Tari Bedana Berasal dari Daerah? Sejarah, Properti dan Pola Lantai

Tari Bedana – Ragam tarian yang ada di Indonesia tentunya bisa dijadikan identitas di berbagai daerah asalnya. Salah satu tarian yang memberi identitas untuk tempat asalnya secara menyeluruh adalah Tari Bedana dengan segala keunikannya.

Secara khusus, tarian ini akan sangat menarik untuk dipelajari di berbagai aspek pendukungnya. Bagi yang sedang mendalami jenis tarian tradisional, maka tarian ini bisa dijadikan pilihan untuk dipahami.

Mulai dari sejarah, properti, keunikan, hingga fungsinya akan sangat menarik untuk diulas. Penasaran dengan semua penjabaran yang ada? Simak daftar lengkapnya di bawah ini secara menyeluruh dan mendetail:


Asal Tari Bedana

Asal Tari Bedana

Tarian Bedana masuk dalam golongan tarian yang asalnya dari Lampung. Karena berasal dari wilayah tersebut, maka budaya yang diadopsi juga budaya Lampung.

Jika penonton melihat tarian ini, maka kesan budaya yang kental akan terlihat. Tentunya komponen ini akan sangat menarik untuk dilihat dan dinikmati oleh para penonton.

Jika berbicara tentang namanya, Tarian Bedana ini memiliki nama lain Tarian Zapin Melayu. Hal ini dikarenakan ada unsur Melayu yang kuat pada tarian ini.

Bagi yang sedang mempelajari tarian ini, maka unsur tersebut akan terlihat jelas saat ditelisik detail mendalamnya. Semua aspek pendukungnya juga menganut budaya Lampung dan Melayu secara keseluruhan.


Sejarah Tari Bedana

Sejarah mencatat, Tarian Bedana muncul pada sekitar tahun 1930. Pada tahun tersebut, ada seorang pedagang yang berasal dari Arab datang membawa tarian ini.

Kemudian, ia mengajarkan tarian ini pada tiga orang yang bernama Amang, Ma’ruf, dan Kuta. Tiga orang inilah yang akhirnya menjadi sumber penyebaran tarian ke berbagai pihak. Secara keseluruhan, gerakan awal yang diajarkan pada tarian ini melambangkan kasih sayang, pergaulan, dan persaudaraan.

Setidaknya pesan inilah yang disampaikan oleh tiga orang tersebut dalam penyebarannya. Karena isi pesannya sangat dekat dengan kehidupan, maka tarian ini mudah disebarkan dan diperkenalkan kepada masyarakat.

Saat awal diperkenalkan, tarian ini hanya ditampilkan oleh penari pria saja. Hal ini juga sudah disesuaikan dengan tiga orang yang menyebarkan tarian ini.

Sedangkan untuk penontonnya, hanya keluarga sang penari saja. Setidaknya inilah yang terus berkembang saat masa awal kemunculan tariannya hingga terjadi pergeseran waktu. Namun seiring dengan perkembangan zaman, komponen tarian ini mulai dikenal banyak pihak.

Akhirnya, munculah modifikasi dalam tariannya dan mulai ditampilkan oleh penari laki-laki dan perempuan. Penontonnya pun tidak hanya keluarga penari saja. Siapa pun sudah bisa melihat tarian ini di berbagai acara rakyat.


Properti Tari Bedana

Gerakan Tari Bedana

Komponen properti termasuk salah satu komponen penting dalam Tarian Bedana. Properti ini harus dihadirkan secara lengkap pada tarian.

Jika ada salah satu yang tidak lengkap, maka tarian ini tidak bisa dikatakan lengkap ke segala aspeknya. Untuk mengetahui detail properti yang akan dipakai, simak daftarnya berikut ini:

1. Iringan Musik

Jenis properti pertama yang harus ada adalah iringan musik. Dengan komponen musik, maka tarian bisa ditampilkan dengan acuan yang jelas.

  Tari Indang Berasal dari Daerah? Sejarah, Properti dan Pola Lantai

Jenis alat musik yang biasanya dipakai dalam tarian ini juga bermacam-macam. Setiap jenis alat musik pastinya memiliki fungsi tertentu dalam pembuatan suaranya. Berikut beberapa jenis alat musik yang dipakai:

  • Ketipung: jenis alat musik pukul yang biasa dinamai dengan marawis. Secara khusus, alat musik ini sangat kental dengan budaya Islam yang juga digambarkan dalam tarian.
  • Gambus lunik: jenis alat musik yang memiliki jumlah dawai sebanyak 4 buah. Alat musik ini dimanfaatkan dengan cara dipetik untuk membuat suara yang khas dan unik.
  • Terbangan: jenis alat musik yang dipukul dalam pemanfaatannya seperti ketipung. Karenceng adalah sebutan lain dari golongan alat musik ini. Biasanya, terbangan ini diciptakan dengan bahan utama kayu nangka yang bisa menimbulkan suara khas.
  • Pembawa lagu: merupakan pihak yang menyanyikan lagu untuk tambahan iringan musik. Biasanya, jenis lagu yang ditampilkan akan kental dengan pesan moral untuk penontonnya. Penyampaiannya juga disesuaikan dengan musik sehingga akan selaras dan padu.

Semua jenis alat musik dan komponen pendukung ini memang harus ada saat tarian ini ditampilkan. Setiap jenis alat musik pastinya akan memberikan hasil suara yang berbeda-beda.

Oleh sebab itu, kemunculannya akan sangat pas dan menarik untuk didengar. Jika satu aspek saja tidak ada, maka suara yang dihasilkan akan terasa kurang lengkap.

2. Kostum Penari Laki-Laki

Selain aspek iringan musik, komponen kostum penari juga penting untuk disediakan. Dengan kostum yang lengkap, tentunya penggambaran karakter dalam tarian akan lebih terarah.

Oleh sebab itu, setiap detail yang ada dalam kostum penari wajib dihadirkan dan dimunculkan. Jika satu saja tidak ada, maka akan terasa kurang.

Jenis kostum untuk penari ini dibedakan antara penari laki-laki dan penari perempuan. Perbedaan yang muncul ini ada pada bagian-bagian mendetailnya.

Untuk penari laki-laki, beberapa komponen kostum akan terdiri dari bagian-bagian yang tentunya sangat penting. Berikut beberapa jenis bagian untuk kostum penari laki-laki:

  • Bebitang
  • Peci pengikat kepala atau kilat akinan
  • Gelang panggul
  • Kain bidak gantung
  • Buah jukum
  • Kalakah bangkang
  • Gelang kano

Setiap detail komponen kostum penari laki-laki ini tentunya harus dilengkapi dan dipakai dengan baik. Semua komponennya sudah menyeluruh mulai dari pakaian hingga aksesoris tambahannya.

Dengan struktur pakaian yang terkonsep lengkap ini, maka penari sudah bisa menampilkan tarian ini secara menyeluruh dan lengkap.

3. Kostum Penari Perempuan

Selain kostum untuk penari pria, ada juga kostum untuk penari wanita yang susu nya juga tergolong banyak. Semua jenis komponen pada kostum ini juga wajib dihadirkan dan dipakai penari.

Apabila satu poin aja kurang, maka penari akan terlihat kurang lengkap pada penggunaan kostumnya. Berikut detail komponen pada penari perempuannya:

  • Gaharu kembang goyang atau sual kira
  • Sanggul malam atau belatung tebak
  • Subang gawir atau bulan termangga
  • Kembang melati
  • Buah jukum
  • Anting-anting
  • Gelang kano atau gelang bibit
  • Bebitang
  • Kawai kurung
  • Tapis

  Tari Dolalak Berasal dari Daerah? Sejarah, Properti dan Pola Lantai

Jika dibandingkan dengan susunan kostum penari pria, susunan untuk kostum penari wanita ini jauh lebih banyak.

Hal ini dikarenakan komponen aksesorisnya juga lebih mendetail dan menyeluruh untuk kostum perempuan. Dengan komponen yang lengkap ini, maka tampilan penari perempuan akan jauh lebih cantik dan menarik.


Pola Lantai Tari Bedana

Komponen pola lantai yang ditampilkan dalam Tari Bedana termasuk jenis pola lantai kombinasi. Hal ini dikarenakan ada beberapa jenis pola lantai yang dipakai dalam tarian ini.

Beberapa jenis pola lantai tersebut adalah pola lantai lingkaran, diagonal, segitiga, dan beberapa jenis pola lantai lain yang tentunya terkonsep jelas.

Semua jenis pola lantai yang dipakai ini tentunya akan dimanfaatkan penari untuk membentuk komposisi tarian yang menarik.

Pada proses pemakaiannya pun pola lantai juga akan disusun dengan rapi sehingga tarian yang ditampilkan memiliki konsep yang jelas. Jenis pola lantai ini juga sudah dipakai sejak lama, sehingga tetap dilestarikan sampai sekarang.


Gerakan Tari Bedana

Properti Tari Bedana

Jenis gerakan yang dimanfaatkan dalam Tari Bedana ini tergolong sangat beragam. Mulai dari gerakan tahtim sembah, khesek injing, jipang, geleg, ombak moih khesek gantung, ayung, dan ayung gantung.

Semua gerakan ini akan ditampilkan penari dengan baik hingga menciptakan susunan kombinasi gerakan yang menarik. Meski semua gerakan tersebut tergolong rumit, namun tetap harus ditampilkan oleh penari.

Hal ini dikarenakan setiap gerakan yang ada bisa menggambarkan pesan dari tarian yang ditampilkan. Jadi jika ada satu gerakan yang kurang, maka pesan yang disampaikan penari juga tidak akan lengkap ke berbagai bagiannya.


Keunikan Tari Bedana

Lalu untuk unsur keunikannya, Tari Bedana ini memiliki keunikan mendasar di bagian pesan moralnya. Secara keseluruhan, tarian ini memiliki makna mendalam tentang pergaulan yang ada pada kaum muda.

Jika penonton menyaksikan tarian ini, maka akan mendapat pesan dan sentilan mengenai pergaulan muda-mudi yang ada pada saat ini.

Jadi bukan hanya tentang gerakan dan segala aspek pendukungnya, namun pesan moral yang disampaikan juga sangat kental akan budaya.

Hal ini tentunya sangat unik dan menarik untuk dibahas. Dengan adanya pesan moral tersebut, maka sudah bisa dipahami jika tarian ini masuk dalam warisan budaya pada masa masuknya Islam.


Fungsi Tari Bedana

Sama seperti tarian tradisional lainnya, Tari Bedana ini juga memiliki fungsi khusus dalam pementasannya. Secara khusus, tarian ini memiliki fungsi sebagai tarian pergaulan yang kerap ditampilkan masyarakat.  Sehingga, tarian ini akan mudah dipentaskan dan mudah ditemukan di berbagai acara.

Biasanya, tarian ini akan dimanfaatkan di acara khatam Al-Quran. Saat ada salah satu komponen anggota keluarga yang khatam Al-Quran, maka akan dipentaskan tarian ini sebagai wujud syukur.

Setidaknya fungsi inilah yang masih melekat di masyarakat dan terus ada sampai saat ini. Sehingga, kemunculannya masih mudah ditemui.


Penutup

Demikianlah detail lengkap mengenai Tari Bedana dan segala aspek pendukungnya. Mulai dari sejarah, properti, keunikan, hingga fungsi sudah digambarkan dengan jelas dan mendetail.

Melalui semua pembahasan tersebut, maka pihak yang sedang mendalami tariannya bisa mempelajarinya sebagai tambahan wawasan.

Tari Bedana