghibur dan mengangkat hal hampir mustahil. Dibuat untuk memancing tawa dari orang yang mendengarnya. Tidak jarang si pembuat pantun pun ikut tertawa karena merasa pantun buatannya lucu. Berikut ini adalah contohnya:

 

Duduk di atap si kucing betina

Tak hentinya mengeong-ngeong

Kulihat wanita cantik jelita

Malang melanda punggungnya bolong

**

Senin Selasa Rabu Kamis

Jumat Sabtu sampai Minggu

Eh ada gadis bermuka manis

Tapi ternyata itu hantu

**

Anak-anak bersuka ria

Bermain menari berdendang pula

Orang mana yang tak kan tertawa

Disangka waras tapi ternyata gila

**

Jalan-jalan sampai Lamongan

Jangan lupa jajan soto

Swadaya sudah lagi tak zaman

Yang ada sekarang adalah swafoto

**

Makan roti tawar pakai Nutella

Tapi ternyata kalengnya kosong

Gadis kecil melongok ke jendela

Memamerkan giginya yang ompong

**

Bikin sambal tak perlu merica

Enaknya makan pakai ikan layur

Buku itu gunanya untuk dibaca

Bukannya dipakai bantal tidur

**


Sama halnya seperti jenis pantun yang lain, pantun jenaka juga masih mengindahkan aturan dalam pantun. Menggunakan sajak a-b-a-b dengan empat baris setiap baitnya dan tiap baris berisikan antara 8 sampai 12 suku kata.

Yang membedakan adalah isinya yang dapat mengandung unsur humor dan canda yang membuat orang yang mendengar tertawa. Pantun jenaka masih dapat sering kita jumpai di berbagai kesempatan sebagai salah satu cara berkomunikasi. Bahkan sering pula dilakukan di berbagai program hiburan televisi.

Seolah menjadi bukti bahwa pantun sebagai salah satu warisan kesusastraan asli Indonesia pun dapat terus bertahan seiring dengan perkembangan zaman.

Bagaimana contoh pantun jenaka diatas menghibur bukan, semoga anda dapat bahagia dengan beberapa pantun jenaka yang telah kami bagikan. Karena pada dasarnya kebahagian itu dicari, karena setiap orang punya cara sendiri untuk bahagia. Demikianlah artikel pantun lucu ini, semoga bermanfaat dan jangan lupa berikan komentar anda.

Pantun Jenaka

Pantun Perpisahan

Kartika Aryani
4 min read

Contoh Pantun

Kartika Aryani
7 min read

Pantun Teka Teki

Kartika Aryani
11 min read

Tinggalkan Balasan