Tari Saman Berasal dari Daerah? Sejarah, Properti dan Pola Lantai

Tari Saman – Jenis tarian di Indonesia yang sangat banyak tentunya membuat banyak pihak terfasilitasi pada pemenuhan hiburannya. Salah satu tarian yang sangat kental akan budaya adalah Tari Saman dengan segala keunikannya.

Tarian ini sendiri juga sangat seru dan menarik untuk ditonton secara menyeluruh dari awal hingga akhir. Bahkan, tarian ini juga sudah mendunia dan dikenal masyarakat luas karena berbagai aspek di dalamnya.

Jika sedang mempelajari beragam jenis tarian tradisional, maka jangan sampai melewatkan tarian yang satu ini. Untuk mengetahui detail penting yang ada di dalamnya, simak pembahasan lengkapnya berikut ini secara menyeluruh:


Asal Tari Saman

Asal Tari Saman

Tarian Saman adalah salah satu komponen tarian yang asalnya dari Aceh, tepatnya Suku Gayo. Maka tidak heran jika semua aspek yang menunjang tarian ini memiliki kesan kuat dari budaya Aceh.

Meski berasal dari Aceh, namun tarian ini sudah sangat terkenal ke berbagai pelosok Indonesia. Bahkan, pihak internasional juga sudah mengakuinya.

UNESCO secara khusus sudah memasukkan Tarian Saman dalam salah satu bentuk warisan budaya non-benda. Hal ini tentunya patut untuk diapresiasi secara menyeluruh.

Hal ini tentunya tidak terlepas dari sejarah dan segala aspek pendukung tarian ini. Hingga akhirnya banyak pihak yang mengakui keunikan dan keberadaannya.


Sejarah Tari Saman

Sejarah Tari Saman

Berdasarkan sejarah, Tari Saman ini sudah ditemukan oleh seorang penjelasan Italia dan sudah dicantumkan dalam catatannya.

Penjelajah tersebut menemukan jajaran pemuda Gayo yang bergerak seirama dan mengeluarkan suara yang unik. Awal inilah yang membuat Tarian Saman terekspos dan diketahui banyak orang.

Kemudian pada abad ke-17, Syekh Muhammad as-Samman mengembangkan tarian ini sebagai media dakwah. Ada banyak pesan dan nasihat yang dimasukkan dalam syair dan gerakannya.

Sehingga tarian ini mulai berkembang di kalangan masyarakat dengan fungsi tersebut. Catatan sejarah ini merupakan langkah awal dari kemajuan tarian ini.


Properti Tari Saman

Properti Tari Saman

Sama halnya dengan beragam tari tradisional lain, Tari Saman juga memiliki beragam properti pendukung untuk penarinya.

Setiap properti yang penting ini tentunya harus ada dalam pementasan Tarian Saman. Setidaknya ada sembilan properti utama yang wajib ada. Untuk daftar dan penjelasannya, simak uraian berikut ini:

1. Bulung Teleng

Properti pertama yang wajib ada dalam tarian ini adalah bulung teleng. Benda ini adalah kain hitam yang dipakai penari di bagian kepala.

Komponen ini harus dipasang sebelum properti kepala lainnya dipasang. Benda ini juga memiliki nama lain yang khas. Banyak pihak yang menyebutnya dengan tengkuluk karena fungsinya ini.

2. Baju

Baju yang dipakai penari Saman juga masuk ke dalam properti lainnya. Nama baju ini adalah baju kerawang atau baju pokok. Secara konsep, baju ini memang baju khas suku Gayo.

Namun, baju khas Gayo ini berbeda dengan baju tradisional untuk pengantin. Ada ornamen pembeda di dalamnya sehingga bajunya juga berbeda.

3. Celana

Penari Saman juga memanfaatkan celana sebagai alat penutup badan bagian bawah. Celana yang dipakai ini berwarna hitam dan berwarna polos untuk rangkaian atasnya.

Sedangkan untuk bagian bawahnya, biasanya ada ornamen renda yang unik. Ukuran celana ini juga termasuk longgar dan tidak terlalu pas di kaki tiap penari.

4. Sarung

Selanjutnya ada properti sarung yang akan dipakai oleh penari. Sarung ini akan dipakai penari untuk menutupi bagian paha. Sehingga, celana bagian atas akan tertutupi oleh komponen sarung ini.

  Tari Janger Berasal dari Daerah? Sejarah, Properti dan Pola Lantai

Corak sarung yang dipakai memiliki corak batik yang sesuai dengan Suku Gayo. Sedangkan untuk warnanya sendiri menyesuaikan dengan kostumnya.

5. Stagen

Sebenarnya, fungsi utama stagen adalah untuk mempererat pakaian yang dipakai penari. Namun karena fungsi tersebut, akhirnya stagen menjadi properti penting yang harus ada dalam tarian ini.

Umumnya, stagen yang dipakai penari dalam tarian ini akan berwarna hitam. Sehingga pemanfaatannya akan pas untuk warna pakaian apa pun.

6. Sabuk

Karena stagen hanya memiliki warna polos, maka untuk menutupinya akan dipakai sabuk di bagian atasnya. Sabuk ini tentunya memiliki ornamen pendukung yang khas.

Sehingga saat dipakai penari akan terlihat cantik dan unik. Meski hanya sebagai ornamen pelengkap, namun sabuk ini harus dan wajib ada agar penampilan penari semakin indah.

7. Topong Gelang

Agar tangan penari tidak polos, maka akan dipakai properti bernama topong gelang. Bahan utama pembuatan gelang satu ini adalah kain yang ringan.

Sehingga saat dipakai akan nyaman dan tidak mengganggu gerak penari. Payet unik juga akan dipasang dalam properti ini sehingga tampilannya akan menarik dan khas.

8. Saputangan

Properti lain yang bisa dimanfaatkan adalah saputangan. Sebenarnya, properti yang satu ini opsional dan pemakaiannya sesuai dengan kebutuhan.

Sama seperti topong gelang, saputangan juga akan dipasang di bagian pergelangan tangan penari. Komponen ini tentunya juga bisa menambah kesan keindahan pada penari.

9. Kain Songket

Kain songket juga masuk dalam properti wajib lainnya. Dengan kehadiran kain ini, maka ciri khas Tarian Saman akan terpancar dan terlihat dengan jelas.

Pemilihan kain songket ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing menyesuaikan warnanya. Sehingga, akan ada perpaduan menarik dalam kostum penarinya.


Pola Lantai Tari Saman

Pola Lantai Tari Saman

Pola lantai yang dimanfaatkan dalam Tari Saman juga penting untuk dipelajari. Jika dilihat sekilas, memang penari Saman hanya akan duduk sejajar tanpa ada perubahan pola.

Namun jika diperhatikan detailnya, sebenarnya ada tiga pola lantai utama yang dimanfaatkan. Inilah daftar pola yang dipakai beserta uraian lengkapnya:

1. Pola Horizontal

Jenis pola pertama yang dipakai adalah pola horizontal. Pada pola ini, para penari akan duduk berjajar ke samping satu per satu. Setiap penari juga akan duduk berdempet tanpa ada jarak yang signifikan.

Penggunaan pola ini juga punya alasan. Maknanya adalah sebagai penggambaran manusia yang saling membutuhkan dalam kehidupannya.

2. Pola Vertikal

Selain lurus ke samping, pola lantai vertikal juga dipakai dengan membentuk formasi berbeda. Dengan pola lantai ini, maka penari akan membuat bentuk pola ke bagian depan dan belakang secara bergantian.

Dengan adanya pola ini, maka makna yang bisa diambil adalah hubungan manusia dan Tuhan yang harus selalu terbentuk.

3. Pola Huruf Z

Pola terakhir yang dipakai adalah pola huruf Z. Dengan memanfaatkan pola ini, maka semua penari bisa terlihat dengan jelas oleh para penonton.

Ada beberapa bagian penting yang akan dilakukan dalam pola ini. Sehingga, tugas dari penopang, penyempit, pengapit, hingga pemindah bisa terekam dengan terstruktur dan jelas.


Gerakan Tari Saman

Gerakan Tari Saman

Unsur lain yang penting untuk diketahui dari Tari Saman adalah gerakan dasarnya. Gerakan yang ada dalam Tarian Saman memang tergolong intens dan cepat.

Dengan gerakan yang cepat ini, terdapat gerakan inti yang selalu dilakukan penari. Untuk mengetahui apa saja gerakan khususnya, simak penjabaran berikut ini secara lengkap:

  Tari Kipas Serumpun Berasal dari Daerah? Sejarah, Properti dan Pola Lantai

1. Tepuk Tangan

Gerakan pertama yang pasti ada dalam Tarian Saman adalah gerakan bertepuk tangan. Gerakan ini pastinya akan dilakukan secara selaras untuk membentuk suara tertentu.

Suara dari tepukan tangan ini juga harus nyaring mengingat tidak ada alunan musik yang dipakai. Namun secara khusus, penari tarian ini bisa menciptakan suara yang selaras dan padu.

2. Tepuk Dada

Selain tepukan tangan, penari juga akan melakukan tepukan dada untuk menciptakan suara lainnya. Biasanya, tangan kanan penari akan menepuk dada bagian kiri dan begitu juga sebaliknya.

Dengan adanya komponen gerakan ini, maka keselarasan akan terbentuk pada gerakannya. Selain itu, suara juga akan dihasilkan dengan baik.


Keunikan Tari Saman

Keunikan Tari Saman

Selain semua pembahasan diatas, penting juga untuk memahami keunikan apa saja yang ada di dalam tarian ini. Secara keseluruhan.

Ada tiga keunikan utama dari Tari Saman yang bisa dilihat oleh penonton. Untuk mengetahui detail keunikan yang akan terlihat tersebut, maka simak daftar dan pembahasannya di bawah ini:

1. Gerakannya Kompak

Keunikan pertama ada pada gerakannya. Meski tarian ini ditarikan oleh banyak orang dan dengan ritme yang cepat, namun penari mampu membuat konsep gerakan yang sistematis.

Hal ini tentunya sangat unik karena penari bisa bergerak tanpa bertabrakan. Hal ini tentunya sulit dilakukan namun para penari Saman bisa mempraktekkannya.

2. Tidak Memakai Alat Musik

Pada Tarian Saman, alat musik bukanlah unsur pendukung utama yang dipakai. Suara yang tercipta sepenuhnya dari tepukan penari dan suara dari mulut penari.

Hal ini tentunya sangat unik karena tidak semua tarian melakukan hal serupa. Dengan pemanfaatan gerakan tubuh, maka suara yang dihasilkan juga unik dan menarik.

3. Jumlah Penarinya Banyak

Jumlah penari dalam tarian ini juga tergolong banyak. Umumnya ada 17 penari yang akan memainkannya. Jumlah ini memang harus ganjil dan tidak boleh genap.

Fakta ini sudah menjadi aturan dasar dan tidak boleh diubah. Setiap jajaran penari juga memiliki penamaan sendiri tergantung tugasnya masing-masing.


Fungsi Tari Saman

Fungsi Tari Saman

Untuk fungsi Tari Saman sendiri, ada beberapa penggolongan berbeda. Dengan adanya runtutan fungsi ini, maka bisa dipastikan bahwa Tarian Saman ini sangat penting.

Setidaknya ada tiga fungsi utama yang melekat pada tarian ini. Berikut beberapa jenis fungsi yang akan dirasakan oleh masyarakat dari tarian ini:

1. Sebagai Media Hiburan

Fungsi pertama yang ada pada tarian ini adalah fungsi hiburan. Masyarakat bisa memanfaatkan tarian ini sebagai media hiburan yang sangat menarik.

Mulai dari awal pembentukan hingga saat ini, fungsi ini masih melekat secara menyeluruh pada tarian ini. Dengan adanya fungsi dasar ini, maka masyarakat bisa menikmatinya dengan mudah.

2. Sebagai Media Dakwah

Selain sebagai hiburan, Tarian Saman juga dimanfaatkan sebagai media dakwah. Hal ini bisa terlihat dari syair yang berisi nasihat dalam tariannya.

Selain itu, gerakannya juga sudah dikembangkan dengan penyebaran agama Islam. Sehingga, masyarakat bisa mengambil poin dan ajaran penting di dalamnya.

3. Sebagai Sarana Perlombaan

Tidak hanya sebagai hiburan dan dakwah, tarian ini juga bisa difungsikan sebagai sarana perlombaan. Saat ini, sudah ada banyak ajang perlombaan tarian tradisional di berbagai tempat.

Tarian Saman adalah salah satu pilihan tarian yang bisa dimanfaatkan. Baik skala nasional atau internasional, tarian ini akan pas dipakai.


Penutup

Itulah penjabaran lengkap mengenai Tari Saman di berbagai aspeknya. Mulai dari sejarah, properti, keunikan, hingga fungsinya juga sudah diuraikan.

Dengan adanya penjabaran yang menyeluruh tersebut, maka wawasan mengenai tarian ini bisa bertambah. Pastikan untuk memahaminya secara mendetail agar tidak ada yang terlewat.

Tari Saman