Kerajaan Malaka

Kerajaan Malaka – Sejarah kerajaan malaka diperkirakan berdiri, sekitar tahun 1380 sampai dengan 1403 Masehi. Kerajaan tersebut didirikan oleh Prameswara yang merupakan putra dadi Raja Sam Agi Raja dari Sriwijaya.

Kerajaan ini berbentuk Kesultanan Melayu yang muncul di Melaka, Malaysia. Bagaimana cerita sejarah dari Kerajaan ini? Simak penjelasannya berikut ini!


Sejarah Kerajaan Malaka

Seperti penjelasan di atas, bahwa kerajaan Malaka didirikan pada sekitar tahun 1308 sampai dengan tahun 1403 oleh Prameswara. Prameswara merupakan anak dari Raja Sam Agi yang berasal dari Sriwijaya.

Prameswara yang pada saat itu masih menganut agama Hindu, ia melarikan diri ke Malaka dikarenakan kerajaannya yang berada di Sumatera runtuh akibat serangan yang dilakukan oleh Majapahit.

Sejarah Kerajaan Malaka
Sejarah Kerajaan Malaka
https://asset.kompas.com/

Pramaswara berusaha melarikan diri dari serangan yang dilakukan oleh Siam. Ia melarikan diri ke muar, tetapi disana dia terus diganggu oleh banyak biawak, sehingga ia beralih melarikan diri ke Burok tetapi tidak berhasil dan ladah akhirnya ia lebih memilih melarikan diri di Sungai Bertam atau tempat yang berada di pesisir Pantai.

Disana ia bertemu dengan penduduk Selayar dan penduduk tersebut meminta Parameswara untuk menjadi raja. Nama Malaka sendiri diambil dari kisah yang pada saat itu sang raja pergi berburu tetapi satu anjing buruan miliknya diserang oleh pelanduk, pada saat itu juga Parameswara beristirahat dibawah pohon Malaka. Itulah sebabnya wilayah tersebut diberi sebuah nama “Malaka”.

Pada awal masa pendirian kerajaan tersebut terdapat sekitar 30 keluarga pribumi yang berasal dari Suku Laut dengan mata pencaharian sebagai nelayan. Kebudayaan yang ada jauh lebih tinggi dibanding pendhduk asli, sehingga raja dsn pasukannya yang merupakan para pendatang berhasil mempengaruhi penduduk aslinya. 

Pada saat itu pendatang berhasil mengajarkan penduduk asli untuk bercocok tanam, sehingga mereka mendapatkan ilmu baru yang pada awalnya hanya kenal dengan tanaman tebu, pisang dan rerempahan.

Hal tersebut mengakibatkan kota Malaka menjadi kota yang Rama sebagai pusat perniagaan berkat  para pendatang dan penduduk asli. Selanjutnya Malaka juga melakukan kerjasama perdagangan dengan wilayah Sumatera

Beras juga merupakan salah satu komoditas yang didatangkan Malaka dari Sumatera, hal ini dikarenakan masyarakat yang ada tidak bisa mengembangkan sawah dan juga ladang. Karena mereka lebih terfokus untuk melakukan perdagangan karena mereka berada di lokasi yang strategis.

Baca Juga: Kerajaan Ternate
  • Masa Kejayaan Kerajaan Malaka

Masa Kejayaan Kerajaan Kerajaan Malaka
Masa Kejayaan Kerajaan
https://static.republika.co.id/

Malaka merupakan kerajaan yang ramai dikunjungi oleh para pedagang Islam, sehingga hal tersebut berimbas dengan mulai tersebarnya agama Islam di Malaka. Pada tahun 1414 Masehi raja pertama dari Kesultanan Malaka yakni Prameswara berhasil.masuk Islam.

Sehingga agama resmi yang berada di kesultanan Malaka adalah agama Islam, dengan rakyat yang berbondong-bondong untuk masuk ke agama Islam. 

Masa kejayaan kesultanan ini dimulai pada tahun 1459 di bawah kepemimpinan Sultan Mansyur Syah (1459-1477). Pada saat itu Malaka berhasil menjadi pusat perkembangan agama Islam di Asia Tenggara.

Malaka berhasil membawa Negeri-negeri dibawahnya unfuk memeluk agama Islam, dan salah satu cara untuk mempercepat penyebaran agama Islam ialah dengan perkawinan antar keluarga.

Bukan hanya itu, ternyata Malaka juga mempunyai banyak tentara, tentara tersebut berasal dari Jawa dan berhasil memeluk agama Islam selama tinggal di Malaka. Sehingga jika mereka kembali ke Jawa, maka secara tidak langsung mereka juga ikut berperan dalam penyebaran agama Islam.

Hal itulah yang menyebabkan agama Islam bisa berhasil tersebar hingga Jawa, Kalimantan Barat, Brunei, Sulu dan juga Mindanau (Filipina Selatan).

  • Runtuhnya Kerajaan Malaka

Runtuhnya Kerajaan Malaka
Runtuhnya Kerajaan
https://ganaislamika.com/

Kesultanan Malaka mengalami masa kemunduran atau runtuh pada 24 Agustus 1511 yang diakibatkan oleh serangan dari Portugis yang pada saat itu dibawah kepemimpinan Alfonso de Albuquerque. 

Pada tahun 1406 Parameswara mengubah namanya menjadi Muhammad Iskandar Syah dan juga Sultan Malaka I, pengubahan tersebut dilakukan karena ia telah memeluk agama Islam, dan tak berselang lama setelah mengganti nama Sultan Malaka berhasil menikahi putri dari Sultan Zainal Abidin dari Pasai. 

Lokasi yang strategis dan memiliki pelabuhan yang selalu ramai mengangibatkan Malaka berkembang dengan pesat. Tetapi pada tahun 1511 dibawah kepemimpinan Alfonso D’Albuquerque portugis mengambil alih Melaka, sehingga kesultanan Malaka berakhir pada saat itu. 

Pada saat penyerangan, Malaka sedang dalam kepemimpinan Sultan Mahmud Syah. Sehingga Malaka hanya mempunyai kekuasaan yang cukup singkat yakni sekitar 150 tahun.

Pada tahun 1512, Adipati unus membantu Mahmud Syah untuk merebut kembali kekuasaan Malaka dari tangan Portugis, tetapi usaha tersebut tidak berjalan dengan lancar.

Sehingga dalam catatan sejarah, Kesuktanan Malaka lemah pada saat masa pemerintahan Sultan Mahmud Syah dan menjadi kerajaan yang memiliki kekuasaan yang sempit.

Baca Juga: Kerajaan Cirebon

Kehidupan Kerajaan Malaka

Kehidupan yang ada pada masyarakat Kesultanan Malaka dibagi menjadi 3 aspek yakni, Aspek Politik, Aspek Ekonomi dan Aspek Sosial. Berikut ini merupakan penjelasan dari masing-masing aspek yang ada!

  • Kehidupan Politik Kerajaan Malaka

Kehidupan Politik Kerajaan Malaka
Kehidupan Politik
https://4.bp.blogspot.com/

Sultan Malaka menerapkan  Paham politik hidup berdampingan secara damai dan efektif. Hal ini dapat dibuktikan dengan hubungan yang diplomatik dan juga ikatan perkawinan. 

Politik tersebut mempunyai tujuan yakni untuk melindungi dari segi keamanan dalam atau luar kerajaan. Dimana ada dua kerajaan besar yang tetap garus dipantau yak i Cina dan juga Majapahit. Karena hal itulah Malaka ingin membangun hubungan yang baik antara kedua kerajaan tersebut.

  • Kehidupan Ekonomi Kerajaan Malaka

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Malaka
Kehidupan Ekonomi
https://akumaubelajar.com/

Kehidupan ekonomi yang terjadi di Malaka yakni berasal dari pemungutan pajak penjualan dan juga bea cukai barang masuk dan juga barang keluar. Untuk raja dan petinggi mereka bisa mendapatkan upeti dari para pedagang. 

Kesultanan Malaka juga mempunyai undang-undang laut yakni tentang peraturan pelayaran dan juga perdagangan yang ada di kerajaan. Hal ini bertujuan untuk mempermudah komunikasi antara pedagang dengan menggunakan bahasa Melayu atau bahasa perantara

  • Kehidupan Sosial Kerajaan Malaka

Kehidupan Sosial Kerajaan Malaka
Kehidupan Sosial
https://static.republika.co.id/

Raja akan menunjuk seorang Patih yang bertugas untuk mengurus kerajaan, dimana selanjutnya perintah tersebut diteruskan ke bawahanya yang merupakan seorang bupati, tumenggung, bendahara raja dsn seterusnya. 

Tumenggung bertugas untuk mengatasi malsaha perpajakan, sedangkan Syahbandar bertugas untuk mengatasi perdagangan laut dan Laksamana untuk urusan perkapalan.  Sehingga bisa diliha kekayaan dari para raja akan sering bertambah akibat penarikan upeti dan usaha menyewa kapal.

Untuk uang yang sudah didapat biasanya dipakai untuk pembangunan istana kerajaan, pembuatan masjid, perluasan pelabuhan dan juga kebutuhan sehari-hari yang cenderung mewah. Sehingga disini berakibat dengan adanya kecemburuan sosial yang disebabkan oleh dominasinya lara bangsawan dan pedagang kehidupan bermasyarakat.


Raja Kerajaan Malaka

Siapa raja Kerajaan Malaka? Kesultanan Malaka juga dipimpin oleh beberapa raja. Lalu siapa saja yang pernah memerintah pada saat itu? Simak daftar dari silsilah kerajaan di bawah ini!

Silsilah Kerajaan Malaka !

  • Iskandar Syah (1396-1414 Masehi)

Setelah terjadinya perang Paregreg yang berada di Majapahit, Prameswara melarikan diri dari Blambangan dan berakhir di Semenanjung Malaya yang kemudian didirikanlah kerajaan Malaka. 

  • Muhammad Iskandar Syah (1414-1424 Masehi)

Setelah masa pemerintahan Iskandar Syah berakhir, kepemimpinan dialihkan ke putranya yakni Muhammad Iskandar Syah. Dimana pada saat ia memimpin banyak perluasan wilayah kekuasaan hingga Semenanjung Malaya. 

  • Mudzafat Syah (1424-1457 Masehi)

Mudzafat Syah berhasil naik tahta dengan gelar Sultan dan ia berhasil menyisihkan Muhammad Iskandar Syah. Ia merupakan Raja Malaka dengan gelar Sultan untuk pertama kalinya. Pada saat masa pemerintahannya ia di serang kerajaan Siam tetapi berhasil di padamkan. 

  • Sultan Mansyur Syah (1458-1477 Masehi)

Kesultanan dilanjutkan eh Sultan Mansyur Syah, dimana pada saat masa pemerintahannya kerajaan ini berhasil mencapai masa kejayaan. Malaka berhasil menjadi pusat perdagangan dan juga penyebaran agama Islam di Asia Tenggara juga perluasan wilayah di Semenanjung Malaya dan juga Sumatera Tengah. 

  • Sultan Alaudin Syah (1477-1488)

Pada saat itu Sultan tersebut memegang tahta kerajaan, dimana Malaka mengalami masa kemunduran dengan ditandainya satu persatu daerah mereka mulai melepaskan diri. 

  • Sultan Mahmud Syah (1488-1511 Masehi)

Portugis yang berada dibawah komando dari Alfonso d’albuquerque pada tahun 1511 Masehi berhasil menguasai Malaka.

Baca Juga: Kerajaan Majapahit

Peninggalan Kerajaan Malaka

Kesultanan Malaka juga meninggalkan beberapa bukti peninggalan-peninggalan yang ada.

  • Peninggalan-peninggalan tersebut antara lain:

  1. Masjid Agung Deli
  2. Masjid Raya Baiturrahman Aceh
  3. Masjid Johor Baru
  4. Masjid A’Farmosa
  5. Mata uang.

Penutup

Demikian penjelasan tentang Kerajaan Malaka, pembahasan yang dimulai dari sejarah, masa kejayaan dan masa runtuhnya kerajaan, cerita tentang kehidupan masyarakat yang ada pada saat itu, silsilah raja dan juga peninggalan dari kerajaan Malaka. 

Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambahkan wawasan buat kalian semua terutama pada bidang sejarah, karena sejarah bukan untuk dilupakan, tapi sejarah untuk dijaga dan dirawat.


Kerajaan Malaka
Sumber Refrensi:

https://ips.pelajaran.co.id/kerajaan-malaka./
https://www.gurupendidikan.co.id/kerajaan-malaka/

Default image
FITRI
"Menulis menjadi sebuah solusi dalam menuangkan beban yang tak pernah tersampaikan lewat sebuah ucapan"

Leave a Reply

error: Content is protected !!