Rumah Adat Bali

Rumah Adat Bali – Sampai saat ini, rumah adat Bali masih sering kita jumpai di Pulau Bali. Keberadaannya masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Bali, sehingga siapa saja yang berkunjung ke Bali pasti akan dimanjakan oleh pemandangan khas Bali tersebut.

Rumah adat bali masih menyimpan beragam ciri khas dan keunikannya. Meski zaman telah banyak berubah, tapi rumah tradisional ini tidak banyak berubah dan terjaga keasliannya. Hal ini dikarenakan kebudayaan Hindu yang masih diyakini masyarakat di Bali.

Bagaimana sebenarnya rumah tradisional khas Pulau Dewata ini? Untuk mengetahui seluk-beluk rumah adat Bali, mari kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.


Rumah Adat Bali

Rumah Adat Bali
Rumah Adat Bali
furnizing.com

Selain keindahan pulaunya, Bali juga dikenal dengan keindahan yang terpajang jelas dari berbagai jenis rumah adat  yang ada di sana. Rumah adat atau rumah tradisional Bali tidak hanya digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Namun, juga kerap digunakan sebagai sarana untuk pelaksanaan kegiatan ibadah serta upacara adat oleh masyarakat Bali.

Rumah adat Bali dibangun dengan menggunakan aturan asta kosala kosali. Aturan tersebut merupakan aturan yang kurang lebih hampir sama dengan penggunaan fengsui dalam budaya Tionghoa. Aturan asta kosala kosali diterapkan dengan menggunakan anatomi tubuh manusia, yakni aturan dimana sang pemilik rumah atau tanah untuk penataan lahan tempat tinggalnya.

Penggunaan anatomi tubuh sang pemilik rumah ini dihitung dengan ukuran tubuh bukan menggunakan satuan internasional. Contoh pengukuran acengkang atau alengkat yang diukur dari ujung telunjuk hingga ibu jari tangan yang direntangkan, dan lain sejenisnya.


Ciri Khas Rumah Adat Bali

Ciri Khas Rumah Adat Bali
Ciri Khas Rumah Adat Bali
Pexels.com

Selain menggunakan aturan asta kosala kosali, rumah adat Bali juga dikenal dengan hiasan dan ukiran khas Bali pada bangunannya. Hal ini semakin membuat rumah adat Bali semakin unik dan memiliki ciri khasnya.

Ciri khas pertama pada setiap bangunan rumah adat Bali adalah memiliki gapura atau pintu masuk yang terletak di bagian depan rumah. Gapura ini berbentuk layaknya bercorak candi Hindu yang menjulang tinggi.

Kemudian rumah Bali identik dengan menggunakan batu bata merah sebagai salah satu material bangunan. Rumah Bali juga biasanya dipenuhi dengan ukiran tradisional yang menempel di dinding ataupun patung yang memiliki filosofi tertentu.


Keunikan Rumah Adat Bali

Gapura Candi Bentar Pada Rumah Adat Bali
Gapura Candi Bentar pada Rumah Adat Bali
https://www.rumah.com/

Rumah adat Bali memiliki berbagai keunikannya, mulai dari gapuranya, pagar tembok, rumah yang dibuat satu kompleks, tata letak dan nuansa juga masih sangat kental dengan kebudayaan khas Bali dan umat Hindu. Untuk selengkapnya, dapat disimak penjelasan tentang keunikan rumah tradisional Bali berikut ini.

  • Representasi gapura Candi Bentar pada rumah adat Bali

Rumah adat Bali pada umumnya memiliki pintu masuk berupa gapura Candi Bentar. Tidak hanya Bali, gapura semacam ini juga bisa ditemukan di Pulau Jawa dan Lombok, terutama pada bangunan keraton, makam, serta bangunan tempat suci dengan corak agama Hindu.

Gapuran Candi Bentar merepresentasikan estetika dari sebuah gerbang pintu masuk. Di Bali, gapura ini lebih detail dan lebih dekoratif. Candi Bentar umumnya memiliki beberapa anak tangga dan tidak memiliki atas.

  • Pagar tembok rumah adat Bali bukan sekadar pembatas rumah

Rumah adat Bali pasti dikelilingi oleh pagar tembok pembatas rumah. Pagar ini dipercaya masyarakat Bali dapat melindungi mereka dari roh jahat. Pagar pembatas tidak dibangun tinggi, hanya memiliki tinggi sedang untuk melindungi privasi rumah.

Pagar rumah adat Bali dibangun dari material yang sama seperti material gapura dan pura pemujaan, yakni dari batu candi atau batu bata ekspos.

  • Rumah adat Bali dibuat menjadi satu kompleks

Keunikan lainnya adalah rumah adat bali ini dibangun dalam satu kompleks, yakni tiap bangunan tidak digabungkan dalam satu atap dan mempunyai kegunaannya masing-masing.

Tata ruang rumah adat Bali ini menganut konsep kosmologis dan falsafah kepercayaan yang mengatur hubungan individu dengan Tuhannya, antar individu satu dengan individu lain, serta individu dengan alam. Aturan tata letak dengan konsep ini telah diatur dalam kitab suci Weda dan dikenal dengan Asta Kosala Kosali.

  • Letak ruang pada rumah adat Bali berdasarkan arah mata angin

Konsep kosmologis juga membuat bangunan rumah Bali diatur dengan tata letak berdasarkan arah mata angin dan berdasarkan hierarki. Salah satunya adalah ruang yang dimuliakan biasanya akan diletakkan pada sudut utara dan timur rumah adat Bali.

  • Bangunan rumah adat Bali akrab dengan nuansa alam

Rumah Adat Bali
Rumah Adat Bali
Pixabay.com

Karena konsep kosmologis mengatur hubungan individu dengan alam, sehingga rumah tradisional Bali mengadopsi konsep yang bernuansa alam. Hal ini didukung dengan bangunan rumah Bali yang memiliki halaman luas sehingga sang pemilik mampu terus berkomunikasi dengan alam.

Begitu juga dengan atap rumah Bali yang lebih sering dijumpai dengan fitur tingkap atau tambahan ruang di antara atap dan dinding. Sehingga sirkulasi udara di dalam rumah lebih lancar. Selain itu, kedekatan manusia dengan alam tidak akan terlalu terkungkung batas.

Rumah adat Bali menggunakan bahan material alam yang berbeda-beda bergantung dengan kekayaan penghuninya atau hierarki. Apabila penghuni rumah termasuk golongan Brahmana atau bangsawan, maka rumahnya dibangun dengan batu bata ekspos. Sedangkan bagi masyarakat biasa, maka rumahnya hanya menggunakan tanah liat.


Macam-macam Bagian Rumah Adat Bali

Rumah tradisional Bali tidak hanya terdiri atas satu bangunan, melainkan memiliki beberapa bagian rumah yang memiliki kegunaannya masing-masing.

Bangunan rumah tradisional Bali seperti angkul-angkul, aling-aling, pura keluarga, bale manten, bale dauh, bale sekapat, bale gede, pawaragen, bale delod, serta klumpu. Beberapa bagian bangunan ini akan kita bahas bersama pada penjelasan berikut ini.

 

No Bagian Rumah Adat Bali
1 Angkul-angkul
2 Aling-aling
3 Pura Keluarga
4 Bale Manten
5 Bale Tiang Saga/ Bale Dauh
6 Bale Sekapat
7 Bale Dangin/ Bale Gede
8 Pawaragen/ Paon
9 Bale Delod
10 Klumpu/ Jineng

 

  • Angkul-angkul

Angkul Angkul Rumah Adat Bali
Angkul-angkul Rumah Adat Bali
http://tripadvisor.co.za/

Angkul-angkul merupakan bagian rumah adat Bali yang berada di paling depan. Bangunan ini umumnya berbentuk gapura dengan atap model tradisional dan bangunan seperti candi di sisi kanan atau kiri.

Atap angkul-angkul yang dipenuhi dengan ornamen dan ukiran artistik yang menghubungkan kedua sisi gapura. Dahulu, atap gapura menggunakan rumput kering namun saat ini lebih banyak yang menggantinya dengan atap dari genteng.

Angkul-angkul menjadi salah satu bentuk pamesuan atau pintu keluar pekarangan. Dan dalam pembangunan gapura ini menerapkan konsep tri hita karana.

Posisi bangunan angkul-angkul sangat mempengaruhi atau menentukan kehidupan rumah tangga sang pemiliknya. Sehingga, proses pembangunannya mengacu pada sikut undagi atau arsitektur tradisional khas Bali.

  • Aling-aling

Aling Aling Rumah Adat Bali
Aling-aling Rumah Adat Bali
http://tripadvisor.co.za/

Aling-aling merupakan bagian rumah adat Bali yang berupa halaman rumah Bali yang membatasi antara angkul-angkul dengan tempat suci. Bangunan ini adalah tempat yang digunakan untuk melakukan aktivitas persiapan alat upacara adat di Bali. Selain itu, juga digunakan sebagai tempat beristirahat. Pada umumnya, bangunan aling-aling memiliki dinding pembatas yang dikenal dengan penyengker menggunakan patung di area depan.

  • Pura Keluarga

Pura Keluarga Pada Rumah Adat Bali
Pura Keluarga pada Rumah Adat Bali
polarumah.com

Pura keluarga adalah bagian bangunan rumah adat Bali yang digunakan untuk beribadah di rumah keluarga. Pura keluarga juga dikenal dengan Pamerajaan atau Sanggah. Bangunan ini berada di bagian pojok rumah adat di sebelah timur laut. Hampir keseluruhan rumah adat Bali memiliki pura kecil ini sebagai tempat beribadah dan berdoa bagi penghuni rumah Bali.

Baca Juga: Rumah Adat Banjar
  • Bale Manten

Bale Manten Pada Rumah Adat Bali
Bale Manten pada Rumah Adat Bali
https://mybalitrips.com/

Bale manten merupakan bagian rumah adat Bali yang biasa digunakan untuk tempat tidur kepala keluarga, atau anak gadis penghuni yang belum bersuami, serta bangunan tersebut juga digunakan untuk bagi pasangan yang baru menikah.

Bangunan bale manten dibentuk dengan menghadap ke arah utara, serta persegi panjang dan terdapat bangunan bale-bale lainnya di bagian sebelah kanan dan kirinya.

  • Bale Tiang Saga/ Bale Dauh

Bale Dauh Pada Rumah Adat Bali
Bale Dauh pada Rumah Adat Bali
https://mybalitrips.com/

Bale yang satu ini memiliki beragam nama istilah penyebutan, ada yang menyebutnya bale tiang saga, kemudian bale dauh, serta loji. Bangunan ini memiliki fungsi utama sebagai tempat tidur anak muda atau remaja serta sebagai tempat untuk menerima tamu.

Bangunan bale dauh berbentuk persegi panjang dengan dilengkapi tiang kayu. Jika tian kayunya berjumlah enam, maka disebut dengan sakenem. Sedangkan jika jumlah tiangnya delapan maka disebut dengan sakutus atau astsari. Bahkan jika berjumlah sembilan disebut dengan sangasari.

  • Bale Sekapat

Bale Sekapat Pada Rumah Adat Bali
Bale Sekapat pada Rumah Adat Bali
https://mybalitrips.com/

rumah adat Bali memiliki bangunan khusus yang digunakan untuk bersantai. Bangunan ini disebut dengan bale sekapat. Bale sekapat dibangun dengan bentuk yang menyerupai gazebo. Bangunan gazebo ini dilengkapi dengan empat tiang penyangga.

  • Bale Dangin/ Bale Gede

Bale Gede Pada Rumah Adat Bali
Bale Gede pada Rumah Adat Bali
http://balubu.com/

Bangunan selanjutnya yang terdapat pada kompleks rumah adat Bali adalah bale dangin. Bangunan ini juga dikenal dengan sebutan bale gede. Bangunan ini merupakan bangunan dengan ukuran yang paling luas di antara bangunan lainnya di kompleks rumah Bali.

Bale Gede dibangun dengan desain dan arsitektur yang mewah, sehingga bangunan ini biasa digunakan untuk perayaan upacara adat bagi kalangan keluarga maupun sampai kalangan masyarakat sekitar.

Bangunan bale gede berada di posisi timur rumah adat Bali. Bangunan tersebut memiliki dua belas tiang yang disusun masing-masing 4 tiang, sehingga membentuk menjadi dua balai. Dimana masing-masing balai menghadap ke arah timur.

Akan tetapi, tidak semua rumah Bali dilengkapi dengan dua bale gede. Biasanya juga terdapat satu saja bale gede yang berada di tepi atau tengah kompleks rumah tradisional Bali.

Baca Juga: Rumah Adat
  • Pawaragen/ Paon

Pawaragen Pada Rumah Adat Bali
Pawaragen pada Rumah Adat Bali
http://balubu.com/

Bagian rumah adat Bali selanjutnya adalah pawaragen. Bangunan pawaragen merupakan ruang dapur yang dibangun di rumah adat Bali. Bangunan pawaragen juga biasa dikenal dengan paon yang berada di sebelah selatan atau barat laut rumah utama. Bangunan tersebut dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu bagian pertama untuk tempat memasak sedangkan bagian kedua digunakan untuk menyimpan makanan serta alat-alat dapur.

  • Bale Delod

Bale Delod Pada Rumah Adat Bali
Bale Delod pada Rumah Adat Bali
https://mybalitrips.com/

Bale delod merupakan bagian rumah adat Bali yang berada di sebelah selatan kompleks. Bangunan ini biasa digunakan untuk tempat menerima tamu, melaksanakan kegiatan adat, bale kematian serta tempat untuk meletakkan jenazah anggota keluarga yang meninggal.

Bangunan tradisional tersebut terdiri atas delapan tiang yang terbagi menjadi 3 bagian, yaitu 3 tiang di depan, 3 tiang di tengah, serta 2 tiang di bagian belakang. Bangunan rumah adat ini juga kerap digunakan sebagai tempat meletakkan sesajen sebelum melangsungkan upacara adat umat Hindu di Bali.

  • Klumpu/ Jineng

Bagian Jineng Pada Rumah Adat Bali
Bagian Jineng pada Rumah Adat Bali
http://perwakilan.baliprov. go.id/

Jineng atau klumpu merupakan bagian dari rumah tradisional Bali yang digunakan untuk menyimpan gabah padi. Bangunan jineng juga dikenal dengan sebutan Gelebeg. Bangunan ini semacam pendopo namun berukuran kecil.

Bangunan Jineng ini berbentuk seperti panggung yang digunakan untuk menyimpan gabah yang sudah kering, sedangkan bagian kolong panggungnya digunakan untuk menyimpan gabah yang masih basah.

Bagian bangunan rumah adat Bali ini berada di bagian arah tenggara dari batan umah. Umumnya bangunan ini berada di sebelah paon atau dapur.

Jineng dibangun dengan berbentuk persegi panjang dengan jumlah tiangnya sebanyak empat atau enam tiang penyangga.

Karena digunakan untuk menyimpan gabah, umumnya bangunan ini dimiliki oleh masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani. Selain itu, bagi masyarakat yang menyebutnya Gelebeg, bangunan ini lebih cenderung digunakan tempat beristirahat dan bekerja.


Struktur Area Rumah Adat Bali beserta Fungsinya

Struktur Area Rumah Adat Bali
Struktur Area Rumah Adat Bali
Pexels.com

Rumah adat Bali terdiri atas beberapa bagian ruang yang tiap-tiap ruang memiliki kegunaannya. Bagian-bagian ruang tersebut disusun berdasarkan struktur konsep adat Bali. Struktur pertama atau bagian terluar dari rumah Bali terdapat gapura sebagai gerbang masuk. Setelah melewati gapura, bagian rumah selanjutnya adalah Pengijeng Karang yang biasa digunakan untuk tempat sembahyang.

Kemudian, struktur ruangan bangunan Bale Manten. Lalu di sebelah Bale Manten terdapat Bale Gede yang merupakan tempat berkumpul seluruh anggota keluarga. Lalu di sebelahnya terdapat Balu Dauh yang merupakan ruang khusus laki-laki. Serta di ujung kompleks bangunan rumah Bali ada ruang paon dan lumbung.


Material Pembangunan Rumah Adat Bali

Material Bangunan Rumah Adat Bali
Material Bangunan Rumah Adat Bali
Pexels.com

Sudah menjadi ciri khas bangunan rumah adat Bali yang menggunakan bahan dasar batu bata ekspos sebagai struktur pembentuk bangunan. Selain itu, bangunan tradisional ini juga biasanya dibangun dengan menggunakan tanah liat ataupun susunan batuan untuk membangun dinding rumah.

Sedangkan untuk bagian atap rumah Bali, umumnya menggunakan alang-alang dan campuran serat pohon. Namun dewasa ini sudah banyak yang berganti dengan menggunakan genting dari tanah liat dengan ukiran khas Bali di setiap ujung atap.


Orang juga bertanya

Apa nama rumah adat Bali?

Apa arti rumah adat Bali?

Apa saja rumah adat?

Rumah adat jawa barat apa?


Penutup

Demikian penjelasan tentang rumah adat Bali yang memiliki ciri khas dan keunikannya. Rumah Bali merupakan rumah tradisional yang menjadi kekayaan budaya bangsa kita, Indonesia.

Sudah sepatutnya untuk terus kita jaga dan kita lestarikan bersama keberadaannya. Salah satu cara melestarikan budaya bangsa adalah dengan terus mengenalnya. Oleh karena itu, yuk terus mengenal budaya bangsa kita dengan membaca berbagai artikel kebudayaan di romadecade.


Rumah Adat Bali
Sumber Refrensi:

https://www.rumah.com/panduan-properti/mengenal-rumah-adat-bali-untuk-inspirasi-hunian-anda-13512
https://www.99.co/blog/indonesia/nama-dan-gambar-rumah-adat-bali/
https://www.pinhome.id/blog/nama-dan-keunikan-rumah-adat-bali/
https://www.kompas.com/skola/read/2021/05/05/133754469/mengenal-rumah-adat-bali
https://mybalitrips.com/id/blog/rumah-adat-bali/

Default image
SHEYLA
"Merengkuh makna, mengurai rasa, menempuh asa dengan sastra cinta."

Leave a Reply

error: Content is protected !!