TARI KONTEMPORER: Sejarah, Properti, Gerakan dan Pola Lantai

Tari Kontemporer

Tari Kontemporer –Jenis tarian yang ada di Indonesia memang sangat banyak. Salah satu golongan yang sering ditarikan adalah tari kontemporer dengan segala keunikannya.

Secara khusus, tarian kontemporer adalah sebuah tarian yang sudah memiliki inovasi atau revolusi di beberapa bagiannya. Sehingga, tarian ini tidak lagi tarian dasar yang gerakannya sudah diturunkan sejak dulu.

Meski sudah memiliki inovasi, namun tarian jenis ini masih memiliki berbagai aspek dan komponen yang penting di dalamnya. Aspek yang penting tersebut yaitu unsur, ciri-ciri, serta fungsinya.

Secara fungsional, semua aspek ini tentunya penting untuk dipahami. Untuk mengetahui detailnya, simak penjabaran yang ada di bawah ini:

Tari Kontemporer


Contoh Tari Kontemporer

Jenis dari tari kontemporer sendiri ada banyak. Dengan Mengetahui beberapa contohnya, maka akan lebih mudah memahami tarian ini secara menyeluruh.

Oleh sebab itu, akan diberikan lima contoh tarian kontemporer yang bisa dipelajari. Simak daftar yang ada di bawah ini dan pahami setiap aspek mendalamnya:

1. Tari Setan Bercanda

Tari Setan Bercanda

Tarian kontemporer pertama yang bisa dipelajari adalah Tari Setan Bercanda. Jika dilihat dari komponen namanya memang terkesan unik. Nama yang unik inilah yang menjadikan tarian ini dilirik banyak pihak.

Namun untuk penyajian tariannya tentu tetap serius sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.

Secara khusus, tarian ini adalah jenis yang berasal dari wilayah Bali. Dulu, I Wayan Dibia adalah sosok yang menciptakan tarian kontemporer ini. Karena tergolong unik, tarian ini masih dilestarikan sampai saat ini.

Aspek ini tentunya tidak lepas dari ketertarikan berbagai pihak pada setiap aspek dalam tarian ini secara menyeluruh.

Baca Juga: Tari Kreasi

2. Tari Cak Rina

Tari Cak Rina

Tidak hanya Tari Setan Bercanda, tarian kontemporer lain yang berasal dari Bali adalah Tari Cak Rina. Tepatnya di wilayah Banjar Teges, tarian ini mulai diciptakan. Sardono W Kusumo adalah seniman yang secara khusus menciptakan tarian ini secara menyeluruh. Sama seperti tarian kontemporer lain, tarian ini juga sudah ada sejak lama.

Setidaknya sejak tahun 1972, tarian ini sudah mulai dikenal dan ditarikan di berbagai kesempatan yang ada. Karena masuk dalam golongan tarian kontemporer, tarian ini juga memiliki fungsi hiburan yang sangat kuat.

Dengan demikian, masyarakat tentunya juga memakai tarian ini sebagai salah satu media hiburan pada masanya.

3. Tari Barong-Barongan

Tari Barong Barongan

Selanjutnya ada jenis tarian kontemporer lain yang penting untuk dipelajari secara mendalam. Tarian ini bernama Tari Barong-Barongan yang secara khusus diciptakan oleh I Wayan Dibia.

Karena seniman penciptanya berasal dari Bali, maka budaya Bali juga melekat pada tarian jenis ini. Bali memang menjadi pusatnya tarian kontemporer.

Sesuai dengan namanya, tarian ini tentunya juga memakai barong sebagai aspek atau properti utamanya. Karena masuk dalam jajaran tarian kontemporer, maka gerak dan pola dalam tarian ini jauh lebih bebas.

Dengan demikian, penonton tidak akan bosan saat melihat tarian ini karena ada berbagai aspek yang akan ditunjukkan.

Baca Juga: Tari Kreasi Baru

4. Tari Yapong

Tari Yapong

Jika melihat dari sejarahnya, Tari Yapong pertama kali dipentaskan dalam acara ulang tahun Jakarta ke 450 tahun. Dengan demikian bisa disimpulkan jika asal tarian ini adalah dari Jakarta, khususnya Suku Betawi.

Secara khusus, Bagong Kussudiarjo sebagai seniman tari sudah menciptakan tarian ini secara menyeluruh di berbagai aspeknya.

Tarian ini tidak diciptakan tanpa adanya proses yang panjang. Seniman pembuat tarian ini melakukan observasi setidaknya beberapa bulan hingga akhirnya bisa membentuk tarian ini.

Cerita yang dipakai dalam tarian ini adalah tentang penyambutan Pangeran Jayakarta. Karena cerita yang diusung sangat kental dengan sejarah, maka makna tarian ini juga dalam.

5. Tari Urub Urub

Tari Urub Urub

Jenis tarian kontemporer yang kelima adalah Tari Urub Urub. Tarian ini secara khusus berasal dari wilayah Jawa. Karena berasal dari wilayah tersebut.

maka budaya Jawa akan sangat kental dan terasa di berbagai aspeknya. Hal ini tentunya juga sangat menarik untuk dilihat dan diperhatikan oleh setiap penonton yang menyaksikan.

Makna yang ada dalam tarian ini juga sangat dalam. Gambaran kehidupan manusia yang harus terus bersemangat akan digambarkan secara jelas dalam tarian ini.

Karena maknanya tentang semangat, maka gerakan tarian ini lebih dinamis dan menarik. Hal ini tentunya akan sangat pas dijadikan sebagai hiburan masyarakat.

Baca Juga: Tari Kuda Lumping


Ciri-Ciri Tari Kontemporer

Ciri Ciri Tari Kontemporer

Jika berbicara mengenai tari kontemporer, maka harus tahu juga beberapa ciri-ciri yang ada di dalamnya. Dengan mengetahui setiap ciri-ciri yang ada, maka akan lebih mudah mengidentifikasi yang mana tarian kontemporer dan mana yang bukan. Untuk lebih detailnya, simak beberapa unsurnya di bagian bawah ini secara menyeluruh:

1. Gerak Tari Tradisional Bukan Lagi Dasar Gerakan

Pada tarian kontemporer, dasar gerakan yang dipakai bukan lagi gerak tari tradisional. Karena sudah ada inovasi dan penambahan di berbagai gerakannya, maka semua aspek gerakan yang terbentuk akan berbeda.

Hal ini tentunya bisa dilihat secara nyata pada setiap gerakan tariannya yang sudah tidak mengikuti pakem tertentu.

2. Pola Lebih Bebas

Pola tarian kontemporer secara khusus jauh lebih bebas dan tidak terikat. Hal ini tentunya disesuaikan dengan jenis tarian dan cerita yang diangkat.

Pembuat tarian kontemporer bisa mengembangkan pola menjadi sebebas mungkin sesuai dengan kebutuhan. Karena tidak ada aturan yang mengikat, maka prosesnya berbeda dengan tari tradisional lainnya.

3. Penataan Area Disesuaikan dengan Suasana Pementasan

Penataan area tari juga bisa disesuaikan dengan suasana pementasan pada saat akan dilangsungkan. Jika pada tarian tradisional yang sudah memiliki pakem, maka ada beberapa aturan yang pasti dilakukan di tiap pementasan.

Namun hal ini tidak akan ada pada tarian kontemporer, sehingga bisa disesuaikan dengan kondisi terkininya.

4. Penerapan Tarian Tidak Terikat Aturan Tertentu

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, tarian jenis ini tidak memiliki aturan yang mengikat. Hal ini tentunya bisa dijadikan pembeda dengan tarian tradisional lain yang sudah terikat dengan aturan-aturan tertentu.

Karena tidak terikat dengan aturan, maka segala proses yang ada ada tarian ini jauh lebih bebas dibanding tarian lainnya.


Unsur Tari Kontemporer

Unsur Tari Kontemporer

Selain ciri-ciri, aspek lain dari tari kontemporer yang harus diketahui adalah unsur tariannya. Setidaknya ada tiga unsur utama yang hadir dalam tarian jenis ini.

Tentunya, setiap unsur sangatlah penting dan tidak boleh dilewatkan begitu saja. Berikut adalah tiga unsur yang diperlukan dalam tarian beserta dengan penjabaran lengkapnya:

1. Unsur Gerak

Unsur gerakan adalah aspek pertama yang harus ada dalam tarian ini secara menyeluruh. Meski masuk golongan tarian yang sudah terjadi inovasi di dalamnya, namun gerakan dalam tarian ini masih sarat akan makna.

Selain itu, setiap gerakannya juga memiliki nilai keindahan dan estetika tinggi yang bisa dilihat dalam gerakannya.

2. Unsur Iringan

Selanjutnya, ada unsur iringan yang juga harus ada dalam tarian ini. Secara khusus, unsur iringan ini juga penting dan wajib ada.

Iringan musik yang muncul dalam tarian akan dipakai oleh penari sebagai acuan dalam bergerak. Jika tidak ada unsur iringan dalam tarian, maka penari akan kesulitan bergerak karena tidak ada acuannya.

3. Unsur Busana

Unsur busana juga masuk golongan penting lainnya. Melalui busana yang disesuaikan dengan cerita, maka karakter yang digambarkan dalam gerakan juga bisa terlihat dalam penari.

Oleh sebab itu, busana ini penting ada dan disesuaikan dengan konsep tarian agar apa yang disampaikan juga bisa tersalurkan dengan baik.


Fungsi Tari Kontemporer

Fungsi Tari Kontemporer

Jika melihat nilai fungsinya, tari kontemporer ini juga memiliki beragam fungsi yang tidak bisa dikesampingkan. Setidaknya ada empat fungsi dasar yang ada di dalamnya. Penasaran apa saja fungsi yang ada pada tarian kontemporer ini? Simak daftar dan penjabarannya secara menyeluruh di bawah ini:

1. Sebagai Sarana Hiburan

Fungsi pertama adalah sebagai sarana hiburan masyarakat luas. Saat ini, tarian kontemporer sudah bisa ditemukan pada berbagai acara yang mudah ditemukan.

Tidak hanya sebagai bahan hiburan penonton, tarian jenis ini juga bisa dijadikan hiburan bagi penarinya. Dengan demikian, nilai fungsi ini bisa dikatakan menyeluruh.

Tentunya setiap tarian kontemporer bisa menceritakan berbagai kisah dan berbagai ekspresi berbeda. Kebanyakan tarian kontemporer memang memiliki konsep yang gembira, sehingga saat ditampilkan bisa melepas kesedihan penontonnya. Hal ini tentunya sangat penting bagi pihak-pihak yang sedang mencari hiburan.

2. Sebagai Sarana Pendidikan

Tidak hanya sebagai sarana hiburan, tarian jenis ini juga bisa dijadikan sebagai saran pendidikan untuk berbagai pihak.

Secara khusus, tarian kontemporer memang sering dipakai di berbagai jenjang pendidikan. Karena jenis tarian kontemporer juga ada banyak, maka tidak heran jika tarian ini sering diajarkan.

Mengajarkan tarian kontemporer kepada siswa di berbagai jenjang tentunya memiliki alasan jelas. Secara khusus, tarian ini bisa mengajarkan berfikir para siswa.

Selain itu, motorik gerak siswa juga bisa dilatih melalui tarian jenis ini. Oleh sebab itu, tarian kontemporer sering dipakai dalam fungsi ini secara menyeluruh.

3. Sebagai Media Menyajikan Karya Artistik

Setiap seniman tari pastinya butuh suatu media untuk mengekspresikan kelebihannya. Oleh sebab itu, tarian kontemporer sering dijadikan media untuk membentuk suatu karya artistik.

Pada karya seni tarian kontemporer yang dibuat oleh para seniman, tentunya ada nilai estetika tinggi yang sangat diperhitungkan.

Biasanya, para seniman akan mengekspresikan jiwanya dengan karya tari yang sudah dihasilkan. Hal ini tentunya penting untuk sebuah tarian.

Dengan karya yang sudah dihasilkan, maka aspek estetikanya akan terasa sampai ke penontonnya. Oleh sebab itu, perasaan penciptanya juga berpengaruh besar terhadap penciptaan tarian ini.

4. Sebagai Media Komunikasi

Selain semua fungsi di atas, tarian kontemporer juga bisa difungsikan sebagai salah satu media komunikasi. Dengan adanya fungsi ini, maka pencipta tariannya bisa memasukkan semua aspek yang ingin disampaikan kepada penonton.

Berdasarkan fungsi ini, memakai tarian sebagai media komunikasi bukanlah hal baru. Sejak dulu, fungsi ini sudah ada di berbagai tarian daerah.

Ada banyak hal yang bisa disampaikan dalam tarian jenis ini. Mulai dari pesan keagamaan, saran, kritik, nasehat, kebijakan, hingga gagasan.

Bahkan, ada juga tarian kontemporer yang dipakai untuk memperkenalkan sebuah produk kepada berbagai elemen masyarakat.


Penutup Artikel Tari Kontemporer

Demikianlah penjabaran mengenai tari kontemporer dengan berbagai aspek pendukungnya. Semua penjelasan tentang contoh tarian, unsur, ciri-ciri, hingga fungsinya.

Juga sudah ada secara mendetail. Semua aspek yang sudah dijabarkan ini tentunya bisa dijadikan bahan referensi untuk menambah wawasan. 

Tari Kontemporer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.