35+ Pantun Melayu : Terlengkap yang Sering di Gunakan dan Maknanya

Pantun Melayu – Karya seni tulis memang beragam jenisnya. Mulai dari novel, cerpen, puisi, hingga pantun. Meski jenisnya beragam, namun karya tulis jenis pantun masih menjadi yang paling jarang dipakai.

Bahkan, ada juga beberapa individu yang menganggap bahwa pantun terkesan kuno. Misalnya saja pantun Melayu yang sudah ada sejak lama.

Padahal, pantun seperti ini sarat akan makna di dalamnya. Pembagiannya juga banyak, sehingga bisa dikatakan bervariasi tergantung kebutuhan.

Pada uraian kali ini, akan dijabarkan lengkap mengenai pengertian pantun tersebut beserta dengan contohnya. Simak penjelasannya secara lengkap di bawah ini:


Apa Itu Pantun Melayu?

Pantun Melayu adalah pantun yang biasa dipakai atau bersinggungan langsung dengan kehidupan melayu. Jenis dari pantun ini beragam mengikuti kebutuhan dan isi dari pantun-nya sendiri. Sedangkan jika dilihat dari tujuan penggunaannya sendiri, juga tidak terlepas dari tradisi dan adat yang berlaku di kehidupan suku Melayu.

Bahkan untuk acara adat seperti perkawinan pun, pantun Melayu juga dipakai untuk salah satu ritualnya. Selain itu, pantun ini juga dipakai untuk memberikan pesan mendalam untuk seseorang atau suatu kondisi.

Berdasarkan penjelasan ini, maka bisa diartikan jika pantun ini sangat penting untuk kehidupan masyarakat melayu dan lainnya yang membutuhkan. Penggunaan dan pembuatan pantun ini tidak bisa sembarangan.

Ada kaidah-kaidah tertentu yang menjadi dasar pembuatannya. Bahasa yang dipakai juga unik dan harus mengikuti bahasa Melayu yang mendalam.

Hal ini diartikan sebagai pemberian penghormatan dengan memberi sapaan tertentu berdasarkan bahasa Melayu.

Baca Juga: Pantun Minang


Contoh Pantun Melayu

Pantun melayu juga bisa digolongkan dalam banyak jenis. Pembagian ini didasarkan pada tujuan penggunaan dan isi dari pantun-nya.

Jika dilihat dari tujuan penggunaan, pantun ini bisa dipakai untuk proses perkawinan dan acara adat lainnya. Sehingga, pantun ini tergolong penting untuk dipakai dalam acara-acara tersebut.

Lalu jika dilihat dari isi atau pesan pantun-nya, maka pantun ini juga bisa digolongkan dalam banyak jenis. Mulai dari pantun nasehat, agama, dan berbagai jenis lainnya.

Semua jenis ini bisa dilihat dari contoh yang ada diberikan di bawah ini. Penasaran apa saja contohnya? Berikut adalah beberapa di antaranya?


1. Pantun Melayu Merisik

1. Pantun Melayu Merisik

Maksud dari pantun melayu merisik adalah pantun yang diucapkan ketua adat saat akan meminang gadis untuk seseorang. Prosesi ini sangat penting bagi masyarakat Melayu.

Maka dari itu, pengucapannya harus dilakukan oleh orang yang tepat. Simak beberapa contoh yang ada di bawah ini untuk mengetahuinya:

Makan ikan dengan bumbu kacang

Rasanya manis melilit gigi

Datang bukan hanya sekadar datang

Datang dengan niat besar yang ada di hati

Ke pasar hendak beli kemiri

Besar kemiri hanya se kelingking

Bunga milik tuan memang sedang berpagar duri

Bolehkan kami bersiap menyunting

Berlari kencang mengejar sang bandit

Ada tombol pintu hendak menekan

Bersama hajat yang tingginya bak langit

Merisik sang cantik yang mekar di tengah taman

Pisau tajam ukir nama belati

Tak jadi dilempar karena dehaman

Berhajat megah inginnya hati

Teruna kami menyisir teman

Buat hidangan berbahan ketan

Bentuknya bagus dan legit rasanya

Mekar dan tumbuh mewangi seantero taman

Bertuan tidak kami hendak bertanya


2. Pantun Melayu Pernikahan

2. Pantun Melayu Pernikahan

Untuk contoh pantun Melayu yang kedua adalah pantun pernikahan. Pantun ini dipakai saat proses pernikahan berlangsung. Tujuannya adalah sebagai simbolis diserahkannya pengantin wanita kepada pengantin pria.

Berikut adalah beberapa contohnya yang bisa dipakai, diucapkan, atau dikombinasikan ulang dengan kata lainnya:

Makan buah belum masak dan sepat

Buah masak rasanya enak serunding

Cinta ada untuk mengikat

Singgah di pelaminan untuk terus bersanding

Berlayar jauh ke pulau Peda

Hujan badai akan terus dilawan

Sopan dan santun memang kami tiada

Tolong keikhalasan diberikan

Mangga besar dari kawasan tertinggi

Ambilnya lama entah sampai kapan

Dahulu kami kukuhkan janji

Memetik bunga yang mekar di taman

Sakit hati bukan sakit gigi

Hilangkan saja buat hati berkembang

Ramai sekali kehidupan di sini

Siapa orang yang tengah berbincang

Pergi ke kota sebelah hadiri rapat

Jalannya sulit membuat sakit kaki

Datang kami ke orang ada hajat

Ingin ungkapkan hasrat di hati


3. Pantun Melayu Ramadhan

3. Pantun Melayu Ramadhan

Jenis pantun Melayu lainnya yang bisa dipakai untuk referensi adalah pantun ramadhan. Jika ingin memakai pantun ini, maka waktunya bisa disesuaikan dengan saat bulan ramadhan.

Biasanya, orang yang memakai pantun semacam ini memiliki tujuan untuk menjalin silaturahmi secara mendalam. Inilah beberapa contohnya:

Uang jatuh ke dalam belaga

Tenang saja nanti akan terisi lagi

Hilangkan saja semua dosa

Bersihkan diri di segala lini

Makan ikan berbumbu dengan enaknya

Jauhkan dari keinginan kera

Sebentar kehidupan ramadhan memusatkan cerita

Amalan juga perlu peningkatan sesuai selera

Makan buah asam bisa membuat kambuh

Hindari makan buah yang makanan lainnya

Bulan ramadhan sedang berlabuh

Minta doa saat badan masih ada

Hitung tangan hitung jemari

Sampai lima dan berhenti tanpa penerusan

Gabung hati dan kuatkan diri

Tuhan ada untuk sebuah pertolongan

Siang tak makan dan habiskan waktu

Pergi tarawih saat di akhir hari

Pastikan ibadah selalu tepat waktu

Meski ramadhan masih esok hari

Pergi ke jalan Bangka membawa ikan

Ikan didapat dari lautan

Bulan penuh berkah bulan ramadhan

Kata mutiara dan maaf kami haturkan

Ibadah haji pergi ke Mekah

Perginya bersama dengan rombongan

Bulan Ramadhan memang paling indah

Kalau ada salah tolong maafkan

 

Pergi ke lembah membawa sekat

Sekat dipakai untuk mandi sendiri

Bulan ramadhan semakin dekat

Sambut dengan senang di hati

Baca Juga: Pantun Minta Maaf


4. Pantun Melayu Perantau

4. Pantun Melayu Perantau

Pantun Melayu perantau adalah pantun yang bisa dipakai anak rantau yang jauh dari keluarga. Dengan pantun ini, pesan kerinduan bisa disampaikan kepada keluarga dengan cara yang berbeda.

Penasaran bagaimana contoh pantun-nya? Simak beberapa daftar pantun yang ada di bawah ini secara menyeluruh:

Bermain api bersama bumerang

Jatuh jauh menuju belanga

Hamba datang dari tanah seberang

Kerja keras untuk sang keluarga

Jalan layang terlihat terang

Daun di atasnya terlihat layu

Pergi jauh merantau ke negeri orang

Air mata keluar tak ada yang tahu

Tanah Melayu jauh dari Jawi

Pergi menyeberang jauh terlampau

Sudah lama bergantung di tanah ini

Jauh dengan kerabat karena merantau

Belanja ke pasar berburu timba

Tujuan pakai untuk siram merata

Sering hati merasa hiba

Rindu memenuhi bersama dengan air mata

Pergi ke seberang mencari kerang

Bersama kawan berjumlah tiga

Sepi terasa di negeri seberang

Berjuang mencari nasi untuk keluarga

Makan duri tersangkut di gigi

Makan sendiri terasa hampa

Gapai ilmu hingga tinggi

Kampung jangan pernah dilupa

Jalan ke kota mengasah pedang

Hujan mengguyur jalan menjadi licin

Rupa dan harta memang sudah kurang

Pakai ilmu jauh untuk penyempurna diri

Burung melayang tak terlihat jauh

Ternyata tak tinggi mencapai keran

Anak sekolah dengan merantau

Tapi ingat selalu tanah kelahiran


5. Pantun Melayu Merayu

5. Pantun Melayu Merayu

Rekomendasi pantun Melayu lainnya adalah pantun merayu. Pantun ini dipakai untuk berbagai kegiatan yang dilakukan masyarakat Melayu.

Dalam setiap acara, biasanya pembawa acara akan melontarkan pantun untuk menyanjung para tamu. Inilah beberapa contohnya yang bisa dipakai atau diterapkan:

Buat ukiran dengan berdiri

Pembeli terus datang dan mampir

Tampak bersedih wajah adik hari ini

Kakak nak pinjam uang untuk traktir

Muda mudi jarang bertemu

Bertemu sekali kalau kepepet

Cantik sangat adik dikau

Ingin cari dukun nak memelet

Itik beriringan jalannya

Tertinggal sepuluh dikurangi tiga

Hai adik, abang punya bunga

Baru dapat milik tetangga

Tanah jauh milik sang ratu

Tak terjamah sejak lama

Aku hendak coba merayu

Tuk ajak engkau pergi bersama

Makan obat ternyata ampuh

Jangan buat hati nelangsa jiwa

Kakak, aku takkan selingkuh

Hanya engkau cinta sejatinya

Ke alun-alun cari surabi

Ditambah susu tanpa diminta

Saat engkau merindukan sang abi

Jangan suka melamun saja

Mata ikan jelalatan

Sungguh terlihat dan terpampang

Kakak tetap jadi panutan

Tapi ternyata hanya buaya belang

Jalan seiring dengan keluarga

Pakai sandal berbeda pasang

Meski terlihat agak jauh di mata

Tapi tetap engkau yang terpandang

Baca Juga: Pantun Mobile Legend


6. Pantun Melayu Tunjuk Ajar atau Nasehat

6. Pantun Melayu Tunjuk Ajar Atau Nasehat

Pantun Melayu selanjutnya adalah pantun tunjuk ajar atau bisa juga disebut pantun nasihat. Pantun ini biasa disebutkan dalam keseharian.

Hal ini dikarenakan pantun ini mengandung nasihat dan pesan yang mendalam. Bagaimanakah contoh kalimatnya? Simak urutan contoh kalimat berikut ini secara cermat:

Jalan ke Tunjungan membawa sajadah

Nilai ibadah harus ditelaah

Ambil saja nilai baik berfaedah

Agar proses hidup tidak salah

Bola api cepat menggelinding

Dibuat dari kayu dan tali

Tua muda harus bersanding

Ambil mufakat dengan diskusi

Ingin beli rumah masih dalam angan

Inginnya di jalan Sudirman

Jadikan keutamaan sebuah pendidikan

Agar negara mendapat kemajuan

Beli bunga hingga setaman

Hasilnya dijual untuk mendapat keuntungan

Kalah sejak tidak bersanding

Janji dibuat segera ditegakkan

Ikan dibawa burung pelikan

Terbangnya tinggi jauh di pandangan

Rasa suka akan selalu diberikan

Sebuah karya juga dinantikan

Beli batu ternyata bertuah

Ajak bapak ternyata malah marah

Apa arti Melayu beradat

Hidup berdampingan dengan mufakat

Kejar hewan bernama belalang

Belalangnya berjenis jantan

Mana yang harus diikuti dan dibawa pulang

Maka yang buruk tolong tinggalkan

Beli sepatu buat tertekan

Harga besar dengan nol banyak biji

Dengan bersama lekas berjalan

Menggapai negara baik yang diimpikan


7. Pantun Melayu Agama

7. Pantun Melayu Agama

Selain semua jenis pantun di atas, pantun Melayu juga bisa menyampaikan pesan agama. Dengan pantun seperti ini, maka pesan yang disampaikan biasanya sangat dalam dan berupa saran.

Pesan agama yang mengikutinya sangatlah pas untuk disampaikan. Berikut adalah beberapa contoh pantun-nya:

Katanya rezeki karena anak

Maka rajin menabunglah

Ilmu ada untuk dipinak

Lalu diamalkan dengan aturan Allah

Malam minggu ikut pawai

Ternyata temanya adalah perang

Sunnah bisa diamalkan dan dipakai

Tapi jangan lupa dan dibuang

Pisau sering kena asah

Bersama Bapak sedang mumpung

Jangan tegakkan anjuran yang salah

Hidup tak mau mati juga menanggung

Hidup dituntut dengan undang-undang

Dibuatlah oleh tenaga dan lembaga

Ikuti agama yang terang

Hidup akan terjaga dan sentosa

Makan nasi adalah yang teraman

Kenyang bersama hingga ke pangkal

Umat sudah jelas beriman

Jika ilmu agama dijadikan amal


Penutup

Penjelasan mengenai pantun Melayu sudah lengkap beserta contoh pantunnya. Untuk menyesuaikan tujuan pemakaian dan isi pesan, maka baca satu per satu penjelasan yang ada.

Dengan demikian, maka penggunaan pantun akan pas dan sesuai dengan kondisi yang ada atau yang sedang terjadi oleh penggunanya.

Pantun Melayu

Tinggalkan komentar