TARI BARIS : Sejarah, Properti, Asal, Gerakan dan Pola Lantai

Tari Baris

Tari Baris – Jenis atau ragam tarian tradisional khas Indonesia memang sangat banyak. Setiap tarian umumnya akan melambangkan cerita dan wilayah asalnya.

Jika ingin belajar dan mendalami salah satunya, maka Tari Baris akan sangat layak untuk dijadikan pilihan. Sama seperti tarian daerah lainnya, tarian ini juga memiliki ciri khas dan keunikannya sendiri.

Sehingga, tarian ini layak untuk didalami lebih jauh di berbagai aspeknya. Mulai dari sejarah properti, keunikan, hingga fungsinya sangat potensial untuk ditelaah.

Dengan memahami semua aspeknya, maka wawasan tentang tarian ini akan lebih banyak. Untuk mengetahui detail lengkapnya, simak penjabaran di bawah ini:

Tari Baris


Asal Tari Baris

Asal Tari Baris

Tarian Baris adalah salah satu golongan tarian yang muncul dan dibentuk di Bali. Meski Bali memiliki jenis tarian lain yang sangat populer seperti Kecak dan Pendet.

Namun Tarian Baris juga sangat layak diperhitungkan. Tarian ini secara keseluruhan juga menggambarkan budaya Bali yang sangat kental dan mendalam.

Meski sama-sama menggambarkan budaya Bali, namun penggambaran cerita dari tarian ini berbeda dengan tarian lainnya.

Tarian Baris memberikan kisah tentang prajurit yang akan pergi ke medan perang. Selain itu, kepatuhan prajurit pada raja juga digambarkan secara menyeluruh pada tarian ini sehingga gerakannya juga menyesuaikan.

Baca Juga: Tari Baris Gede


Sejarah Tari Baris

Sejarah Tari Baris

Sejarah mencatat jika tarian ini sudah ada sejak abad ke-16. Sekitar tahun 1550 Masehi, tarian ini mulai muncul ke masyarakat.

Namun secara keseluruhan, belum diketahui siapa pencipta asli tarian unik ini. setidaknya informasi inilah yang tertulis dalam Kidung Sunda yang mencatat sejarah tariannya secara menyeluruh.

Pada Kidung Sunda tersebut, tertulis banyak informasi mengenai tarian ini di awal kemunculannya. Mulai dari jumlah tariannya yang ada tujuh, hingga jumlah penarinya secara keseluruhan sudah disebutkan.

Unsur sakral dari tarian ini juga dijelaskan dengan jelas karena tarian ini dipakai untuk upacara kremasi saat awal muncul. Karena tarian ini tergolong populer pada masanya, maka perkembangan tidak bisa dielakkan.

Pada abad ke-19, tarian ini mulai dikembangkan dan dimodifikasi hingga muncul Tarian Baris Tunggal. Nilai fungsinya juga berubah menyesuaikan dengan kebutuhan. Hal ini juga disesuaikan sarana hiburan yang dibutuhkan masyarakat.

Semua proses sejarah ini tentunya tidak hanya berhenti di poin itu saja. Jenis tarian ini juga semakin berkembang dan mulai muncul jenis yang lainnya.

Semakin banyak jenis, maka ragam tariannya juga semakin kompleks. Bahkan unsur dan perbedaannya juga ada. Meski demikian, struktur utamanya tidak hilang dan masih tetap dilestarikan hingga saat ini.

Baca Juga: Tari Barong


Properti Tari Baris

Properti Tari Baris

Sama seperti pada tarian tradisional lainnya, Tarian Baris juga memiliki beberapa properti pendukung untuk pertunjukan tariannya.

Setiap properti tentunya penting untuk dihadirkan. Jika salah satunya tidak ada, maka pertunjukannya tidak bisa dikatakan lengkap. Untuk mengetahui detail propertinya, simak daftarnya di bawah ini:

1. Make Up

Properti pertama yang wajib ada adalah make up. Penari yang akan mementaskan tarian ini harus memakai make up dengan tampilan khusus.

Melalui make up ini, maka karakter dari penari akan terpancar dan terlihat. Oleh sebab itu, properti make up sangatlah penting untuk dipasangkan kepada wajah penari.

2. Kostum

Selain make up, kostum juga penting untuk ada dalam tarian ini. Komponen kostum yang dipakai penari ini tentunya bisa menggambarkan berbagai hal dalam tarian.

Mulai dari jalan cerita, karakter, dan beberapa aspek pendukung lainnya. Secara khusus, kostum untuk tarian ini akan longgar sehingga arah gerak penari akan lebih mudah.

3. Alat Musik

Sebagai pengiring tarian, alat musik juga wajib ada. Ada sejumlah alat tertentu yang bisa dilengkapi. Mulai dari gong, palegongan, angklung, semar pegulingan, gambelan pajogedan, dan cumang kirang.

Namun tidak hanya itu saja, terkadang penari juga memanfaatkan suaranya sendiri untuk menciptakan suara dalam tarian.

4. Senjata Pertempuran

Senjata pertempuran juga masuk dalam jajaran properti yang penting. Karena tarian ini memiliki jalan cerita tentang peperangan, maka komponen senjata tidak boleh dilewatkan.

Jenis senjata yang biasanya dipakai adalah perisai, panah, tombak, dan gelung. Meski hanya untuk tarian, namun semua properti senjatanya akan memakai yang asli.

Baca Juga: Tari Bedana


Pola Lantai Tari Baris

Pola Lantai Tari Baris

Pola lantai utama yang dipakai dalam tarian ini adalah pola lantai garis lurus. Sesuai dengan nama tariannya, penari akan menampilkan jenis pola yang sejajar atau berderet.

Namun untuk penyajiannya, penari akan menampilkan jenis garis vertikal. Namun tidak menutup kemungkinan ada jenis horizontal yang dimanfaatkan dalam tarian.

Jenis pola lantai ini muncul di hampir semua jenis Tarian Baris. Hal ini memang sudah disesuaikan dengan konsep tarian yang akan dipentaskan.

Sehingga pola lantai ini memang sudah menjadi aturan dasar yang tentunya tidak bisa diubah di berbagai aspeknya. Dengan adanya ketentuan ini, maka pihak yang sedang mengalaminya juga harus bisa memahaminya.


Gerakan Tari Baris

Gerakan Tari Baris

Selain pembahasan di atas, gerakan dalam Tarian Baris juga masuk golongan yang penting untuk dibahas. Setiap tarian pasti memiliki pakem-pakem gerakan tertentu.

Tarian ini juga sama, karena mengandung beberapa jenis gerakan khusus. Berikut detail gerakan yang dipakai dalam tarian beserta dengan ulasan lengkapnya:

1. Ngombak Lantang

Jenis gerakan yang pertama adalah ngombak lantang. Khusus untuk gerakan ini, maka poin utamanya ada pada tangan.

Secara khusus, tangan penari akan bergerak membuka dan arah pergerakannya disesuaikan dengan gerak tombak. Sedangkan untuk kaki, akan mengikuti tangan agar hasil kombinasi gerakan menjadi padu.

2. Mungkah Lawang

Mungkah lawang masuk dalam gerakan awal yang wajib ada dalam tarian ini. Berdasarkan artinya, mungkah lawang berarti membuka pintu.

Maknanya, tarian ini dipakai untuk membuka tarian dan sebagai awal gerakan. Saat gerakan ini dipakai, maka penari akan membuat sikat siap agar tarian bisa dimulai dan dilanjutkan.

3. Napdap Gelung

Nangdap gelung ini merupakan gerakan penting lainnya. Dengan gerakan ini, maka penari akan membenahi letak gelung yang dalam cerita dipakai dalam peperangan.

Jadi, poin utama gerakan yang muncul adalah pada komponen tangan. Namun untuk badan dan kaki akan menyesuaikan gerakan yang ada agar hasilnya maksimal.

4. Gerakan Tayong

Lalu untuk gerakan tayong, maka fokus utama yang ditampilkan adalah pada kaki penari. Setiap penari yang memakai gerakan ini akan menggerakkan kaki secara mengayun dengan kompak.

Dengan gerakan yang kompak, maka hasil gerakan akan menarik dan unik. Hal ini tentunya penting untuk diwujudkan dalam tarian.

5. Agem

Jenis gerakan lain yang tidak kalah penting adalah agem. Untuk agem ini, maka gerakan tangan kiri akan menyerang bagian dada. Sedangkan tangan kanan akan melakukan serangan mata.

Gerakan ini akan ditampilkan saat awal permulaan tarian. Setiap gerakan yang dihasilkan ini akan dibuat dinamis agar menarik untuk dilihat.


Keunikan Tari Baris

Keunikan Tari Baris

Jika dilihat dari segi keunikannya, makna Tari Baris ini memiliki beberapa aspek unik di dalamnya. Keunikan pertama yang muncul adalah dari jenis tarian lain yang terbentuk.

Jadi, Tarian Baris ini memiliki banyak jenis lain yang juga sering dipentaskan. Misalnya Tarian Baris Dadap, Tarian Baris Cina, dan Tarian Baris Gede.

Setiap jenis Tarian Baris ini tentunya memiliki karakteristik masing-masing. Hal ini tentunya bisa dijadikan suatu keunikan yang layak untuk dipahami.

Tidak banyak tarian tradisional yang memiliki jenis bentukan lain di dalamnya. Jadi, hal ini juga bisa dijadikan suatu pembeda. Namun tidak hanya pada jenisnya, jumlah penarinya juga banyak.

Secara keseluruhan, jumlah penari untuk tarian ini sangatlah banyak. Jumlah yang sering dipakai antara 8 sampai 40 penari.

Namun jumlah ini akan disesuaikan dengan jenis Tarian Baris yang akan dipentaskan. Dengan jumlah yang sangat banyak ini, maka keunikan lain muncul karena pertunjukannya akan sangat ramai.


Fungsi Tari Baris

Fungsi Tari Baris

Lalu bagaimana untuk fungsi Tarian Baris? Secara fungsional, tarian ini awalnya dipakai untuk ritual keagamaan yang ada di kerajaan.

Para prajurit yang akan pergi ke komponen medan perang akan disuguhi tarian ini. Setidaknya inilah fungsi utama yang muncul dan dipakai dalam pertunjukan tarian ini secara menyeluruh.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, maka terjadi pergeseran dan penambahan fungsi yang ada. Lama-kelamaan tarian ini dipakai sebagai sarana hiburan masyarakat dan tidak hanya dipentaskan di kerajaan saja.

Sehingga, masyarakat bisa menikmatinya dengan lebih mudah di berbagai kesempatan atau acara rakyat yang ada. Selain itu, setiap jenis Tarian Baris juga memiliki fungsi yang tidak sama.

Dengan banyaknya modifikasi tarian yang terjadi, maka fungsinya juga semakin beragam. Hal ini terjadi secara perlahan dan terus berkembang. Namun secara khusus, fungsi-fungsi awal yang ada masih melekat dalam tarian ini tanpa ada pengurangan.


Penutup Artikel Tari Baris

Itulah penjelasan lengkap mengenai Tari Baris di berbagai aspek pentingnya. Mulai dari sejarah, komponen properti, fungsi, hingga keunikannya sudah diulas secara menyeluruh.

Dengan mempelajari semua komponen di atas, maka proses pemahaman tentang tarian ini akan lebih baik. Selain itu, wawasan mengenai tarian ini juga bisa bertambah.

Tari Baris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *