21+ Pantun Matematika : Trigonometri, Metriks, Bilangan dan Aljabar

Pantun Matematika – Membicarakan seni berpantun, sebenarnya hal ini telah menjadi kebiasaan masyarakat sejak zaman dahulu. Belakangan ini, jenis pantun semakin beragam.

Contohnya saja pantun Matematika yang banyak digunakan untuk menghibur bahkan memberi nasihat. Pantun dibuat dengan nuansa yang menyenangkan sehingga pembaca tidak merasa jenuh.

Membuat pantun memerlukan kepekaan akan permainan kata sehingga membentuk bacaan yang unik dan menarik. Pantun dapat mengasah kepekaan seseorang akan penggambaran dari hal sehari-hari yang nampak biasa namun dikemas dengan kata yang sarat makna.

Sama halnya dengan matematika yang seringkali dianggap musuh, padahal memiliki sederet manfaat yang sayang jika diabaikan.


Apa Itu Pantun Matematika?

Banyak dari masyarakat yang tidak asing dengan istilah pantun. Pasalnya, pembelajaran mengenai pantun sendiri mulai dikenalkan pada siswa sejak duduk di bangku SD, khususnya kelas 4 ke atas.

Pantun merupakan jenis puisi yang disusun dengan mengikuti kaidah tertentu. Pembuatan pantun memiliki peraturan yang cukup ketat sehingga memiliki ciri khas yang menjadi pembeda dari puisi lainnya.

Dalam pantun, setiap akhirannya bernada sama, contohnya a-e-a-e. Struktur pantun umumnya berisi empat baris di dalam satu baitnya.

Kalimat yang terletak pada baris pertama dan kedua sebenarnya lebih ke kiasan atau pembuka, sehingga tidak terkait dengan baris ketiga dan keempatnya. Makna yang ingin disampaikan nampak pada dua baris terakhir.

Di masa lalu, pantun sebenarnya bersifat lisan dimana masyarakat mengucapkannya secara langsung untuk perbincangan sehari-hari, bertukar sapa dan menjalin keakraban. Dengan berkembangnya zaman, topik pantun semakin bervariasi, misalnya menggunakan istilah matematika untuk dijadikan pantun.

Dengan begitu banyak orang bisa berkreasi menggunakan pantun. Sudah bukan rahasia bahwa matematika termasuk pelajaran yang banyak dibenci karena kerumitan rumus, angka, dan penggunaan logika yang kritis.

Terlepas dari itu, ternyata istilah matematika dapat dimanfaatkan untuk menghibur hati seperti dalam pantun. Agar pantun tidak membosankan dan itu-itu saja, tidak ada salahnya menggunakan matematika sebagai unsur yang membuatnya semakin menarik.

Baca Juga: Pantun Melayu


Contoh Pantun Matematika dan Artinya


1. Pantun Matematika Lucu

1. Pantun Matematika Lucu

Tidak bisa dipungkiri bahwa semua orang perlu hiburan. Dari hal sederhana pun sebenarnya sudah bisa mendapatkan hiburan, misalnya pantun.

Matematika pun dapat dikemas menjadi pantun bernada humor, sehingga tidak selalu memandang matematika sebagai sesuatu yang serius.

Bapak makan nasi goreng gerobak pakai acar

Belum ada lima menit isi piringnya sudah hilang

Suara sepatu guru matematika sudah terdengar

Semua yang sedang asyik sendiri kembali ke kursi masing-masing

Kakak sepupu baru saja dilamar

Besok aku akan kasih hadiah barangkali kue buatan sendiri

Di tengah keheningan kelas, Bu Lusi menerangkan seputar aljabar

Tiba-tiba Ella yang sedang bercanda teriak, “nggak ada tantangannya, Sari!!”

Minum teh hijau paling enak tak pakai gula

Membuat tenang jiwa dan raga

Bu Lusi terkaget-kaget lalu melotot sambil membalas perkataan Ella

“Kamu mau tantangan? Ulangan mendadak sekarang juga!”

Pantun tersebut menggambarkan suasana kelas di tengah pelajaran matematika. Di tengah suasana serius menerangkan pelajaran, tiba-tiba seorang teman yang sedang bercanda berteriak menggelegar.

Lucunya, guru tersebut berusaha menyambungkan hukuman dengan perkataan yang diucapkan muridnya yaitu tentang tantangan.


2. Pantun Matematika Angka

2. Pantun Matematika Angka

Apabila membahas angka, rasanya tak jauh dari matematika. Banyak orang berusaha menghindari angka karena dianggap rumit dan membosankan.

Nyatanya, angka sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan bisa berguna untuk berbagai urusan. Seperti yang tergambar dalam pantun di bawah ini:

Kura-kura berjalan pelan membawa rumahnya

Ingin pelihara langsung saja bawa pulang

Berbicara soal angka matematika jagonya

Jangan bilang tak perlu kalau tak bisa berhitung

Baju yang kotor jangan minta cuci mama

Bisa cuci sendiri tanda sudah mandiri

Siapa masih ingat bilangan prima

Dua tiga sebelas tujuh belas semua yang dibagi satu dan dirinya sendiri

Pantun angka tersebut mencoba mengingatkan pembaca akan salah satu materi dalam matematika, yaitu bilangan prima. Meski terkesan sederhana, materi seperti ini seringkali dilupakan.

Bilangan prima sendiri merupakan semua bilangan di atas angka 1, hanya bisa dibagi dengan 1 dan bilangannya sendiri contohnya 3, 19, 37, 83.


  30+ Pantun Lebaran : Selamat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha

3. Pantun Matematika Motivasi

3. Pantun Matematika Motivasi

Membicarakan pelajaran matematika di sekolah, sepertinya masih banyak orang yang salah persepsi. Misalnya menganggap pelajaran ini tidak penting, karena rumus-rumusnya tidak terpakai di kehidupan sehari-hari.

Padahal bukan itu tujuan dari belajar matematika. Berikut contoh pantun yang akan memotivasi untuk belajar matematika:

Lari dari gerhana matahari lemari es segera kubuka

Minum sebotol teh botol dingin hingga puas

Hari ini di jam ketujuh ada pelajaran matematika

Beberapa teman mulai terlihat tak antusias

Kalau belanja pakaian jangan maruk

Ingat belum siapkan tabungan untuk periksa gigi

Sejujurnya waktu siang membuatku mengantuk

Tapi kakakku pernah bilang sesuatu tentang matematika yang bikin aku sadar lagi

Nana ke rumah tetangga menagih hutang

Tetangga bilang “nanti tunggu gajian” sambil meringis

Dek, matematika bukan hanya belajar rumus atau menghitung sudut ruang

Tapi membiasakan kamu berpikir logis dan kritis

Kalau belum menang undian jangan iri

Ayo main ke danau sebelah kasih makan angsa

Kakak bilang belajar berhitung itu melatih sisi otak kiri

Kamu akan menjadi pemikir rasional dan analitis yang akan berguna hingga dewasa

Dari pantun tersebut, diceritakan seorang siswa yang akan menghadapi pelajaran matematika di siang hari. Walau merasa mengantuk, dirinya memotivasi diri dengan nasihat dari kakaknya.

Kini dirinya tidak lagi memandang matematika sebelah mata. Sebenarnya ilmu ini mengasah keterampilan otak untuk memecahkan berbagai masalah dengan logis dan tanggap.

Baca Juga: Pantun Minang


4. Pantun Matematika tentang Kemerdekaan

4. Pantun Matematika Tentang Kemerdekaan

Kemerdekaan Indonesia bukanlah sesuatu yang dicapai dalam hitungan hari. Semuanya memerlukan perjalanan panjang dan peran dari banyak pihak.

Pantun yang berkaitan dengan matematika berikut akan mengingatkan seputar kemerdekaan agar tidak mengingat perayaannya saja namun juga makna di baliknya:

Belajar matematika dengan mudah bukan lagi sekedar angan

Segera ambil ponsel pintar dan unduh aplikasinya

Merdekanya Indonesia butuh perjuangan

Tapi yang terdengar hanya lantunan lagu “Hari Merdeka”

Punya ponsel pintar maka gunakanlah kepintarannya

Biar jadi wadah belajar matematika dengan lebih seru dan terarah

Jangan hanya ingat tujuh belas delapan empat lima

Namun juga perjuangannya yang penuh keringat bahkan darah

Tengah malam inginnya tenggelam dalam lamunan

Begitu lega sehabis menyelesaikan soal matematika hingga terbawa mimpi

Sebagai anak muda sudahkah punya peran?

Tak perlu muluk-muluk bisa mulai dari lingkungan terdekat dan dirimu sendiri

Seperti pantun di atas, matematika dapat dibuat menjadi berbagai topik. Berawal dari pengingat seputar mudahnya belajar matematika, diiringi dengan menghimbau banyak orang agar tidak mengingat hari kemerdekaannya saja.

Melainkan juga bagaimana perjuangan para pahlawan yang dapat diaplikasikan ke masa kini dengan terus mengembangkan diri.


5. Pantun Matematika Geometri

5. Pantun Matematika Geometri

Geometri merupakan materi yang tidak pernah luput dari pelajaran matematika di sekolah. ilmu ini berhubungan dengan bentuk, ukuran, sifat ruang, dan sebagainya. Dalam puisi berikut akan disinggung mengenai geometri yang sebenarnya berperan banyak dalam kehidupan:

Malam sebelum tidur jangan lupa cuci muka

Biar segera sembuh jerawatnya

Siapa tahu cabang tertua dalam ilmu matematika?

Tahu tidak? Geometri jawabannya

Sehabis makan mohon sampah dibuang

Itu baru namanya manusia berpendidikan dan mandiri

Pernah belajar menghitung ruang persegi, lingkaran, tabung?

Semuanya berkaitan dengan geometri, bahkan botol minum yang kamu pegang ini

Tak betah berada di pesta begitu inginnya pulang ke rumah

Menikmati waktu terbaik bersama kucing dan diri sendiri

Kata bunda ia dulu sangat suka geometri sewaktu sekolah

Takjub dengan banyaknya bentuk yang hadir di semesta berkat geometri

Seperti yang digambarkan dalam pantun, geometri termasuk cabang ilmu tertua yang memiliki peran besar dalam dunia matematika. Manfaatnya merambah hingga kehidupan nyata, mulai yang sederhana hingga kompleks.

Bayangkan, tanpa ilmu geometri mungkin manusia tidak dapat memperkirakan ruang untuk menampung air yang tepat.

Baca Juga: Pantun Minta Maaf


  30+ Contoh Pantun Olahraga : Sepak Bola, Sepeda, Lari, Senam dan Lainnya

6. Pantun Matematika Jomblo

6. Pantun Matematika Jomblo

Jomblo merupakan sesuatu yang seringkali digunakan untuk bahan bercanda. Banyak yang mengaitkan seseorang yang lajang dengan kesepian, tidak laku, dan sebagainya.

Sebenarnya tidak demikian, karena terdapat sisi positif yang dimiliki oleh kaum lajang. Seperti yang terlihat pada pantun ini:

Kakek di seberang mengucap halo

Kuhampiri dan kuajak mengobrol rupanya dulu ahli matematika

Tak perlu malu menjomblo

Malu itu kalau tak bisa menghargai orang lain sedang bicara

Pagi sejuk paling enak keliling kompleks sambil lari

Selanjutnya barulah selonjorkan kaki sambil berterimakasih pada diri

Yang penting berfokus pada pengembangan diri

Barulah jodoh akan menghampiri

Matematika dulunya terasa menyebalkan dan membuat hati gerah

Setelah lulus ternyata sedikit kangen dengan rutinitas itu

Hadapi mereka yang banyak bertanya tak perlu marah

Tenang saja karena masih banyak urusan lain yang membutuhkan perhatianmu

Setelah membaca pantun tersebut, diharapkan pembaca lebih bijak dalam melihat seseorang yang berstatus lajang. Setiap orang memiliki pilihan dan prioritasnya sendiri.

Agar dapat menjalin relasi sehat dengan pasangan, tentunya perlu memperhatikan kesejahteraan diri terlebih dahulu. Untuk itu lebih baik bersikap tenang dan tidak terlalu mengambil pusing.


7. Pantun Matematika tentang Matriks

7. Pantun Matematika Tentang Matriks

Matriks merupakan bagian dari ilmu matematika yang cukup dihindari karena tingkat kesulitannya. Susunan matriks berupa baris serta kolom berisi sekumpulan bilangan yang berada dalam sebuah tanda kurung.

Berbicara soal matriks, tergambar pesan lain yang ingin disampaikan dalam pantun ini:

Lebaran segera tiba bersiap menjamu tamu

Sajikan suguhan yang sehat jangan biasakan gula dan gorengan saja

Matriks dan vektor bertemu

Mengaku ahli matematika sudahkah kenal mereka?

Jalan berkeliling kompleks ingin beri kesempatan para kucing untuk hidup

Beri makanan tempat tinggal dan perlakuan yang layak

Kerumitan matriks rupanya hampir sama dengan tantangan hidup

Dikenali, diproses, lalu diselesaikan bukannya justru ditolak

Melalui pantun di atas, matriks digambarkan sebagai hal yang cukup menantang. Tantangan inilah yang bukannya dihindari, namun lebih baik dikenali hingga bisa diselesaikan.

Sama halnya dengan kehidupan yang tentunya memiliki kesulitan untuk dihadapi, tidak mungkin selalu diliputi dengan kemudahan.


Penutup

Itulah pembahasan serta contoh tentang pantun matematika sebagai bahan referensi. Sangat disayangkan apabila pantun tidak dilestarikan, karena keunikan serta tidak terbatasnya topik untuk dijadikan pantun.

Dari pantun bertema matematika saja misalnya, siapapun bisa membuat pantun yang menggambarkan persepsinya masing-masing akan pelajaran wajib ini. Pantun merupakan seni yang tidak lekang oleh waktu, bahkan seringkali digunakan untuk menarik perhatian lawan jenis.

Sebenarnya tidak hanya itu, karena pantun memiliki sederet fungsi yang sayang dilewatkan. Sebut saja promosi produk atau jasa, mengasah otak agar tidak mudah lupa, hingga bercanda seputar teman, pelajaran matematika, hingga nasihat yang menenangkan hati.

Pantun Matematika