Contoh Daftar Pustaka

Contoh Daftar Pustaka – Bagi yang sudah sering mengerjakan karya tulis pasti sudah tak asing dengan istilah yang satu ini. Ketika seseorang mengutip kalimat dari karya milik orang lain harus mencantumkan sumber asli bahan tulisannya. Hal ini dilakukan agar pengutip terhindar dari plagiarisme.

Banyak sekali contoh daftar pustaka yang dapat dijadikan pedoman penulisan. Tetapi masih banyak ditemukan di beberapa karya tulis yang belum menerapkan penulisan daftar pustaka dengan baik dan benar. Mulai dari kesalahan urutan objek daftar pustaka hingga tanda baca penulisannya masih sering terjadi di beberapa tulisan.

Daftar pustaka sangat perlu diperhatikan penulisannya dengan tepat. Daftar pustaka menjadi elemen penting yang menentukan keaslian karya tulis yang dibuat.

Bagaimana memahami bagaimana penulisan daftar pustaka yang baik dan benar? Maka dari itu, kali ini akan di ulas apa itu pengertian, tata cara penulisan dan contoh daftar pustaka.


Pengertian Daftar Pustaka

Contoh Daftar Pustaka

Siapa yang tidak tahu daftar pusaka? Salah satu pengertian daftar pustaka dinyatakan pada Kamus Besar Bahasa Indonesia. Daftar pustaka adalah suatu daftar yang mencantumkan nama penulis, tahun terbit, judul karya tulis, informasi penerbit dan beberapa keterangan tambahan.

Biasanya ditempatkan pada akhir karya tulis dan disusun berdasarkan urutan abjad. Penulisan daftar pustaka memiliki banyak sekali manfaat dan kegunaan yang akan dirasakan. Daftar pustaka akan membantu penulis mencari informasi yang akurat jika terjadi revisi kembali.

Bukan hanya penulis yang akan merasakan manfaat dari adanya daftar pustaka. Pembaca yang ingin mengetahui informasi tulisan lebih dalam dapat menelusuri daftar pustaka yang ada.

Daftar pustaka wajib dicantumkan oleh penulis ketika mengutip suatu karya tulis orang lain. Suatu keharusan mencantumkan daftar pustaka dengan tepat baik kutipan dari koran, majalah hingga portal berita.

Hal ini dilakukan agar karya yang diterbitkan tidak dicap sebagai plagiarisme dengan mencantumkan daftar pustaka sebagai sumber penulisan. Terdapat beberapa cara untuk mencantumkan sumber penulisan di suatu karya tulis.

Misalnya dengan kutipan langsung dan tidak langsung ataupun dengan tambahan footnote. Agar semua dapat terangkum dengan rapi diperlukan daftar pustaka di akhir karya tulisnya.

Tidak sah rasanya jika suatu karya tulis yang terdapat beberapa kutipan milik orang lain tidak mencantumkan daftar pustaka. Daftar pustaka juga harus diperhatikan bagaimana tata cara penulisannya yang baik dan benar. Penulisan daftar pustaka akan dijelaskan pada poin selanjutnya.


Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka

Contoh Daftar Pustaka

Penulisan daftar pustaka umumnya ditulis secara baku. Banyaknya sumber dan media yang menjadi dasar penulisan daftar pustaka membuat keanekaragaman bentuk daftar pustaka pula. Hal ini mempengaruhi tata cara penulisan daftar pustaka.

Daftar pustaka yang  baik akan ditampilkan pada contoh daftar pustaka. Ada beberapa aturan dalam tata cara penulisan daftar pustaka. Penyusunan daftar pustaka tidak boleh asal sembarangan. Daftar pustaka juga memiliki aturan yang sistematis dalam penyusunannya.

Ada beberapa unsur yang dimuat dalam daftar pustaka. Kumpulan dari daftar pustaka juga harus diurutkan sesuai dengan abjad. Hal ini akan memudahkan siapapun untuk menemukan informasi yang lebih mendalam mengenai karya tulis yang dibuat.

Daftar pustaka sangat penting untuk menjaga karya tulis yang dibuat agar terhindar dari plagiarisme. Plagiarisme sangat dilarang dalam sebuah karya tulis terutama karya tulis ilmiah, skripsi, tesis, disertasi, dan lainnya.

Dengan adanya daftar pustaka, karya tulis yang diterbitkan akan terjamin orisinalitas dengan mencantumkan referensi bacaan.


Unsur-Unsur yang Umum Digunakan Dalam Menulis Daftar Pustaka

Contoh Daftar Pustaka

Pentingnya menulis daftar pustaka di akhir penulisan karya tulis diperlukan beberapa hal yang perlu dipahami. Untuk menulis daftar pustaka tanda baca dan unsur yang dimuat harus dipahami. Dengan memahami unsur-unsur dari daftar pustaka akan memudahkan penulisan daftar pustaka yang baik dan benar juga dapat meminimalisir kesalahan penulisan.

Ada beberapa unsur penting yang selalu dimuat dalam daftar pustaka. Unsur-unsur yang umum digunakan akan dijelaskan dalam uraian berikut:

1. Nama Penulis

Nama penulis harus ditulis pada awal daftar pustaka. Jika nama penulis terdiri lebih dari 2 kata maka nama penulis dibalik dan diberi tanda koma. Cara penulisannya dengan menulis nama belakang terlebih dahulu, diberi tanda koma, barulah ditulis nama depan penulis.

Biasanya sumber tulisan dibuat oleh 2 penulis bahkan lebih. Nama penulis pertama harus dibalik. Diantara kedua nama penulis diberi kata “dan”. Untuk penulis kedua dan ketiga sesuai dengan nama aslinya. Jika tidak ingin repot boleh tulis 2 nama penulis dan ditambah dengan kata “dkk” (dan kawan-kawan) atau et all.

Di beberapa sumber penulisan juga seringkali terdapat nama penulis yang disertai dengan gelar. Bisa berupa gelar pendidikan, gelar keagamaan hingga gelar bangsawan. Untuk menulis daftar pustaka, nama penulis ditulis tanpa menggunakan gelar.

2. Tahun Terbit

Tahun terbit juga perlu dicantumkan. Setelah nama pengarang barulah ditulis tahun terbit. Tahun terbit ditulis dalam angka bukan huruf. Perhatikan dengan detail yang mana tahun penerbit atau tahun cetakan awal. Jika tidak ada tahun terbit maka ditulis “Tanpa Tahun” dan diakhiri tanda titik.

3. Judul Buku

Judul buku yang dikutip harus ditulis secara lengkap. Penulisan judul buku umumnya dibuat dengan Italic atau miring. Tetapi ada juga ditulis secara Bold atau tebal dan Underline atau garis bawah. Letak penulisan judul buku tepat setelah tahun terbit. Seperti tahun terbit, judul buku juga diakhiri tanda titik.

Perlu diperhatikan penulisan judul buku sesuai dengan judul asli. Penggunaan font kapital di setiap kata juga harus sesuai yang asli. Jangan lupa judul dibuat dengan miring.

4. Kota Terbit

Kota terbit perlu dicantumkan pada daftar pustaka. Penulisan kota terbit tepat setelah judul buku dan sebelum nama penerbit. Nama kota terbit akan diakhiri dengan tanda titik dua (:).

5. Nama Penerbit

Nama penerbit akan ditulis setelah tanda titik dua (:) yang diikuti kota terbit. Penulisan nama penerbit berada di akhir kalimat daftar pustaka. Nama penerbit akan diakhiri tanda titik.


Contoh Daftar Pustaka

Penulisan daftar pustaka memiliki perbedaan masing-masing. Perbedaan ini dikarenakan sumber media yang digunakan berbeda-beda. Agar lebih memahami mengenai daftar pustaka, berikut ada beberapa contoh daftar pustaka berdasarkan sumber dan medianya dan formatnya.


1. Contoh Daftar Pustaka Dari Buku

Contoh Daftar Pustaka

Perlu diperhatikan tata cara penulisan daftar pustaka yang sumbernya berasal dari buku. Jangan lupa untuk memperhatikan urutan serta tanda baca yang digunakan dalam menulis daftar pustaka. Format penulisan daftar pustaka yang sumbernya dari buku adalah Nama pengarang. Tahun terbit. Judul buku. Tempat terbit: Nama penerbit.

a. Satu Orang Penulis

Jika sumber buku hanya memiliki satu orang nama penulis maka nama penulis ditulis dengan terbalik seperti penjelasan sebelumnya. Format penulisannya sama. Berikut ada beberapa contoh daftar pustaka dengan satu orang penulis.

– Mahendra, Rendra. 2010. Politik dan Ekonomi. Jakarta: Pustaka Barat.

– Maharani, Intan. 2000. Panduan Penulisan Biografi. Jakarta: Intermedia.

– Syafani, Riska. 2001. Gaya Fashion Terkini. Makasar: Media Baru.

– Arsyad, Alwi. 2010. Penggunaan dan Penerapan Teknologi di Dalam Industri Pertanian dan Perkebunan. Jakarta: Warna Media.

– Putra, Reza. 2005. Pengaruh Teknologi Pada Bidang Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya. Makasar: Media Lama

b. Dua atau Tiga Penulis

Biasanya sumber buku memiliki 2 atau lebih dari 2 pengarang. Untuk membuat daftar pustaka bisa mencantumkan semua pengarang ataupun tidak. Berikut beberapa contoh daftar pustaka dengan 2 atau 3 penulis.

– Ramadhan, Sela, dan Agus Wijaya. 2007. Metode Pembelajaran dan Trik Menyelesaikan Soal Matmatika Untuk Pemula. Jakarta: Intermedia,

– Ramadhan, Reza, Budiono dan Viona Putri. 2006. Dasar-dasar Mempelajari Tenses Untuk Beginner 2. Bandung. Pustaka Indonesia.

– Saputra, Rio, dkk. 2010. Alat-alat Musik Daerah di Indonesia. Bandung: Media Raya.

– Muhammad, Fiqri, dan Anzar R.W. 2009. Panduan Pidato Bahasa Inggris Terlengkap. Bandung: Putra Media.

– Safitri, Alda, dkk. 2008. Panduan Pidato Bahasa Indonesia Terlengkap. Jakarta: Putera Media

c. Tanpa Penulis

Beberapa buku juga ada yang tidak ada nama penulisnya. Bagaimana cara menuliskan nama penulis di daftar pustaka? Jika tidak ada penulisnya yang tercantum dalam sumber maka ditulis dengan nama lembaga penerbit atau dengan “anonim”. Berikut beberapa contoh daftar pustaka tanpa nama penulis.

– Depdiknas. 2010. Panduan Pengajaran Pendidikan Tingkat Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Depdiknas.

– Depag. 2007. Panduan Tata Cara Pelaksanaan Umroh dan Haji Edisi 2. Jakarta: Depag.

– Anonim. 2000. Kumpulan Puisi, Pantun dan Gurindam. Surabaya: Balai Pustaka.

– Anonim. 1999. Kancil Yang Cerdik. Surabaya: Intermedia.

– Anonim. 20007. Tips Melewati Tes Psikotes. Bandung: Bentang Media.

d. Buku Teks Terjemahan

Sumber daftar pustaka tak jarang bukan hanya dari buku lokal saja. Ada pula beberapa buku yang diterbitkan di luar negeri. Tak jarang juga terdapat buku luar negeri yang telah diterjemahkan dalam bahasa. Berikut beberapa contoh daftar pustaka dengan buku terjemahan.

– Ningsih, Ayudiah (Penterjemah). 2010. Dasar-dasar Akuntansi Keuangan Menegah Edisi 2. Surabaya: Balai Pustaka.

– Saputra, Robi (Penterjemah). 2011. Analisis Manajemen Produksi dan Manajemen Pemasaran. Bandung: Intermedia

– Zakira, Alda (Penterjemah). 2010. Metode-metode Perencanaan Produksi dan Pemasaran. Bandung: Intermedia.

e. Nama Penulis Sama, Judul Buku Yang Berbeda

Beberapa buku yang jenisnya sama memiliki beberapa judul yang berbeda tetapi ditulis oleh pengarang yang sama. Jika penulisnya sama, cukup diberi garis bawah sebanyak 10 ketukan. Berikut ada beberapa contoh daftar pustaka yang nama penulisnya sama tetapi judul bukunya yang berbeda.

Maharani, Riska. 2008. Dasar-dasar Akuntansi Keuangan Menengah Edisi 1. Semarang: Media Akuntansi.

__________. 2009. Dasar-dasar Akuntansi Keuangan Menengah Edisi 2. Semarang: Media Akuntansi.

__________. 2010. Dasar-dasar Akuntansi Keuangan Menengah Edisi 3. Semarang: Media Akuntansi.

Oviolin, Priska. 2005. Manajemen Keuangan dan Pasar Modal Edisi 1. Aceh: Media Ekonomi.

__________. 2007. Manajemen Keuangan dan Pasar Modal Edisi 2. Aceh: Media Ekonomi.

__________. 2009. Penerapan Manajemen Keuangan dan Pasar Modal. Aceh: Media Ekonomi.

Agustina, Ovi. 2009. Pengantar Ilmu Ekonomi Pembangunan Edisi 1. Jakarta: Mediatama

__________. 2010. Pengantar Akuntansi II. Jakarta: Mediatama.

__________. 2011. Pengantar Manajemen. Jakarta: Mediatama.

Warren, Jhonshon. 2014. Method of Operational Management Part 1. London: Publishing House.

__________. 2016. Method of Operational Management Part 2. London: Publishing House.

__________.2017. Method of Operational Management Part 3. London: Publishing House.


2. Contoh Daftar Pustaka Yang Sumbernya Dari Jurnal

Contoh Daftar Pustaka

Jurnal juga sering digunakan sebagai sumber karya tulis. Daftar pustaka yang sumbernya dari jurnal sama dengan daftar pustaka umumnya. Hanya terdapat tambahan nama jurnal, volume dan halaman jurnal. Daftar pustakanya juga tidak memuat kota terbit dan nama penerbit. Nama penulis jurnal disini juga tidak dibalik seperti daftar pustaka pada umumnya.

Bagaimana bentuk daftar pustaka yang sumbernya berasal dari jurnal? Berikut beberapa contoh daftar pustaka yang sumbernya dari jurnal.

– Alwi Putra. 2015. Penerapan Pendidikan Karakter dan Pembelajaran Akidah dan Akhlak. Jurnal Pendidikan Dasar Islam. 9(2): 15-17.

– Alya Maulia. 2010. Probabilitas Pasar Modal dan Perbankan di Lingkungan Pedesaan. Jurnal Statistik. 11(2): 18-20.

– Nagita Shafira. 2012. Kesalahan Yang Sering Dicatat Pada Rekonsiliasi Bank. Jurnal Akuntansi. 10(2): 10-15.

– Muhammad Fahrul. 2016. Tata Cara Berwudhu Dan Niat Sholat 5 Waktu. Jurnal Pendidikan Dasar Islam. 9(2): 11-12.

– Riana Mawar. 2015. Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945. Jurnal Sejarah. 7(2): 9-11.

– Riani Syari. 2016. Ruang Lingkup Informasi Publik di Indonesia. Jurnal Publikasi. 10(3): 10-15.

– Syahrul Sarifudin. 2017. Pengaruh Teknologi Informasi di Bidang Ε-Commerce. Jurnal Teknologi. 12(4): 14-18.

– Luthfi Mufarid. 2018. Perkembangan Ε-Commerce dan Tingkat Konsumsi di Indonesia. Jurnal Teknologi. 15(3): 19-22.

– Awi Anastasia. 2016. Sistem Pemungutan Pajak dan Realisasi Pajak di Daerah Pedesaan. Jurnal Pajak. 11(4):17-18.

– Dea Syita. 2010. Peristiwa Pemalsuan Laporan Keuangan Yang Terjadi di Indonesia. Jurnal Akuntansi. 11(2): 16-22.

– Maulidia Akhir. 2016. Syarat dan Tata Cara Melakukan Zakat Fitrah. Jurnal Agama Islam. 9(3): 10-11.


3. Contoh Daftar Pustaka Dari Makalah

Contoh Daftar Pustaka

Sumber daftar pustaka juga sering diambil dari berbagai macam judul makalah. Penulisan daftar pustaka yang sumbernya berasal dari makalah biasanya mencantumkan seminar yang tercatat dalam makalah. Tak jarang beberapa makalah tidak didasari dengan seminar.

Tata cara penulisannya juga tak jauh berbeda dengan daftar pustaka pada umumnya. Nama penulis tidak ditulis dengan terbalik. Selain itu juga tidak ada nama penerbit dan kota terbit. Lalu bagaimana cara penulisan daftar pustaka yang sumbernya dari makalah? Berikut beberapa contoh daftar pustaka yang sumbernya dari makalah yang mudah dibuat.

– Rafika Anjelina. 2010. Globalisasi dan Perkembangan Teknologi di Era Modern. Makalah.

– Yulia Kurnia. 2011. Metode Manajemen Operasional yang Diterapkan di Industri Besar. Makalah.

– Desi Yunita. 2012. Ε-Commerce dan Ε-Business. Makalah

– Dini Andita. 2015. Efek Samping Makanan Cepat Saji Dalam 10 Tahun Mendatang. Makalah.

– Hanin Dhiya. 2015. Kebijakan Pajak Yang Mempengaruhi Perekonomian di Kota. Makalah.

– Hanum Januar. 2014. Partisipasi Perempuan Dalam Dunia Kerja. Makalah.

– Rizky M. 2018. Pelestarian Penulisan Sejarah Yang Faktual. Makalah.

– Rizka Ayu. 2017. Efek Lahar Sisa Gunung Api Terhadap Pertanian. Makalah.

– Monika Agata. Faktor Penyebab  Cairnya Es Kutub Utara dan Selatan. Makalah.

– Alya Mauliya. 2010. Perubahan Iklim di Indonesia. Makalah.

– Ardito Prasetya. 2011. Penerapan Good Governance Corporate di Bidang Startup. Makalah.

– Aya Isnaya. 2017. Metode Industri 4.0 di Indonesia. Makalah.

– Ainul M. 2013. Perdagangan Ekspor dan Impor Antara Indonesia dan Malaysia. Makalah.

– Fiqri Feruzi. 2015. Efek Game Online pada Anak Usia Dibawah 15 Tahun. Makalah.


4. Contoh Daftar Pustaka Dari Internet

Contoh Daftar Pustaka

Internet dapat menjadi sumber penulisan karya tulis yang dapat menunjang dan memperluas informasi yang diperoleh. Daftar pustaka yang sumbernya berasal dari internet memerlukan beberapa unsur yang perlu dicantumakan. Disini tidak ada dicantumkan kota terbit dan nama penerbit seperti daftar pustaka pada umumnya.

Penulisan daftar pustaka yang sumbernya dari web akan ditambah dengan alamat web itu sendiri. Selain itu juga perlu dicantumkan tanggal akses web tersebut.Berikut ada beberapa contoh daftar pustaka yang sumbernya dari internet.

– Riko, Budi. 2016. Dampak Globalisasi di Indonesia. http://globalisasi.blogspot.com/2016/01/01-dampak-globalisasi-di-Indonesia.html. (1 Januari 2015).

– Yusuf, Muhammad. 2018. Pendapatan Negara di Asia Tenggara. http://ekonomiproject.blogspot.com/2018/02/02-negara-asia-tenggara.html. (2 Februari 2018).

– Anis, Rahma. 2010. Budidaya dan Pemanfaatan Lidah Buaya di Pontianak dan Sekitarnya. http://aloevera.blogspot.com/2010/03/03-lidah-buaya-di-pontianak.html. (3 Maret 2010).

– Rusla, Rio. 2017. Pakaian dan Alat Musik Daerah yang Ada di Indonesia. http://culture.blogspot.com/2017/04/04-kebudayaan-di-indonesia.html. (4 April 2017).


5. Contoh Daftar Pustaka Dari Skripsi/Tesis/Disertasi

Contoh Daftar Pustaka

Penulisan daftar pustaka dari skripsi tidak jauh berbeda dengan penulisan daftar pustaka pada umumnya. Perbedaan yang terdapat pada penulisan daftar pustaka disini adalah nama universitas menjadi pengganti nama penerbit. Setelah judul juga akan dicantumkan karya tulis apa yang digunakan. Apakah skripsi? Tesis? Atau disertasi? Jenis karya tulis dicetak miring.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Jika karya tersebut tidak diterbitkan maka cantumkan juga kata “tidak diterbitkan” di akhir kalimat daftar pustaka. Tetapi jika telah diterbitkan maka tidak perlu lagi mencantumkan penyataan bahwa karya tersebut telah diterbitkan. Berikut ada beberapa contoh daftar pustaka yang sumbernya dari skripsi/tesis/disertasi.

– Maria, Ana. 2007. Pandangan Umum Terhadap Politik di Indonesia. Skripsi. Depok: Universitas Indonesia.

– Sari, Lilik. 2010. Implementasi Rekonsiliasi Bank Terhadap UKM di Pontianak. Skripsi. Pontianak. Universitas Terbuka.

– Dirfan. 2005. Analisis Kepuasan Pelanggan Terhadap Pelayanan Bank. Skripsi. Jakarta: Universitas Muhamadiyah.

– Aulia, Putri. 2006. Analisis Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Puskesmas. Skripsi. Jakarta. Politeknik Kesehatan.

– Sinaga, Dina. 2011. Penggunaan Detector Rumah. Skripsi. Bandung. Politeknik Negeri.

– Luthfi, Rio. 2016. Pengaruh Junk Food Terhadap Balita. Skripsi. Bandung.

– Sari, Indah. 2012. Kajian Sosialingustik Penggantian Nama Lengkap Masyarakat. Skripsi.  Surabaya. Universitas Terbuka.

– Jelita, Ria. 2016. Jurnalistik di Perusahaan Telekomunikasi. Skripsi. Semarang. Universitas Terbuka.


6. Contoh Daftar Pustaka Dari Koran

Contoh Daftar Pustaka

Daftar pustaka yang sumbernya dari koran juga tidak jauh berbeda dengan sistematika daftar pustaka pada umumnya. Nama penulis, tahun terbit, judul artikel, kota terbit dan nama penerbit juga perlu dicantumkan. Disini judul tidak ditulis miring atau italic tetapi ditulis dengan tetap tegak lurus dan diberi tanda kutip pembuka dan penutup.

Kemudian dilanjutkan dengan mencantumkan penulisan sumber yang memuat artikel tersebut. Penulisan nama koran disini harus dicetak miring atau italic. Tambahkan juga halaman yang memuat artikel. Beri tanda kurung pada halaman yang memuat artikel tersebut. Berikut akan ditampilkan beberapa contoh daftar pustaka yang sumbernya berasal dari koran.

– Maharani, Tika. 2011.Model Busana Terkini 2011. Pontianak: Tribun. (12 Desember 2014)

– Kasuryo, Ihza. 2006. Banjirnya Pengguna Internet. Kompas, hlm 60-61.

– Aji, Bayu. 2004. Keracunan Penulisan Gelar. Kompas, hlm 50-51.

– Iriawati, Rima. 2007. Demokrasi di Era Otonomi Daerah. Tribun. Hlm 50-55.

– Wage. 2000. Kenaikan Impor Beras Daripada Ekspor. Tribun. (14 Februari 2000)

– Sisilia, Amira. 2011. Inflasi Meningkat, Harga Pokok Pangan Naik. Kompas, hlm 12-15.

– Hadi, Ibnu. 2012. Maraknya Penggunaan Smartphone Menguntungkan Perusahaan Asing. Kompas, hlm 15-18.

– Sugandi. 2015. Runtuhnya Bangunan Bank Tanpa Menimbulkan Korban Jiwa. Tribun, hlm 17-18.

– Sari, Nispi. 2011. Harga Bawang Turun, Harga Cabai Meningkat. Tribun ( 11 November 2011).


7. Contoh Daftar Pustaka Dari Kamus Atau Ensiklopedia

Contoh Daftar Pustaka

Kamus juga sering digunakan sebagai sumber karya tulis. Tak jarang kamus sering tercantum pada sumber daftar pustaka. Jika menggunakan kamus sebagai sumber penulisan daftar pustaka, nama kamus harus dinyatakan.

Halaman kamus yang mengutip referensi juga perlu dicantumkan. Berikut ada beberapa contoh daftar pustaka yang dapat menjadi panduan dalam menulis daftar pustaka.

– Putra, Henri. 2000. Ilmu Geografi. Ensiklopedia Sejarah 200: 301-308

– Anggun, Wita. 2001. Ilmu Geofisika. Ensiklopedia Alam 400: 500-510

– Sartika. 2004. Ilmu Koding. Ensiklopedia Komputer 100: 103-108

– Jelita. 2000. Ilmu Statistik. Ensiklopedia Matematika 200: 289-290


8. Contoh Daftar Pustaka Dari Majalah

Contoh Daftar Pustaka

Daftar pustaka yang sumbernya berasal dari majalah juga hampir sama tata cara penulisannya. Sistem penulisannya juga tak beda dengan daftar pustaka yang sumbernya dari koran. Disini perlu mencantumkan nama penulis, tahun terbit, judul artikel, kota dan nama penerbit. Penulisan judul tidak perlu dimiringkan atau italic.

Lebih baik tambahkan juga halaman dimana artikel tersebut dimuat. Agar lebih komplit tambahkan tanggal dimuat artikel. Berikut ada beberapa referensi contoh daftar pustaka dari majalah.

– Sasmita. 2011. Mode Pakaian Yang Cocok Untuk Kuliah. Yogyakarta: Majalah Femina (14 Januari 2011)

– Rini, Andini. Buat Masker Sendiri Dengan Bahan Utama Stoberi. Jakarta: Majalah Femina. Hlm 45

– Ilyas. 2006. Modifikasi Ban Mobil Dengan Harga Terjangkau. Malang: Berita Otomotif. Hlm 17

– Indra, Rudi. 2000. Merek Sepatu Lokal Yang Cocok Untuk Ke Kantor. Surabaya: Fashion Cowok.

– Anggita, Febriana. 2015. Alat-alat Makeup Yang Harus Digunakan Untuk Membuat Makeup Glamor. Jakarta: Majalah Femina.

– Isnaini, Indri. 2009. Masker Rempah yang Membantu Kulit Terasa Halus dan Kencang. Jakarta: Berita Kekinian. ( 1 Januari 2009)

– Sabila, Icil. 2016. Padukan Jaket Jeans dan Kaos Oblong Agar Terlihat Lebih Bergaya. Jakarta: Berita Kekinian. Hlm 34-36

– Sari, Nurviani. 2010. Kenali 7 Bahan Ini Untuk Membuat Kebaya Terlihat Elegan. Bandung: Majalah Femina.

– Wulandari. 2009. Manfaat Timun Untuk Masker Wajah. Bandung: Majalah Femina ( 19 Februari 2009)

– Sartika, Dewi. 2010. Rajut Sendiri Syal Untuk Musim Dingin. Bogor: Majalah Femina (20 Oktober 2010).

– Raihan, Dika. 2016. Referensi Kamera Mirrorless Untuk Pemula. Jakarta: Fotografi Harian (30 Agustus 2016).

– Permana, Andika. 2017.  Musim Piala Dunia yang Mengguncang Indonesia. Bandung: Bola Harian (14 Agustus 2017).


9. Contoh Daftar Pustaka Dari Wawancara

Contoh Daftar Pustaka

Wawancara juga dapat menjadi sumber daftar pustaka karya tulis. Bagaimana cara penulisan daftar pustaka jika sumbernya berupa hasil wawancara? Daftar pustaka yang sumbernya dari hasil wawancara sebenarnya juga tak jauh beda dengan daftar pustaka umumnya. Tuliskan terlebih dahulu nama pembicara. Nama pembicara harus diletakkan di awal kalimat daftar pustaka.

Cantumkan juga nama acara atau momen dimana wawancara berlangsung. Jangan lupa cantumkan kembali tahun wawancara dilakukan. Tempat wawancara juga perlu dicantumkan agar informasi yang didapat lebih lengkap dan informatif.

Wawancara sering disiarkan dan dipublikasikan oleh media tertentu dan ada pula yang tidak. Perlu diperhatikan jika wawancara disiarkan oleh suatu media maka harus mencantumkan juga nama media yang menyiarkan. Hal ini dilakukan karena wawancara tersebut merupakan hak siar media yang disebutkan.

Lalu bagaimana penulisan daftar pustaka yang sumbernya dari hasil wawancara? Berikut ini ada beberapa contoh yang dapat menjadi referensi daftar pustaka.

– Rahayu, Risa. 2017. Kenangan Kemerdekaan. TVRI. Jakarta. 60 mins.

– Ayuni, Fera. 2010. Menyambut Hari Raya Idul Fitri. TVRI. Surabaya. 30 mins.

– Aulia, Indri. 2011. Peringatan Hari Pahlawan. TVRI. Pontianak. 30 mins.

– Ajeng. 2016. Interview “Beauty and Behavior”. TVRI. Bandung. 50 mins.

– Wahyu. 2016. Panorama Indonesia. TVRI. Surabaya. 60 mins.

Dalam sebuah karya tulis, daftar pustaka sangatlah penting. Perlu dipahami dengan benar dan ketelitian agar tidak terjadi kesalahan saat membuat dan mencantumkan daftar pustaka pada karya tulis. Perhatikan dengan seksama contoh daftar pustaka yang telah disebutkan di atas untuk lebih memahami pembuatan daftar pustaka.

Daftar pustaka ini menjadi bagian penting yang juga harus dipelajari apalagi bagi yang bercita-cita jadi penulis. Tidak hanya itu alasan terpenting daftar pustaka ini wajib dipelajari juga karena setiap pembuatan makalah atau skripsi maka perlu adanya daftar pustaka ini. Maka perhatikan baik-baik cara penulisan daftar pustaka yang benar sesuai aturan yang berlaku.

Walaupun daftar pustaka terletak di akhir karya tulis, daftar pustaka merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam sebuah karya tulis. Daftar pustaka akan membuat pembaca percaya dengan hasil karya tulis yang dibuat karena adanya fakta dalam informasi penunjang. Demikian informasi mengenai daftar pustaka. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Contoh Daftar Pustaka

Contoh Mind Mapping

Kartika Aryani
10 min read

Contoh Resume

Kartika Aryani
11 min read

Contoh Laporan

Kartika Aryani
16 min read

4 Replies to “Contoh Daftar Pustaka”

Tinggalkan Balasan