Tanaman Jagung

tanaman jagung

Tanaman Jagung – Karbohidrat merupakan salah satu kandungan penting yang berguna untuk tubuh. Penghasil karbohidrat biasanya digolongkan menjadi makanan pokok. Contohnya adalah padi, sagu, dan jagung. Tanaman jagung menjadi salah satu penghasil karbohidrat yang dapat menggantikan nasi sebagai makanan pokok.

Baca Juga: Tanaman Jagung


Jenis Tanaman Jagung Berdasarkan Bijinya

Tanaman Jagung

Jagung bisa dikelompokkan dalam empat fungsi, salah satunya adalah sebagai bahan pangan. Buah dari tumbuhan jagung juga bisa menjadi makanan ternak, industri olahan, dan bisa menjadi benih tanaman. Berdasarkan bijinya, jagung bisa digolongkan menjadi beberapa jenis. Berikut adalah berbagai jenis dari jagung berdasarkan bijinya.

1. Jagung Tepung

Jenis dari jagung yang satu ini umumnya menjadi bahan baku dari tepung maizena. Keberadaan tepung maizena saat ini semakin berguna untuk mengolah bahan makanan apapun. Selain itu, tepung maizena yang mana dihasilkan dari biji jagung tepung mampu menjadi pengganti dari tepung terigu dan tepung tapioka.

Biji dari jagung tepung memiliki endosperma yang menghasilkan zat pati berupa pati lunak. Bagian dari biji jagung tepung juga memiliki bagian yang disebut pati keras yang terdapat pada bagian sisi jagung yang tipis. Umumnya jagung dengan jenis jagung tepung biasanya ditanam di daerah Amerika Selatan terutama di Bolivia dan Peru.

2. Jagung Manis

Hampir semua orang mengenal jenis jagung yang satu ini. Jagung manis umumnya kerap diolah menjadi jagung bakar atau dikonsumsi dengan cara dikukus. Rasa manis dari jagung yang satu ini sudah terbukti dengan rasanya yang mampu menemani suasana yang dingin. Jagung manis juga mampu diolah menjadi berbagai kudapan.

Untuk bentuk biji dari jagung manis sendiri memiliki tekstur yang keriput dan transparan saat memasuki usia matang. Kadar gula dari jagung ini pada waktu belum matang lebih tinggi kandungannya dari pati. Jagung manis biasanya sering ditanam untuk dipanen ketika usianya masih masak susu atau masih muda.

3. Jagung Mutiara

Di samping menjadi makanan sehari-hari, jagung mutiara menjadi salah satu jenis tanaman jagung yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Hal ini karena jagung mutiara memiliki kandungan serat, zat besi, dan vitamin di samping memiliki kandungan karbohidrat. Khasiat dari jagung mutiara juga mampu menyembuhkan penyakit seperti kolesterol.

Jagung mutiara memiliki bulir dengan ketebalan yang padat serta bentuk biji yang bulat. Tanaman ini juga kerap ditanam oleh masyarakat Indonesia selain jagung manis. Alasan mengapa jagung mutiara sering ditanam oleh beberapa masyarakat Indonesia adalah kualitas dari jagung mutiara yang bagus dan bisa diolah menjadi berbagai olahan.

4. Jagung Berondong

Sebagian masyarakat Indonesia tentu mengenal makanan ringan dengan nama popcorn atau berondong jagung. Makanan yang kerap ditemukan di bioskop ini juga menjadi salah satu olahan dari jagung. Jagung yang digunakan untuk popcorn ini memiliki tekstur biji yang berbeda dari jagung yang lain.

Biji jagung yang kerap diolah untuk popcorn ini bisa meletup jika dipanaskan. Perbandingan antara pati keras dan pati lunak dari jagung berondong lebih kecil jika dibandingkan dengan jagung mutiara. Ukuran mengembangnya biji jagung berondong ini bisa mencapai 30 kali lebih besar dari ukuran awalnya.

5. Jagung Ketan

Waxy corn merupakan nama lain dari jagung ketan. Kandungan amilopektin mendominasi endosperma dari jagung ketan. Biasanya kandungan amilopektin pada jagung biasa isinya sekitar 70 persen dan sisanya merupakan kandungan amilose. Jagung ketan biasanya tidak dijadikan sebagai bahan makanan tetapi malah menjadi bahan perekat.

Baca Juga: Tanaman Hidroponik


Cara Budidaya Tanaman Jagung

Tanaman Jagung

Setelah mengenal berbagai macam jenis jagung berdasarkan bijinya, sekarang saatnya untuk melakukan budidaya tanaman jagung. Untuk menanam jagung membutuhkan beberapa syarat seperti iklim dan cuaca yang tepat. Maka dari itu, berikut ini adalah cara budidaya tanaman jagung dari menanam sampai panen.

1. Mempersiapkan Benih

Sebelum melakukan penanaman, alangkah baiknya untuk mempersiapkan jenis jagung yang ingin ditanam. Jagung yang ditanam tidak harus selalu jagung manis saja, akan tetapi kembali lagi pada hasilnya. Apakah nanti hasilnya akan digunakan untuk dikonsumsi sendiri atau diolah menjadi berbagai macam olahan.

Untuk pemilihan benih, pilihlah benih dengan kualitas yang terjamin. Setiap daerah biasanya memiliki benih yang unggul, maka dari itu pilihlah benih yang terbaik. Benih jagung biasanya sudah diberi perlakuan khusus dengan guna agar jagung bebas dari penyakit dan bisa tumbuh dengan mudah.

2. Mempersiapkan Media Tanam

Setelah memilih benih, media tanam yang tepat juga harus dipilih dengan baik agar jagung bisa tumbuh dan berbuah dengan sempurna. Tanah yang diperlukan untuk tanaman jagung harus memiliki tekstur tanah yang gembur serta memiliki kandungan pH sekitar 5,5 hingga 7,5. Kemiringan tanah juga harus kurang dari 8 persen.

Selain mempersiapkan tanah, alangkah baiknya juga harus menanam di iklim dan ketinggian yang tepat. Jagung biasanya tumbuh subur di tanah dengan iklim tropis maupun subtropis dengan curah hujan yang ideal serta tidak dinaungi. Ketinggian tanah juga harus sesuai, yaitu sekitar 1000 hingga 1800 meter di atas permukaan laut.

3. Menanam Jagung

Apabila media tanam dan benih sudah siap, maka saatnya untuk menanam jagung. Dalam menanam jagung, tentunya ada waktu yang pas agar buah jagung bisa matang. Ketika berada di musim yang stabil, jagung akan matang pada bulan Mei hingga bulan Juli. Hal tersebut dikarenakan curah hujan berkurang di waktu tersebut.

Untuk menanam tanaman jagung, lahan tanam harus ditaburi pupuk kompos atau bokasi sebanyak 10 hingga 20 ton per hektar. Berikutnya siram dengan pupuk semprot sebanyak 5 kilogram per hektar.

Tanah harus diolah sebelum tanam dengan menggunakan metode bajak traktor dengan kedalaman 20 sampai 30 sentimeter. Hal tersebut bertujuan untuk membuat struktur tanah menjadi gembur dan menambah oksigen. Jarak tanam antar biji sekitar 20 sampai 25 sentimeter.

Setelah lubang dibuat, masukkan benih dan tutup dengan menggunakan pupuk bokasi maupun pupuk kompos. Berikutnya siram dengan menggunakan pupuk semprot di bekas lubang tanam yang bertujuan agar jagung tumbuh lebih cepat dan terbebas dari penyakit.

4. Merawat Dan Memanen Tanaman Jagung

Agar lebih matang dengan cepat, jagung harus dirawat dengan sebaik mungkin dengan cara penyulaman atau yang disebut penjarangan. Proses tersebut merupakan proses mengganti tanaman yang sudah mati dengan bibit yang baru. Selain itu, tanaman jagung juga harus disiangi dan dibubuh agar lebih cepat matang.

Selain melakukan beberapa cara yang sudah disebutkan sebelumnya, tanaman jagung juga harus dipupuk setiap sepuluh hari sekali. Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk semprot dengan dosis dua gelas air mineral di bagian tanaman serta daerah perakaran. Pupuk kimia juga harus diberikan dalam kurun waktu 10, 20, dan 50 hari setelah tanam.

Jagung menjadi salah satu penghasil karbohidrat pengganti nasi. Macam dari jagung bisa digolongkan menjadi berbagai jenis. Jagung akan siap dipanen jika klobotnya mulai mengering serta berwarna kecoklatan. Selain itu, jagung biasanya dipanen setelah 100 hari setelah masa tanam dan harus dikeringkan terlebih dahulu setelah tanam.

Tanaman Jagung

Tanaman Hidroponik

Nidaul Jannah
11 min read

Tanaman Vanili

Nidaul Jannah
3 min read

Tanaman Hias

Nidaul Jannah
10 min read

Tinggalkan Balasan